Hari / Tanggal : Kamis, 8 Januari 2026
Fase/Kelas : C / VI
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila, Seni Rupa
Pancasila
Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.
Tujuan Pembelajaran :
Menjelaskan makna keragaman budaya dan agama dilingkungan sekitar
Seni Rupa
Pada akhir fase C, Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa. |
Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik dapat menjelaskan tehnik dasar dalam menggambar |
Assalamualaikum wr.wb
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
Pendidikan Pancasila
menjaga keragaman budaya dan agama menekankan pada pengamalan nilai Pancasila, terutama sila pertama (Ketuhanan) dan ketiga (Persatuan), untuk hidup harmonis di tengah perbedaan, dengan contoh seperti menghormati tetangga beda keyakinan, menggunakan Bahasa Indonesia, gotong royong, dan menjaga budaya lokal sebagai wujud toleransi dan persatuan bangsa, sehingga tercipta kebahagiaan bersama.
- Pancasila adalah panduan moral yang mengajarkan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia.
- Nilai-nilai Pancasila mencegah perpecahan dan menjadikan perbedaan sebagai kekayaan bangsa.
- Pengamalan Sila Pertama (Ketuhanan):
- Beribadah sesuai agama masing-masing dengan khusyuk.
- Menghormati teman atau tetangga yang menjalankan ibadah berbeda.
- Tidak memaksakan kehendak agama kepada orang lain.
- Pengamalan Sila Ketiga (Persatuan):
- Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di lingkungan beragam.
- Menjaga dan melestarikan budaya daerah (tari, musik, pakaian adat) sebagai identitas bangsa.
- Aktif dalam musyawarah dan gotong royong untuk kepentingan bersama.
- Mencintai produk dalam negeri dan kegiatan budaya nasional.
- Contoh Praktik di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat:
- Saling membantu tanpa membedakan latar belakang (sila kedua dan kelima).
- Menghargai adat istiadat dan kebiasaan teman.
- Menjaga kebersihan lingkungan bersama.
Menjaga keragaman budaya dan agama adalah tanggung jawab bersama. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, kita dapat hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persatuan bangsa yang kuat, menjadikan Indonesia bangsa yang beragam namun tetap satu.
- Titik: Unsur terkecil, dasar pembentuk garis.
- Garis: Hubungan antar titik, bisa lurus, lengkung, tebal, tipis, memberi kesan kuat atau lemah.
- Bentuk/Bidang: Hasil dari garis yang saling berhubungan (datar/dua dimensi, ruang/tiga dimensi).
- Warna: Dihasilkan oleh cahaya, ada primer (merah, kuning, biru), sekunder (campuran primer).
- Tekstur: Kualitas permukaan benda (kasar, halus, licin).
- Gelap Terang: Perbedaan intensitas cahaya pada benda, memberi kesan volume.
- Ruang: Kesan kedalaman (nyata pada 3D, imajiner pada 2D).
- Kesatuan/Keselarasan: Keterpaduan semua unsur.
- Keseimbangan: Kesamaan atau perbandingan bobot visual (simetris/asimetris).
- Irama/Ritme: Pengulangan atau peralihan unsur yang menciptakan gerak.
- Pusat Perhatian (Penekanan): Bagian yang paling menarik perhatian.
- Proporsi: Perbandingan ukuran antar bagian.
- Kontras: Perbedaan mencolok antar unsur.
- Komposisi: Pengaturan unsur dalam bidang gambar (pola).
- Pointilis: Menggunakan titik-titik untuk membentuk gambar, menciptakan gradasi warna dan kesan tertentu.
- Arsir: Menggunakan garis-garis sejajar atau menyilang untuk memberi gelap terang.
- Dusel (Doodling): Menggunakan arsiran halus dengan menggosokkan pensil (seperti bayangan).
- Aquarel: Sapuan basah dengan cat air, transparan.
- Siluet: Menggambar bentuk objek secara penuh warna tanpa detail.
- Siswa diajak mengamati objek di sekitar (flora, fauna, benda).
- Menggunakan unsur dan prinsip untuk menata gambar agar menarik.
- Menggunakan teknik yang tepat untuk menghasilkan kesan tertentu (misal: arsir untuk kesan kuat, dusel untuk kesan lembut).
- Menghargai proses kreatif dan ekspresi diri, bukan hanya hasil akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar