Rabu, 30 September 2026

Materi Ajar Pancasila, Kamis 1 Oktober 2026

 Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka

Makna Nilai-Nilai Pancasila

Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Bangsa · Kelas V Sekolah Dasar

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Kamis,1 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Pendidikan Pancasila
🌐
Materi
Makna Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Bangsa dan Negara
⭐
Pertemuan Ke
17
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan tetap semangat belajar. Setiap pagi kalian mengucap salam, bergotong royong membersihkan kelas, dan menghormati teman yang berbeda suku maupun agama. Tahukah kalian, semua kebiasaan baik itu ternyata bersumber dari nilai-nilai Pancasila yang menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia.

Pancasila bukan hanya lambang burung Garuda yang terpajang di dinding kelas, tetapi memiliki kedudukan yang sangat penting bagi bangsa dan negara kita. Pancasila adalah dasar negara, pandangan hidup bangsa, sekaligus ideologi bangsa dan negara. Sebagai umat beragama, kita juga meyakini bahwa nilai-nilai luhur seperti gotong royong, musyawarah, dan keadilan sejalan dengan ajaran agama yang mengajarkan kebaikan kepada sesama.

Hari ini kita akan belajar lebih dalam tentang makna Pancasila dalam tiga kedudukannya tersebut. Yuk, kita simak bersama-sama! 🌈✨

Makna Nilai-Nilai Pancasila

Pendidikan Pancasila · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Pancasila)

Pada akhir Fase C, murid mampu menguraikan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi bangsa dan negara, menjelaskan keterkaitan ketiga kedudukan tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Nilai-Nilai Pancasila di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali materi sebelumnya.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang makna Pancasila agar lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MindfulMengamati penjelasan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi secara teliti agar dapat membedakan ketiga kedudukan tersebut.

MeaningfulMencari contoh nyata penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat.

MeaningfulBerdiskusi kelompok untuk menguraikan keterkaitan ketiga kedudukan Pancasila dan menyajikan hasilnya dalam bentuk peta konsep sederhana.

JoyfulMengerjakan asesmen formatif melalui permainan tanya jawab kelompok "Roda Pancasila" agar suasana belajar tetap menyenangkan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebagai bekal memahami kedudukannya.
  2. Murid dapat memahami makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa melalui tayangan video pembelajaran.
  3. Murid dapat menjelaskan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi bangsa dan negara secara terpisah dan tepat.
  4. Murid dapat menemukan contoh nyata penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitarnya.
  5. Murid dapat menguraikan keterkaitan ketiga kedudukan Pancasila melalui diskusi dan peta konsep sederhana bersama kelompok.
  6. Murid dapat menunjukkan pemahamannya melalui kegiatan asesmen formatif dengan percaya diri dan bekerja sama.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) – dipilih karena murid diajak menganalisis contoh kasus atau peristiwa nyata di sekitarnya, lalu menghubungkannya dengan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi, sehingga pemahaman nilai menjadi lebih bermakna dan tidak sekadar hafalan.
Metode: ceramah bervariasi, tanya jawab, pengamatan video, diskusi kelompok pemecahan masalah, dan penugasan.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila.

  1. Sebutkan bunyi sila pertama Pancasila!
  2. Sebutkan salah satu contoh sikap yang mencerminkan sila kedua Pancasila!
  3. Nilai apa yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila?
  4. Jelaskan salah satu contoh penerapan nilai musyawarah di sekolah!
  5. Mengapa nilai keadilan penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Contoh: menolong teman yang kesulitan, tidak membeda-bedakan teman (jawaban lain yang relevan diterima).
  3. Nilai persatuan dan cinta tanah air, menjaga kerukunan antarsesama warga Indonesia.
  4. Contoh: memilih ketua kelas melalui musyawarah, membahas pendapat bersama sebelum mengambil keputusan kelas (jawaban lain yang relevan diterima).
  5. Karena keadilan membuat setiap orang mendapatkan hak yang sama, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, tertib, dan tidak ada yang dirugikan.
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Makna Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Bangsa

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang makna Pancasila.

1️⃣ Pancasila sebagai Dasar Negara

Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi fondasi atau pedoman utama dalam menyelenggarakan pemerintahan dan bernegara. Artinya, semua peraturan dan undang-undang yang dibuat di Indonesia, mulai dari peraturan desa sampai undang-undang negara, tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Contoh sederhana: peraturan sekolah tentang toleransi antaragama dibuat sejalan dengan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

2️⃣ Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap, berpikir, dan berperilaku sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila menuntun kita dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan bermasyarakat.

Contoh sederhana: ketika ada perbedaan pendapat di kelas, murid membiasakan diri menyelesaikannya lewat musyawarah, bukan dengan bertengkar.

3️⃣ Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara

Sebagai ideologi, Pancasila merupakan kumpulan gagasan, cita-cita, dan keyakinan yang menjadi tujuan bersama bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, bersatu, dan sejahtera. Ideologi inilah yang membedakan Indonesia dengan negara lain.

Contoh sederhana: cita-cita bangsa Indonesia untuk hidup rukun di tengah banyaknya suku, agama, dan budaya adalah wujud dari ideologi Pancasila.

4️⃣ Keterkaitan Ketiga Kedudukan Pancasila

Ketiga kedudukan Pancasila tersebut saling berkaitan erat. Sebagai ideologi, Pancasila memuat cita-cita bangsa; cita-cita itu kemudian dituangkan menjadi dasar negara dalam bentuk peraturan dan undang-undang; dan pada akhirnya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pandangan hidup setiap warga negara.

Sederhananya: Pancasila adalah cita-cita (ideologi) → dituangkan menjadi aturan (dasar negara) → dipraktikkan dalam sikap sehari-hari (pandangan hidup). Ketiganya bersatu membangun bangsa Indonesia yang bersatu dan sejahtera. 🌈💪

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Pancasila menjadi pedoman utama dalam menyelenggarakan pemerintahan dan membuat undang-undang. Hal ini menunjukkan kedudukan Pancasila sebagai …
    A. Dasar negara   B. Lambang negara   C. Bahasa negara   D. Bendera negara
  2. Ketika seseorang menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari, hal ini menunjukkan kedudukan Pancasila sebagai …
    A. Dasar hukum   B. Ideologi tertutup   C. Pandangan hidup bangsa   D. Simbol negara
  3. Kumpulan gagasan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera disebut Pancasila sebagai …
    A. Ideologi bangsa dan negara   B. Dasar negara   C. Semboyan negara   D. Lambang negara
  4. Contoh sikap yang mencerminkan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam kehidupan sehari-hari adalah …
    A. Membuat undang-undang baru   B. Mengibarkan bendera merah putih   C. Menyelesaikan masalah kelas melalui musyawarah   D. Menghafal teks Pancasila
  5. Perhatikan pernyataan berikut: (1) Pancasila memuat cita-cita bangsa (2) Cita-cita itu dituangkan menjadi peraturan negara (3) Peraturan tersebut diwujudkan dalam sikap sehari-hari (4) Sikap sehari-hari tidak berkaitan dengan cita-cita bangsa. Urutan yang tepat menunjukkan keterkaitan ideologi, dasar negara, dan pandangan hidup Pancasila adalah …
    A. (1), (2), dan (3)   B. (2), (3), dan (4)   C. (1), (3), dan (4)   D. (4), (2), dan (1)

B. Isian Singkat

  1. Kedudukan Pancasila yang menjadi fondasi dalam membuat peraturan dan undang-undang di Indonesia disebut Pancasila sebagai …
  2. Pancasila yang menjadi pedoman sikap dan perilaku warga negara dalam kehidupan sehari-hari disebut Pancasila sebagai …
  3. Cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera merupakan wujud Pancasila sebagai …

C. Esai

  1. Jelaskan dengan bahasamu sendiri perbedaan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara!
  2. Seorang murid selalu bermusyawarah saat memilih ketua kelompok, berdoa sesuai agamanya masing-masing, dan menolong teman tanpa membeda-bedakan suku. Menurutmu, sikap tersebut menunjukkan penerapan nilai Pancasila dalam kedudukan apa saja? Jelaskan keterkaitannya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. A   2. C   3. A   4. C   5. A

Isian Singkat

  1. Dasar negara
  2. Pandangan hidup (bangsa)
  3. Ideologi bangsa dan negara

Esai

  1. Dasar negara: Pancasila menjadi pedoman dalam membuat peraturan dan undang-undang negara. Pandangan hidup: Pancasila menjadi pedoman sikap dan perilaku warga negara sehari-hari. Ideologi: Pancasila berisi cita-cita dan tujuan bersama bangsa Indonesia. (Penilaian berdasarkan ketepatan penjelasan murid dengan bahasanya sendiri)
  2. Bermusyawarah menunjukkan Pancasila sebagai pandangan hidup (sila keempat); berdoa sesuai agama menunjukkan pandangan hidup sekaligus dasar negara yang menjamin kebebasan beragama (sila pertama); menolong tanpa membeda-bedakan suku menunjukkan pandangan hidup dan cita-cita persatuan (ideologi, sila ketiga). Ketiganya saling berkaitan karena cita-cita bangsa (ideologi) dijamin dalam aturan negara (dasar negara) dan dipraktikkan dalam sikap sehari-hari (pandangan hidup). (Jawaban lain yang relevan dan logis dapat diterima)
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa Pancasila memiliki tiga kedudukan penting, yaitu sebagai dasar negara (pedoman membuat peraturan dan undang-undang), pandangan hidup bangsa (pedoman sikap dan perilaku sehari-hari), dan ideologi bangsa dan negara (cita-cita bersama bangsa Indonesia). Ketiga kedudukan tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, karena cita-cita bangsa dituangkan menjadi aturan negara, lalu diwujudkan dalam sikap kita sehari-hari. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia agar tetap rukun, adil, dan sejahtera.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar makna nilai-nilai Pancasila hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran


Tindak Lanjut


🌐🌈💪

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti Pancasila yang menyatukan seluruh bangsa Indonesia, teruslah menjaga persatuan dengan teman-temanmu, hormatilah perbedaan, dan amalkan nilai-nilai kebaikan setiap hari. Jangan lupa jaga shalat lima waktu dan selalu berbuat baik kepada sesama, ya! Allah menyayangi anak-anak yang cinta persatuan dan gemar berbuat baik. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Seni Rupa, Kamis 1 Oktober 2026

 Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka

Ayo Berkarya Ritme!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Kamis, 1 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
🎨
Mata Pelajaran
Seni Rupa
🖌️
Materi
Langkah-Langkah Menggambar Ritme
⭐
Pertemuan Ke
16
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat Dhuha hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba perhatikan sekeliling kita. Ada susunan pagar rumah yang berjajar rapi, ada kelopak bunga yang berulang membentuk lingkaran, ada sayap kupu-kupu dengan motif yang berpadanan. Allah Maha Pencipta, Dzat yang menciptakan alam semesta dengan pola dan irama yang begitu indah dan teratur. Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, sehingga kita pun diajak untuk menciptakan karya yang indah pula.

Nah, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal apa itu ritme dalam seni rupa. Hari ini kita akan belajar mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme agar kita bisa menciptakan karya gambar kita sendiri. Yuk, siapkan pensil dan buku gambarmu! 🎨✏️✨

🎨 Langkah-Langkah Menggambar Ritme

Seni Rupa · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Menciptakan)

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menciptakan karya seni rupa dua dimensi dengan menggunakan dan menggabungkan pengetahuan tentang unsur-unsur rupa (garis, bentuk, tekstur, ruang) serta prinsip desain, salah satunya ritme/irama, secara mandiri melalui proses eksplorasi dan penemuan (discovery), serta mampu merefleksikan dan menyajikan hasil karyanya dengan percaya diri.

Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menyebutkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri, setelah melalui proses penemuan (discovery) secara aktif.

2. Peserta didik dapat mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri, melalui pengaitan materi dengan kehidupan nyata.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Ritme di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali konsep ritme sebelum praktik menggambar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang langkah-langkah menggambar ritme agar prosesnya lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MindfulMengamati secara cermat pola ritme pada benda-benda di sekitar (pagar, ubin, daun) untuk menemukan urutan langkah menggambar ritme melalui proses penemuan aktif.

MeaningfulMengaitkan langkah-langkah menggambar ritme dengan objek nyata di kehidupan sehari-hari yang memiliki pola berulang.

MeaningfulMempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri berdasarkan objek nyata yang diamati hingga menghasilkan karya gambar ritme.

JoyfulMempresentasikan hasil karya gambar ritme di depan kelas sambil menceritakan langkah-langkah yang digunakan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik dapat mengulas kembali konsep ritme sebagai bekal memahami langkah-langkah menggambar ritme.
  2. Peserta didik dapat memahami langkah-langkah menggambar ritme melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Peserta didik dapat menemukan urutan langkah-langkah menggambar ritme melalui pengamatan objek nyata di sekitar secara aktif (discovery).
  4. Peserta didik dapat mengaitkan langkah-langkah menggambar ritme dengan objek nyata di kehidupan sehari-hari.
  5. Peserta didik dapat mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri hingga menghasilkan karya gambar ritme.
  6. Peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya gambar ritme beserta langkah-langkah yang digunakan dengan percaya diri.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena tujuan pembelajaran menekankan peserta didik menemukan sendiri urutan langkah-langkah menggambar ritme melalui pengamatan objek nyata, bukan sekadar dijelaskan secara lisan.
Metode: tanya jawab, pengamatan, demonstrasi, praktik menggambar, dan presentasi karya.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Ritme.

  1. Apa yang dimaksud dengan ritme dalam seni rupa?
  2. Sebutkan 3 contoh benda di sekitarmu yang menunjukkan pola ritme!
  3. Apa perbedaan antara ritme dengan pengulangan (repetisi) biasa?
  4. Mengapa ritme penting digunakan dalam sebuah karya gambar?
  5. Sebutkan dua jenis ritme yang kamu ketahui, misalnya ritme teratur dan ritme mengalir!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ritme adalah prinsip desain berupa pengulangan unsur rupa (garis, bentuk, warna) secara teratur sehingga menimbulkan kesan gerak atau irama pada sebuah karya.
  2. Pagar rumah, ubin lantai, susunan jendela, kelopak bunga (jawaban lain yang relevan dapat diterima).
  3. Repetisi adalah pengulangan bentuk yang sama persis, sedangkan ritme bisa berupa pengulangan dengan variasi ukuran, jarak, atau warna sehingga terasa lebih hidup.
  4. Karena ritme membuat karya terlihat lebih menarik, teratur, dan memiliki kesan gerak sehingga tidak terkesan monoton.
  5. Ritme teratur (pengulangan dengan jarak dan ukuran sama) dan ritme mengalir/memancar (pengulangan dengan ukuran berubah bertahap).
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Langkah-Langkah Menggambar Ritme

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama langkah-langkah menggambar ritme melalui penemuan (discovery) secara aktif.

1️⃣ Menemukan Urutan Langkah Menggambar Ritme

Coba amati benda-benda di sekitarmu yang memiliki pola berulang, misalnya pagar rumah, ubin lantai, atau kelopak bunga. Dari pengamatan itu, kita bisa menemukan sendiri urutan langkah menggambar ritme, yaitu: (1) menentukan motif/objek yang akan diulang, (2) menggambar motif pertama sebagai pedoman, (3) mengulang motif secara teratur, (4) memberi variasi ukuran/warna/posisi, (5) mewarnai, dan (6) merapikan garis (finishing).

Cobalah amati pagar sekolahmu – apakah jarak antar tiangnya sama dan berulang? Itulah salah satu contoh nyata penerapan ritme di sekitar kita!

2️⃣ Mengaitkan Ritme dengan Kehidupan Nyata

Langkah-langkah menggambar ritme yang kita pelajari sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Susunan jendela rumah yang berjajar, motif batik, hingga barisan pohon di pinggir jalan semuanya menerapkan prinsip ritme. Dengan mengenali pola ini di dunia nyata, kita jadi lebih mudah menentukan motif dan urutan pengulangan saat menggambar.

Contoh: Motif pada kain batik biasanya diulang secara teratur dari satu ujung kain ke ujung lainnya – itulah penerapan ritme dalam karya seni tradisional.

3️⃣ Mempraktikkan dan Menghasilkan Karya

Sekarang saatnya berkarya! Pilih satu objek nyata yang sudah kamu amati (misalnya daun, bunga, atau bentuk geometris), lalu praktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri di buku gambarmu, mulai dari menentukan motif hingga mewarnai dan finishing.

Tips: Gunakan penggaris atau titik-titik bantu agar jarak antar motif tetap konsisten sehingga ritme pada karyamu terlihat rapi.

4️⃣ Mempresentasikan Hasil Karya

Setelah karya selesai, ceritakan hasil gambar ritmemu di depan kelas. Jelaskan motif apa yang kamu pilih, bagaimana urutan langkah yang kamu lakukan, dan objek nyata apa yang menginspirasimu.

Percaya diri saat presentasi adalah bagian penting dari proses berkarya seni. Semua karya itu istimewa dengan caranya masing-masing! 🎨✨

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang langkah-langkah menggambar ritme!

A. Pilihan Ganda

  1. Langkah pertama dalam menggambar ritme adalah menentukan … yang akan diulang.
    A. Judul karya   B. Motif/objek   C. Warna latar   D. Ukuran kertas
  2. Agar membentuk pola ritme yang rapi, motif digambar secara …
    A. Acak dan sekali saja   B. Ditumpuk semua sekaligus   C. Berurutan dan teratur   D. Hanya di satu sisi kertas
  3. Agar ritme terlihat lebih hidup dan tidak monoton, motif dapat divariasikan dari segi …
    A. Nama pembuat karya   B. Ukuran, warna, atau posisi   C. Jenis kertas gambar   D. Tempat memajang karya
  4. Perhatikan langkah-langkah berikut secara acak: (1) Mewarnai dan finishing (2) Menentukan motif (3) Mengulang motif secara teratur. Urutan yang tepat dalam menggambar ritme adalah …
    A. 2 – 3 – 1   B. 1 – 2 – 3   C. 3 – 1 – 2   D. 2 – 1 – 3
  5. Perhatikan sebuah gambar pagar dengan jarak antar tiang yang sama dan berulang tanpa perubahan ukuran. Gambar tersebut menerapkan jenis ritme …
    A. Ritme teratur   B. Ritme memancar   C. Ritme mengalir   D. Ritme acak

B. Isian Singkat

  1. Pola yang muncul karena adanya pengulangan bentuk secara teratur dalam sebuah karya disebut …
  2. Sebelum mengulang motif, hal pertama yang perlu digambar adalah … sebagai pedoman bentuk dan ukuran.
  3. Ritme yang menggunakan motif dengan ukuran berubah semakin besar atau semakin kecil secara bertahap disebut ritme …

C. Esai

  1. Jelaskan secara berurutan langkah-langkah menggambar ritme, mulai dari menentukan motif hingga finishing, menggunakan bahasamu sendiri!
  2. Perhatikan sebuah taman dengan pot bunga yang disusun berjajar dengan jarak yang sama, namun ukuran tiap pot berbeda secara bertahap dari kecil ke besar. Menurutmu, termasuk jenis ritme apakah susunan pot bunga tersebut? Jelaskan alasanmu!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. B   2. C   3. B   4. A   5. A

Isian Singkat

  1. Ritme
  2. Motif/objek pertama (sebagai pedoman)
  3. Ritme memancar/mengalir (bertingkat)

Esai

  1. Langkah menggambar ritme: menentukan motif/objek yang akan diulang → menggambar motif pertama sebagai pedoman ukuran dan bentuk → mengulang motif secara teratur dengan jarak yang konsisten → memberi variasi ukuran, warna, atau posisi agar ritme terlihat hidup → mewarnai karya → merapikan garis (finishing). (Penilaian berdasarkan ketepatan urutan dan penjelasan murid)
  2. Susunan pot bunga tersebut termasuk ritme memancar/mengalir (bertingkat), karena jarak antar pot sama namun ukurannya berubah secara bertahap dari kecil ke besar, sehingga menimbulkan kesan gerak yang progresif. (Jawaban lain yang logis dan relevan dapat diterima)
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa menggambar ritme memiliki langkah-langkah yang berurutan: menentukan motif, menggambar motif pertama, mengulang motif secara teratur, memberi variasi, mewarnai, hingga finishing. Ritme ternyata sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pagar rumah, motif batik, hingga susunan pot bunga di taman. Dengan mengamati pola di sekitar kita dan mempraktikkannya secara mandiri, kita bisa menciptakan karya gambar yang indah dan teratur, sebagaimana Allah menciptakan alam semesta ini dengan pola dan irama yang begitu indah.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar dan berkarya menggambar ritme hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran


Tindak Lanjut


🎨🖌️✨

Semangat berkarya, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti ritme yang terbentuk dari pengulangan yang teratur dan penuh kesabaran, teruslah berlatih dan konsisten dalam belajar serta beribadah setiap hari agar semakin baik. Jangan takut salah saat berkarya, karena setiap goresan adalah proses belajar. Allah menyukai keindahan dan mencintai anak-anak yang rajin berkarya serta bersyukur atas kemampuan yang diberikan-Nya. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 29 September 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia, Rabu 30 September 2026


Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Rabu, 30 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
💡
Materi
Teks Naratif, Teks Deskriptif & Teks Prosedur
⭐
Pertemuan Ke
26
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan semangat belajar. Jangan lupa selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, salah satunya nikmat bisa membaca dan menulis dengan lancar.

Tahukah kalian, setiap hari kita bertemu dengan banyak jenis tulisan? Ada cerita yang membuat kita hanyut dalam kisahnya, ada gambaran yang membuat kita seolah melihat sendiri suatu benda, dan ada petunjuk langkah yang membantu kita melakukan sesuatu dengan benar. Nah, hari ini kita akan mengenal ketiganya: teks naratif, teks deskriptif, dan teks prosedur. Yuk, kita simak bersama-sama! 📚✨

📚 Mengenal Teks Naratif, Deskriptif, dan Prosedur

Bahasa Indonesia · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Membaca dan Memirsa/Menulis)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menganalisis berbagai jenis teks (naratif, deskriptif, prosedur, dan eksposisi sederhana) sesuai tujuan dan struktur penyusunnya, membandingkan ciri antarjenis teks, serta menulis teks sederhana dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat untuk mengungkapkan gagasan secara runtut dan jelas.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat membedakan teks naratif dan deskriptif, serta murid dapat menjelaskan teks prosedur.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review kalimat langsung & tidak langsung di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan kesiapan belajar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang teks naratif, deskriptif, dan prosedur agar konsep lebih mudah dan menyenangkan dipahami.

MeaningfulBerdiskusi membandingkan ciri-ciri teks naratif dan deskriptif melalui contoh bacaan sehari-hari agar konsep terasa nyata.

MindfulBerlatih menulis teks naratif atau deskriptif sederhana secara cermat dan bertahap sesuai ciri-cirinya.

JoyfulBermain kuis kelompok mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur sambil berdiskusi.

MeaningfulMengerjakan asesmen formatif secara mandiri sebagai bentuk refleksi pemahaman diri terhadap materi hari ini.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung sebagai bekal memahami berbagai jenis teks.
  2. Murid dapat memahami pengertian dan ciri-ciri teks naratif dan deskriptif melalui tayangan video pembelajaran.
  3. Murid dapat mengidentifikasi perbedaan teks naratif dan deskriptif dalam sebuah bacaan melalui diskusi kelompok.
  4. Murid dapat menulis teks naratif atau deskriptif sederhana sesuai ciri-cirinya secara mandiri.
  5. Murid dapat menjelaskan pengertian, tujuan, struktur, dan ciri kebahasaan teks prosedur melalui permainan kelompok.
  6. Murid dapat menjelaskan atau menceritakan kembali isi teks prosedur secara runtut melalui asesmen formatif mandiri.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena murid akan lebih mudah memahami perbedaan jenis-jenis teks ketika mereka menemukan sendiri ciri-cirinya melalui pengamatan video dan bacaan, bukan sekadar dijelaskan secara langsung.
Metode: tanya jawab, diskusi kelompok, permainan edukatif (kuis identifikasi teks), dan latihan menulis mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung.

  1. Ubahlah kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung: Ibu berkata, "Rapikan kamarmu sebelum berangkat sekolah!"
  2. Tentukan jenis kalimat berikut: Andi berkata bahwa ia akan datang lebih awal besok pagi.
  3. Perbaikilah tanda baca yang tepat pada kalimat langsung berikut: Guru berkata Ayo kerjakan tugas ini dengan teliti
  4. Ubahlah kalimat tidak langsung berikut menjadi kalimat langsung: Rina bertanya kepada temannya apakah ia sudah mengerjakan PR.
  5. Sebutkan satu ciri utama yang membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ibu berkata agar aku merapikan kamar sebelum berangkat sekolah.
  2. Kalimat tidak langsung.
  3. Guru berkata, "Ayo kerjakan tugas ini dengan teliti!"
  4. Rina bertanya, "Apakah kamu sudah mengerjakan PR?"
  5. Kalimat langsung ditandai tanda petik dua dan menirukan ucapan asli, sedangkan kalimat tidak langsung tidak menggunakan tanda petik dan berupa penyampaian ulang isi ucapan.
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video 1: Teks Naratif dan Teks Deskriptif

🔗 Buka video di YouTube: Teks Naratif dan Teks Deskriptif

🎥 Video 2: Teks Prosedur

🔗 Buka video di YouTube: Teks Prosedur

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama beberapa hal penting tentang teks naratif, deskriptif, dan prosedur.

1️⃣ Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Naratif

Teks naratif adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara urut berdasarkan waktu kejadian. Ciri-cirinya: memiliki tokoh, latar, dan alur cerita; disusun berdasarkan urutan waktu; serta bertujuan menghibur atau mendidik pembaca.

Contoh: "Pada suatu pagi, Rani berlari menuju sekolah karena takut terlambat mengikuti upacara."

2️⃣ Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Deskriptif

Teks deskriptif adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara rinci agar pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. Ciri-cirinya: menggunakan kata sifat yang detail, tidak memiliki alur cerita, dan berfokus pada penggambaran ciri-ciri objek.

Contoh: "Rumah itu berdinding kayu berwarna cokelat dengan atap seng yang sudah berkarat."

3️⃣ Perbedaan Teks Naratif dan Deskriptif

Cara mudah membedakannya: jika sebuah bacaan menceritakan kejadian yang berurutan dari waktu ke waktu, maka itu teks naratif. Jika bacaan hanya menggambarkan ciri-ciri suatu benda/tempat/orang tanpa ada rangkaian peristiwa, maka itu teks deskriptif.

Latihan: Bacalah sebuah paragraf bersama teman sebangku, lalu tentukan apakah paragraf tersebut naratif atau deskriptif dan sebutkan alasannya.

4️⃣ Menulis Teks Naratif atau Deskriptif Sederhana

Setelah memahami ciri-cirinya, murid berlatih menulis satu paragraf pendek bertema bebas (misalnya "Hewan peliharaanku" untuk teks deskriptif, atau "Liburanku yang berkesan" untuk teks naratif) sesuai ciri-ciri yang telah dipelajari.

5️⃣ Pengertian dan Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu. Tujuannya agar pembaca dapat mengikuti tahapan tersebut secara tepat dan berhasil mencapai hasil yang diinginkan, misalnya cara membuat makanan, cara menggunakan alat, atau cara melakukan suatu permainan.

6️⃣ Struktur Teks Prosedur

Struktur teks prosedur terdiri atas tiga bagian: Tujuan (menjelaskan hasil yang akan dicapai), Alat/Bahan (daftar yang diperlukan), dan Langkah-langkah (urutan cara melakukan/membuat sesuatu).

Contoh: Tujuan: Membuat susu cokelat hangat. Alat/Bahan: susu bubuk, air panas, gelas, sendok. Langkah: Pertama, tuang air panas ke gelas. Kemudian, masukkan susu bubuk. Lalu, aduk hingga larut.

7️⃣ Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki ciri kebahasaan khas: kalimat perintah (misalnya "Campurkan tepung dengan gula!"), kata hubung urutan (pertama, kemudian, selanjutnya, terakhir), dan kata keterangan yang menjelaskan cara, alat, atau waktu (misalnya "aduk perlahan", "selama 5 menit").

8️⃣ Menceritakan Kembali Isi Teks Prosedur

Setelah memahami struktur dan ciri kebahasaannya, murid berlatih menjelaskan atau menceritakan kembali isi sebuah teks prosedur secara runtut, baik secara lisan di depan kelas maupun secara tertulis, dengan tetap memperhatikan urutan langkah yang benar.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Teks yang bertujuan menggambarkan suatu benda, tempat, atau orang secara rinci disebut teks …
    A. Deskriptif   B. Naratif   C. Prosedur   D. Eksposisi
  2. Struktur teks prosedur secara umum terdiri atas tujuan, alat/bahan, dan …
    A. Orientasi   B. Komplikasi   C. Langkah-langkah   D. Resolusi
  3. Kalimat perintah dalam teks prosedur biasanya digunakan untuk …
    A. Menceritakan tokoh   B. Menggambarkan suasana   C. Menyampaikan pendapat   D. Menyuruh pembaca melakukan sesuatu
  4. Bacalah kutipan berikut: "Ani berlari menuju sekolah karena takut terlambat mengikuti upacara." Kutipan tersebut merupakan ciri teks …
    A. Prosedur   B. Deskriptif   C. Naratif   D. Eksposisi
  5. Perhatikan dua kutipan berikut! Kutipan 1: "Pertama, panaskan wajan dengan api sedang." Kutipan 2: "Rambutnya ikal panjang tergerai indah menutupi bahunya." Perbedaan kedua kutipan tersebut adalah …
    A. Kutipan 1 teks naratif, kutipan 2 teks prosedur   B. Kutipan 1 teks prosedur, kutipan 2 teks deskriptif   C. Kutipan 1 dan 2 sama-sama teks naratif   D. Kutipan 1 teks deskriptif, kutipan 2 teks prosedur

B. Isian Singkat

  1. Teks yang menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu disebut teks …
  2. Bagian awal teks prosedur yang menjelaskan hasil yang akan dicapai disebut …
  3. Kata seperti "pertama", "kemudian", dan "terakhir" dalam teks prosedur berfungsi untuk menunjukkan …

C. Esai

  1. Bacalah cuplikan berikut: "Pagi itu, langit Desa Suka Maju tampak cerah. Rani bangun lebih awal dari biasanya karena hari ini adalah hari perlombaan lari yang ia nantikan." Jelaskan mengapa cuplikan tersebut termasuk teks naratif, bukan teks deskriptif! Sebutkan minimal dua alasan.
  2. Tuliskan langkah-langkah singkat cara membuat teks prosedur sederhana (misalnya cara membuat susu cokelat), lengkap dengan tujuan, alat/bahan, dan minimal tiga langkah menggunakan kalimat perintah!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. A   2. C   3. D   4. C   5. B

Isian Singkat

  1. Teks naratif
  2. Tujuan
  3. Urutan langkah/kegiatan dalam teks prosedur

Esai

  1. Cuplikan tersebut termasuk teks naratif karena: (1) terdapat rangkaian peristiwa yang berurutan berdasarkan waktu (pagi itu → Rani bangun lebih awal); (2) terdapat tokoh (Rani) dan latar (Desa Suka Maju, pagi hari) yang menunjukkan sebuah cerita, bukan sekadar gambaran ciri-ciri suatu objek.
  2. Contoh jawaban: Tujuan: Membuat susu cokelat hangat yang nikmat. Alat/Bahan: susu bubuk cokelat, air panas, gelas, sendok. Langkah-langkah: Pertama, tuang air panas ke dalam gelas. Kemudian, masukkan dua sendok susu bubuk cokelat. Selanjutnya, aduk hingga larut merata. Terakhir, susu cokelat siap dinikmati selagi hangat.
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa teks naratif menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu dan memiliki tokoh serta alur cerita, sedangkan teks deskriptif menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara rinci tanpa alur cerita. Sementara itu, teks prosedur berisi langkah-langkah yang harus diikuti secara berurutan, lengkap dengan tujuan, alat/bahan, dan ciri kebahasaan berupa kalimat perintah serta kata hubung urutan. Dengan memahami ketiga jenis teks ini, kita dapat membaca dan menulis berbagai bacaan dengan lebih tepat dan percaya diri.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar teks naratif, deskriptif, dan prosedur hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran


Tindak Lanjut


🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti teks prosedur yang harus diikuti langkah demi langkah dengan urutan yang benar, teruslah mengurutkan niat baikmu setiap hari: belajar dengan tekun, membaca dengan teliti, dan tidak lupa menjaga shalat lima waktu. Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan rajin beribadah. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.