Minggu, 18 Oktober 2026

Materi Ajar Senirupa, Senin 19 Oktober 2026

 Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka

Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar

IDENTITAS
πŸ‘©‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
🎨
Mata Pelajaran
Seni Rupa
πŸ“…
Hari / Tanggal
Senin, 19 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas 5
πŸ’‘
Materi
Makrame: Pengertian dan Simpul Dasar
⭐
Pertemuan Ke
15
🧠 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba perhatikan jari-jari tanganmu. Dengan tangan, kita bisa menulis, menggambar, dan membuat karya indah. Allah Maha Pencipta, Dzat yang menciptakan kita lengkap dengan anggota tubuh yang sempurna. Allah Maha Indah, Dzat yang menyukai keindahan dan mengajarkan kita untuk menghargai karya yang indah.

Nah, hari ini kita akan berkarya dengan tali melalui makrame, yaitu seni menyimpul tali menjadi hiasan yang cantik. Yuk, kita gunakan tangan kita untuk berkarya sebagai wujud syukur! Kita simak bersama-sama penjelasannya! 🧢🎨

🧢 Makrame: Pengertian dan Simpul Dasar

Seni Rupa · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

πŸ“š Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Mata Pelajaran Seni Rupa)

Pada akhir Fase C, murid mampu mengamati dan mengenali ciri berbagai karya seni rupa, bereksplorasi dengan alat, bahan, dan teknik sederhana, serta menciptakan karya yang bermakna. Murid juga dapat menyampaikan pengalaman dan pemahamannya tentang karya yang dibuat, termasuk karya kriya dari tali seperti makrame.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat:

  1. Menjelaskan pengertian makrame dengan bahasa sendiri, setelah melalui proses pengamatan secara aktif.
  2. Mengenal jenis simpul dasar makrame melalui praktik sederhana.

Rincian pelaksanaan dalam kegiatan belajar:

MindfulMengerjakan 5 soal review Ritme di awal pembelajaran dengan tenang dan fokus.

JoyfulMenonton video pembelajaran makrame dan mengamati contoh karyanya dengan penuh rasa ingin tahu.

MeaningfulMenjelaskan pengertian makrame dengan kata-kata sendiri dan menyebutkan alat serta bahannya.

MindfulMengamati dan mengidentifikasi jenis simpul dasar makrame dengan teliti.

JoyfulMempraktikkan simpul dasar dengan tali bersama teman sambil berbagi tips.

MeaningfulMempresentasikan pemahaman tentang makrame beserta simpul yang dipraktikkan, lalu mengerjakan asesmen formatif.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas materi ritme sebagai bekal mengenali pola berulang pada karya seni.
  2. Murid dapat mengamati contoh karya makrame dan mengidentifikasi ciri-cirinya.
  3. Murid dapat menjelaskan pengertian makrame dengan bahasa sendiri serta menyebutkan alat dan bahannya.
  4. Murid dapat mengidentifikasi jenis simpul dasar dalam makrame.
  5. Murid dapat mempraktikkan salah satu simpul dasar makrame secara sederhana.
  6. Murid dapat mempresentasikan pemahaman tentang makrame beserta contoh simpul yang dipraktikkan.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Project Based Learning (PjBL) sederhana – murid belajar melalui kegiatan mengamati, mencoba, dan menghasilkan karya simpul nyata, lalu mempresentasikannya.
Metode: pengamatan, tanya jawab, demonstrasi, praktik langsung, diskusi berpasangan, dan presentasi.

πŸ”„ Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk materi baru, ayo kerjakan dulu soal berikut untuk mengingat pertemuan sebelumnya, yaitu Ritme.

  1. Apa yang dimaksud dengan ritme dalam seni rupa?
  2. Sebutkan dua unsur seni rupa yang dapat diulang untuk membuat ritme!
  3. Perhatikan pola: lingkaran, segitiga, lingkaran, segitiga, lingkaran, …. Bentuk berikutnya adalah …
  4. Sebutkan satu contoh benda di sekitarmu yang memiliki ritme!
  5. Jika kamu menggambar garis zig-zag yang sama berulang di tepi kertas, kamu sedang membuat …
πŸ”‘ Lihat Kunci Jawaban
  1. Ritme adalah pengulangan unsur seni rupa secara teratur.
  2. Contoh: garis, bentuk, atau warna (jawaban lain yang sesuai boleh diterima).
  3. Segitiga.
  4. Contoh: kain batik, ubin lantai, pagar, atau jendela berjajar (jawaban lain yang sesuai boleh diterima).
  5. Ritme (pola yang berulang).
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut sebagai pembuka materi hari ini!

πŸŽ₯ Video Pembelajaran

πŸ”— Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari pelajari enam kegiatan penting tentang makrame.

1️⃣ Mengamati Contoh Karya Makrame dan Ciri-cirinya

Amati karya makrame seperti hiasan dinding, gantungan pot tanaman, atau tas tali. Perhatikan gambar berikut.

simpul yang diulang teratur = ritme

Ciri-ciri karya makrame:
• dibuat dari tali, tanpa dijahit
• tali dirangkai dengan simpul-simpul
• sering ada rumbai (ujung tali yang menjuntai)
• simpulnya berulang sehingga membentuk pola yang berirama

2️⃣ Pengertian Makrame dengan Kata-kata Sendiri

Makrame adalah seni kerajinan membuat karya dari tali dengan cara disimpul atau diikat, tanpa dijahit atau dirajut. Dengan simpul yang berbeda dan dirangkai berulang, tali biasa bisa menjadi karya yang indah dan berguna.

Contoh penjelasan dengan bahasa sendiri: "Makrame adalah membuat hiasan dari tali yang diikat-ikat sampai membentuk pola yang cantik." Coba tulis versimu sendiri di buku!

3️⃣ Alat dan Bahan Membuat Makrame

Siapkan alat dan bahan berikut sebelum berkarya:

🧡
Tali katun / kur
🌿
Kayu / ranting
✂️
Gunting
πŸ“
Penggaris
πŸ“Ώ
Manik-manik (hiasan)

Bahan: tali katun, tali kur, atau tali rafia; kayu atau ranting; manik-manik sebagai hiasan (boleh ada, boleh tidak).
Alat: gunting untuk memotong tali dan penggaris untuk mengukur panjang tali.

4️⃣ Jenis Simpul Dasar Makrame

Ada tiga simpul dasar yang sering dipakai dalam makrame:

a) Simpul kepala: simpul untuk memasang tali pada kayu di bagian atas karya.
b) Simpul pipih: simpul datar yang dibuat dari 4 tali. Ini simpul yang paling sering dipakai.
c) Simpul spiral: simpul pipih yang hanya diulang ke satu arah sehingga tali memutar seperti ulir.

5️⃣ Praktik Simpul Pipih Sederhana

Pasang dua tali pada kayu dengan simpul kepala sehingga ada 4 ujung tali, beri nomor 1, 2, 3, 4 dari kiri ke kanan. Tali 1 dan 4 adalah tali kerja, tali 2 dan 3 adalah tali tengah.

12341234SebelumSesudah: 1 simpul pipihungu = tali kerja (1 dan 4) · kuning = tali tengah (2 dan 3)

Langkah-langkah:
1. Letakkan tali 1 menyilang di atas tali 2 dan 3, sehingga bentuknya seperti angka 4.
2. Letakkan tali 4 di atas tali 1, lewatkan di bawah tali 3 dan 2, lalu keluarkan ke atas lewat lingkaran di sisi kiri.
3. Tarik tali 1 dan 4 ke kanan dan kiri sampai kencang.
4. Lakukan kebalikannya: tali 4 menyilang di atas tali 3 dan 2, tali 1 di atas tali 4, lewat bawah tali 2 dan 3, lalu keluar lewat lingkaran sisi kanan.
5. Tarik kencang. Selesai satu simpul pipih. Ulangi agar terbentuk ritme!

6️⃣ Mempresentasikan Pemahaman tentang Makrame

Saat presentasi, sampaikan secara urut: (1) pengertian makrame dengan kata-katamu sendiri, (2) alat dan bahan yang digunakan, (3) simpul yang kamu praktikkan beserta langkahnya, (4) perasaan dan kesulitan yang kamu alami.

Contoh: "Makrame adalah hiasan dari tali yang disimpul. Aku memakai tali katun, kayu, dan gunting. Aku mencoba simpul pipih dengan 4 tali. Awalnya sulit menarik tali, tetapi setelah dicoba berkali-kali jadi rapi."

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu! Soal disusun dari yang mudah, sedang, hingga sukar.

A. Pilihan Ganda

  1. Makrame adalah seni membuat karya dari tali dengan cara …
    A. dilukis   B. dicetak   C. disimpul   D. digunting
  2. Bahan utama yang digunakan untuk membuat makrame adalah …
    A. kertas   B. tali   C. cat   D. tanah liat
  3. Simpul yang digunakan untuk memasang tali pada kayu adalah simpul …
    A. pipih   B. spiral   C. mati   D. kepala
  4. Pada simpul pipih yang dibuat dari 4 tali, yang disebut tali tengah adalah tali nomor …
    A. 2 dan 3   B. 1 dan 4   C. 1 dan 2   D. 3 dan 4
  5. Dina membuat beberapa simpul pipih berjajar dengan jarak sama pada hiasan dinding sehingga tampak teratur. Pengulangan teratur tersebut menunjukkan unsur …
    A. ritme   B. kontras   C. gradasi   D. proporsi

B. Isian Singkat

  1. Kerajinan dari tali yang dibuat dengan cara disimpul tanpa dijahit disebut …
  2. Simpul yang dipakai pertama kali untuk memasang tali pada kayu disebut simpul …
  3. Pada simpul pipih, tali nomor 1 dan 4 disebut tali …, sedangkan tali nomor 2 dan 3 disebut tali …

C. Esai

  1. Jelaskan pengertian makrame dengan kata-katamu sendiri, lalu sebutkan 3 alat atau bahan yang diperlukan!
  2. Ceritakan langkah membuat satu simpul pipih sederhana, mulai dari memasang tali pada kayu sampai simpul ditarik kencang. Jelaskan juga mengapa simpul yang diulang membuat hiasan makrame tampak berirama!
πŸ”‘ Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. C   2. B   3. D   4. A   5. A

Isian Singkat

  1. makrame
  2. kepala
  3. kerja; tengah

Esai

  1. Makrame adalah seni kerajinan dari tali yang dibuat dengan cara disimpul tanpa dijahit. Contoh alat dan bahan: tali katun, kayu/ranting, gunting (boleh juga penggaris atau manik-manik).
  2. Contoh jawaban: pasang dua tali pada kayu dengan simpul kepala sehingga ada 4 tali. Tali 1 disilangkan di atas tali 2 dan 3, tali 4 dilewatkan di atas tali 1, di bawah tali 3 dan 2, lalu keluar lewat lingkaran kiri dan ditarik kencang. Lakukan kebalikannya di sisi kanan, lalu tarik kencang. Simpul yang diulang dengan jarak dan bentuk sama membentuk pola berulang yang teratur, itulah yang membuat karya tampak berirama (ritme).
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa makrame adalah seni kerajinan dari tali yang dibuat dengan cara disimpul, tanpa dijahit. Alat dan bahannya sederhana, yaitu tali, kayu, dan gunting. Tiga simpul dasarnya adalah simpul kepala, simpul pipih, dan simpul spiral. Jika simpul diulang secara teratur, karya akan tampak berirama dan indah. Dengan berlatih sabar dan teliti, tali sederhana dapat menjadi karya yang bermanfaat.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar dan berkarya makrame hari ini? Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
πŸ™‚
Senang
😐
Biasa Saja
πŸ˜•
Bingung
😒
Sedih
πŸ“ Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

  • Tali menjadi kusut atau terlalu pendek sehingga simpul sulit diselesaikan.
  • Murid tertukar urutan tali saat membuat simpul pipih.
  • Simpul masih longgar atau tidak rapi karena tarikan tali belum merata.
  • Waktu praktik terbatas sehingga tidak semua murid sempat presentasi.

Tindak Lanjut

  • Menyiapkan tali dengan panjang cukup (sekitar 1 meter) dan mengikat ujung tali dengan selotip agar tidak kusut.
  • Memberi nomor tali dengan penanda warna dan mendemonstrasikan langkah secara pelan di depan kelas.
  • Melatih tarikan tali secara bersama-sama dan memberi kesempatan mengulang simpul hingga rapi.
  • Mengatur presentasi bergantian dalam kelompok kecil dengan batas waktu yang jelas.
🌟🧢🀲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Seperti simpul makrame yang dibuat sabar dan berulang hingga menjadi karya indah, belajar pun dilakukan sedikit demi sedikit dengan tekun. Kalian pasti bisa! πŸ’ͺ✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Bahasa Indonesia, Senin 19 Oktober 2026

 Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka

Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar

IDENTITAS
πŸ‘©‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
πŸ“–
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
πŸ“…
Hari / Tanggal
Senin, 19 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas 5
πŸ’‘
Materi
Teks Prosedur
⭐
Pertemuan Ke
24
🧠 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba ingat: sebelum shalat kita berwudhu, dan wudhu dilakukan dengan urutan yang jelas dari awal sampai akhir. Allah Maha Pengatur, Dzat yang menciptakan alam semesta dengan teratur dan berurutan. Allah Maha Pemberi Petunjuk, Dzat yang menunjukkan jalan dan cara yang benar kepada hamba-Nya.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang teks prosedur, yaitu teks yang menunjukkan langkah-langkah melakukan sesuatu secara berurutan, seperti urutan wudhu atau resep makanan. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! πŸ“‹πŸ΅

πŸ“‹ Teks Prosedur

Bahasa Indonesia · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

πŸ“š Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Membaca dan Memirsa, Berbicara, serta Menulis)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menyampaikan informasi dari berbagai jenis teks, termasuk teks prosedur. Murid dapat menemukan urutan informasi, mengenali struktur dan ciri kebahasaan teks, lalu menyampaikannya kembali secara runtut, baik lisan maupun tulisan.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat menjelaskan teks prosedur.

Rincian pelaksanaan dalam kegiatan belajar:

MindfulMengerjakan 5 soal review kalimat langsung dan tidak langsung di awal pembelajaran dengan tenang dan fokus.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang teks prosedur.

MeaningfulMenemukan pengertian, tujuan, serta struktur teks prosedur dari contoh teks "Cara Membuat Es Teh Manis".

MindfulMenandai kalimat perintah, kata hubung urutan, dan kata keterangan dengan teliti.

JoyfulBermain "Susun Langkah" berkelompok: menyusun kartu langkah yang acak menjadi urutan yang benar.

MeaningfulMenceritakan kembali isi teks prosedur secara lisan dan tulisan, serta mengerjakan asesmen formatif sebagai refleksi diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kalimat langsung dan tidak langsung sebagai bekal memahami teks.
  2. Murid dapat memahami gambaran umum teks prosedur melalui video pembelajaran.
  3. Murid dapat menjelaskan pengertian, tujuan, dan struktur teks prosedur (tujuan, alat/bahan, langkah-langkah).
  4. Murid dapat menemukan ciri kebahasaan teks prosedur (kalimat perintah, kata hubung urutan, kata keterangan).
  5. Murid dapat menyusun langkah-langkah prosedur secara berurutan melalui permainan kartu.
  6. Murid dapat menceritakan kembali isi teks prosedur secara runtut, lisan maupun tulisan.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – murid menemukan sendiri struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur dari contoh teks yang dibaca dan dicermati.
Metode: tanya jawab, demonstrasi, diskusi kelompok, permainan kartu urutan langkah, dan penugasan mandiri.

πŸ”„ Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk materi baru, ayo kerjakan dulu soal berikut untuk mengingat pertemuan sebelumnya, yaitu kalimat langsung dan tidak langsung.

  1. Ubahlah menjadi kalimat tidak langsung: Ayah berkata, "Aku akan pulang malam."
  2. Ubahlah menjadi kalimat langsung: Ibu bertanya apakah aku sudah makan.
  3. Manakah kalimat langsung? (a) Budi berkata bahwa ia sedang belajar. (b) Budi berkata, "Aku sedang belajar."
  4. Lengkapilah dengan tanda baca yang tepat: Guru berkata Rajinlah belajar
  5. Ubahlah menjadi kalimat tidak langsung: Rina berseru, "Wah, kuenya enak sekali!"
πŸ”‘ Lihat Kunci Jawaban
  1. Ayah berkata bahwa dia akan pulang malam.
  2. Ibu bertanya, "Apakah kamu sudah makan?"
  3. (b) Budi berkata, "Aku sedang belajar." (memakai tanda petik dan perkataan asli)
  4. Guru berkata, "Rajinlah belajar!"
  5. Rina berseru bahwa kuenya enak sekali.
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut sebagai pembuka materi hari ini!

πŸŽ₯ Video Pembelajaran

πŸ”— Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari pelajari empat hal penting tentang teks prosedur.

1️⃣ Pengertian dan Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi urutan langkah untuk membuat atau melakukan sesuatu. Tujuannya membantu pembaca melakukan sesuatu dengan benar, tertib, dan tidak salah urutan.

Contoh teks prosedur: resep makanan, cara mencuci tangan, cara menggunakan alat, cara berwudhu, dan aturan bermain suatu permainan.

2️⃣ Struktur Teks Prosedur

Teks prosedur tersusun dari tiga bagian: tujuan, alat/bahan, dan langkah-langkah.

1. Tujuanapa yang ingin dicapai2. Alat dan Bahanbenda yang diperlukan3. Langkah-langkahurut, memakai kata hubung urutan

Cara Membuat Es Teh Manis
Tujuan: membuat segelas es teh manis yang segar.
Alat dan bahan: gelas, sendok, teh celup, air panas, gula, es batu.
Langkah-langkah:
1. Seduh teh celup dengan air panas.
2. Tambahkan gula, lalu aduk hingga larut.
3. Masukkan es batu ke dalam gelas.
4. Tuang teh manis ke dalam gelas.
5. Es teh manis siap disajikan.

3️⃣ Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

Ada tiga ciri kebahasaan yang perlu kamu kenali:

a) Kalimat perintah: kalimat yang meminta pembaca melakukan sesuatu, biasanya diawali kata kerja. Contoh: Seduh teh, tambahkan gula, aduk hingga larut.
b) Kata hubung urutan: kata penunjuk urutan langkah. Contoh: pertama, kemudian, lalu, setelah itu, terakhir.
c) Kata keterangan: kata yang menjelaskan waktu, cara, atau jumlah. Contoh: selama 3 menit, dengan perlahan, sebanyak dua sendok.

4️⃣ Menceritakan Kembali Isi Teks Prosedur

Saat menceritakan kembali, urutkan langkah dengan kata hubung urutan dan ubah kalimat perintah menjadi kalimat berita. Bisa disampaikan lisan (berbicara di depan kelas) atau tulisan (menulis dengan kata-katamu sendiri).

Pertamaseduh tehKemudianberi gulaLaluisi es batuTerakhirsajikan

Contoh lisan atau tulisan: Pertama, teh celup diseduh dengan air panas. Kemudian, gula ditambahkan dan diaduk sampai larut. Lalu, es batu dimasukkan ke dalam gelas. Terakhir, teh manis dituang dan es teh siap disajikan.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu! Soal disusun dari yang mudah, sedang, hingga sukar.

A. Pilihan Ganda

  1. Teks yang berisi urutan langkah membuat atau melakukan sesuatu disebut …
    A. teks narasi   B. teks prosedur   C. teks deskripsi   D. teks berita
  2. Bagian teks prosedur yang berisi daftar benda yang diperlukan adalah …
    A. tujuan   B. langkah-langkah   C. kesimpulan   D. alat dan bahan
  3. Kalimat perintah yang tepat dalam teks prosedur adalah …
    A. Masukkan telur ke dalam mangkuk.   B. Telur dimasukkan oleh Ibu.   C. Ibu sedang memasak telur.   D. Telur itu berbentuk bulat.
  4. Perhatikan kalimat: "Cuci tangan dengan air. (1), gosok tangan dengan sabun. (2), bilas sampai bersih." Kata hubung urutan yang tepat untuk (1) dan (2) adalah …
    A. terakhir, kemudian   B. pertama, terakhir   C. kemudian, terakhir   D. lalu, pertama
  5. Langkah mencuci tangan: (1) bilas dengan air bersih, (2) basahi tangan dengan air mengalir, (3) gosok seluruh tangan selama 20 detik, (4) ambil sabun secukupnya. Urutan yang benar adalah …
    A. 1-2-3-4   B. 4-2-3-1   C. 2-3-4-1   D. 2-4-3-1

B. Isian Singkat

  1. Tiga bagian struktur teks prosedur adalah tujuan, …, dan langkah-langkah.
  2. Kalimat yang meminta pembaca melakukan sesuatu disebut kalimat …
  3. Ubahlah menjadi kalimat berita dengan kata "pertama": "Aduk teh hingga gula larut." → …

C. Esai

  1. Jelaskan pengertian dan tujuan teks prosedur dengan kata-katamu sendiri, lalu sebutkan 3 contoh teks prosedur!
  2. Tulislah teks prosedur "Cara Menanam Biji Kacang di dalam Pot" lengkap dengan tujuan, alat dan bahan, serta minimal 4 langkah yang memakai kata hubung urutan. Kemudian ceritakan kembali dengan kalimatmu sendiri!
πŸ”‘ Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. B   2. D   3. A   4. C   5. D

Isian Singkat

  1. alat dan bahan (alat/bahan)
  2. perintah
  3. Pertama, teh diaduk hingga gula larut.

Esai

  1. Teks prosedur adalah teks yang berisi urutan langkah membuat atau melakukan sesuatu. Tujuannya membantu pembaca melakukan sesuatu dengan benar dan berurutan. Contoh: resep makanan, cara mencuci tangan, cara berwudhu (jawaban lain yang sesuai boleh diterima).
  2. Contoh jawaban: Cara Menanam Biji Kacang. Tujuan: menumbuhkan tanaman kacang di pot. Alat dan bahan: pot, tanah, biji kacang, air. Langkah: (1) Pertama, isi pot dengan tanah. (2) Kemudian, buat lubang kecil di tanah. (3) Lalu, masukkan biji kacang dan tutup dengan tanah. (4) Terakhir, siram dengan air. Cerita ulang: Pertama, pot diisi tanah. Kemudian, dibuat lubang kecil. Lalu, biji kacang dimasukkan dan ditutup tanah. Terakhir, tanaman disiram air.
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa teks prosedur berisi urutan langkah untuk membuat atau melakukan sesuatu. Strukturnya terdiri dari tujuan, alat/bahan, dan langkah-langkah. Ciri kebahasaannya adalah kalimat perintah, kata hubung urutan, dan kata keterangan. Kita juga bisa menceritakan kembali isinya secara runtut, lisan maupun tulisan, dengan kata-kata sendiri.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar teks prosedur hari ini? Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
πŸ™‚
Senang
😐
Biasa Saja
πŸ˜•
Bingung
😒
Sedih
πŸ“ Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

  • Murid masih tertukar antara kalimat perintah dan kalimat berita.
  • Murid menuliskan langkah tanpa urutan atau tanpa kata hubung urutan.
  • Murid kesulitan menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri dan cenderung menyalin teks.
  • Permainan kartu bisa membuat suasana kelas terlalu ramai.

Tindak Lanjut

  • Memberi contoh kalimat perintah dan kalimat berita secara berdampingan sebelum latihan.
  • Menyediakan kartu kata hubung urutan sebagai alat bantu saat menyusun langkah.
  • Melatih menceritakan kembali dengan pola "Pertama, … Kemudian, … Terakhir, …" secara berpasangan.
  • Menetapkan aturan permainan dan batas waktu yang jelas pada pertemuan berikutnya.
πŸŒŸπŸ“šπŸ€²

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Seperti teks prosedur yang disusun langkah demi langkah agar hasilnya tepat, belajar pun dilakukan sedikit demi sedikit dan teratur. Kalian pasti bisa! πŸ’ͺ✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Matematika, Senin 19 Oktober 2026

 Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka

Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar

IDENTITAS
πŸ‘©‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
πŸ“š
Mata Pelajaran
Matematika
πŸ“…
Hari / Tanggal
Senin, 19 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas 5
πŸ’‘
Materi
Pecahan (Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan)
⭐
Pertemuan Ke
13
🧠 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba bayangkan kita membagi sebuah kue untuk keluarga. Ada yang mendapat setengah bagian, ada yang seperempat, dan semuanya dibagi dengan adil. Allah Maha Adil, Dzat yang menetapkan segala sesuatu dengan seimbang dan sesuai porsinya. Allah Maha Pemberi Rezeki, Dzat yang membagikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan, yaitu cara menggabungkan dan mengambil bagian dari suatu keseluruhan dengan tepat. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🍰➕➖

➕➖ Penjumlahan & Pengurangan Pecahan

Matematika · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

πŸ“š Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bilangan)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menggunakan berbagai bentuk bilangan, termasuk pecahan. Murid dapat membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan (berpenyebut sama maupun berbeda, termasuk pecahan campuran), lalu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Rincian pelaksanaan dalam kegiatan belajar:

MindfulMengerjakan 5 soal review KPK & FPB di awal pembelajaran dengan tenang dan fokus.

JoyfulMenonton video pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan.

MeaningfulMenyamakan penyebut dengan KPK menggunakan model batang pecahan agar konsepnya terlihat nyata.

MindfulBerlatih menjumlahkan dan mengurangkan pecahan secara teliti, langkah demi langkah.

JoyfulBermain "Kartu Pecahan" berkelompok: menarik dua kartu lalu menjumlahkan atau mengurangkannya.

MeaningfulMenyelesaikan soal cerita sehari-hari dan asesmen formatif sebagai refleksi pemahaman diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas KPK dan FPB sebagai bekal menyamakan penyebut.
  2. Murid dapat memahami konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan melalui video pembelajaran.
  3. Murid dapat menyamakan penyebut pecahan dengan benar menggunakan KPK.
  4. Murid dapat menjumlahkan dan mengurangkan pecahan berpenyebut sama maupun berbeda, termasuk pecahan campuran.
  5. Murid dapat berlatih operasi pecahan secara menyenangkan melalui permainan kartu pecahan.
  6. Murid dapat menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) – murid belajar dari masalah nyata, misalnya menakar bahan kue atau membagi air minum.
Metode: tanya jawab, demonstrasi dengan model batang, diskusi kelompok, permainan kartu pecahan, dan latihan mandiri.

πŸ”„ Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk materi baru, ayo kerjakan dulu soal berikut untuk mengingat pertemuan sebelumnya, yaitu KPK dan FPB.

  1. Tentukan KPK dari 6 dan 8.
  2. Tentukan FPB dari 12 dan 30.
  3. Berapakah KPK dari 3, 4, dan 6?
  4. Berapakah FPB dari 24 dan 40?
  5. Lampu A menyala setiap 6 detik dan lampu B setiap 8 detik. Jika keduanya menyala bersamaan sekarang, setelah berapa detik keduanya menyala bersamaan lagi?
πŸ”‘ Lihat Kunci Jawaban
  1. KPK 6 dan 8 = 24
  2. FPB 12 dan 30 = 6
  3. KPK 3, 4, dan 6 = 12
  4. FPB 24 dan 40 = 8
  5. KPK 6 dan 8 = 24, jadi menyala bersamaan lagi setelah 24 detik.
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut sebagai pembuka materi hari ini!

πŸŽ₯ Video Pembelajaran

πŸ”— Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari pelajari empat hal penting tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan.

1️⃣ Menyamakan Penyebut Sebelum Menjumlah atau Mengurang

Pecahan hanya bisa dijumlah atau dikurang jika penyebutnya sama, seperti potongan kue yang ukurannya sama. Caranya: cari KPK dari penyebut-penyebutnya, lalu kalikan pembilang dan penyebut tiap pecahan dengan bilangan yang sesuai.

1/2 = 3/61/3 = 2/63/6 + 2/6 = 5/6

Contoh: 1/2 dan 1/3. KPK dari 2 dan 3 adalah 6.
1/2 = (1×3)/(2×3) = 3/6 dan 1/3 = (1×2)/(3×2) = 2/6.

2️⃣ Menjumlahkan Dua Pecahan atau Lebih

Penyebut sama: jumlahkan pembilangnya, penyebut tetap. Penyebut berbeda: samakan penyebut dulu, baru jumlahkan pembilangnya. Untuk pecahan campuran, jumlahkan bilangan bulatnya dan pecahannya secara terpisah.

a) 2/7 + 3/7 = 5/7
b) 1/2 + 1/3 = 3/6 + 2/6 = 5/6
c) 1/2 + 1/3 + 1/6 = 3/6 + 2/6 + 1/6 = 6/6 = 1
d) 1 1/2 + 2 1/3 = 1 3/6 + 2 2/6 = 3 5/6
e) 1 3/4 + 2 1/2 = 1 3/4 + 2 2/4 = 3 5/4 = 4 1/4 (5/4 diubah jadi 1 1/4)

3️⃣ Mengurangkan Dua Pecahan (termasuk Pecahan Campuran)

Caranya sama: samakan penyebut dulu, lalu kurangkan pembilangnya. Pada pecahan campuran, jika pecahan pertama lebih kecil dari pecahan kedua, pinjam 1 dari bilangan bulatnya (1 = penyebut/penyebut).

3/4 − 2/4 = 1/4 (yang hijau)

a) 5/8 − 2/8 = 3/8
b) 3/4 − 1/3 = 9/12 − 4/12 = 5/12
c) 3 1/2 − 1 1/3 = 3 3/6 − 1 2/6 = 2 1/6
d) 3 1/4 − 1 1/2 = 3 1/4 − 1 2/4. Karena 1/4 < 2/4, pinjam 1: 2 5/4 − 1 2/4 = 1 3/4

4️⃣ Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

Gunakan 4 langkah: (1) baca soal dan tulis yang diketahui, (2) pilih operasi (kata "sisa" atau "diambil" = kurang; "total" atau "bersama" = tambah), (3) hitung dengan menyamakan penyebut, (4) tulis jawaban lengkap dengan satuannya.

Ibu punya 2 1/2 liter minyak goreng, lalu memakai 3/4 liter. Berapa sisanya?
2 1/2 − 3/4 = 2 2/4 − 3/4 = 1 6/4 − 3/4 = 1 3/4 liter.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu! Soal disusun dari yang mudah, sedang, hingga sukar.

A. Pilihan Ganda

  1. 2/9 + 5/9 = …
    A. 6/9   B. 8/9   C. 7/9   D. 7/18
  2. 1/2 + 1/4 = …
    A. 3/4   B. 2/6   C. 2/4   D. 1/4
  3. 5/6 − 1/3 = …
    A. 4/3   B. 2/3   C. 1/6   D. 1/2
  4. 1 2/3 + 2 1/2 = …
    A. 3 3/5   B. 4 1/6   C. 3 1/6   D. 4 1/2
  5. Pita Rina panjangnya 3 1/4 m. Sebanyak 1 1/2 m dipakai untuk kado dan 3/4 m untuk hiasan bunga. Sisa pita adalah …
    A. 1 1/4 m   B. 2 m   C. 1 m   D. 1 1/2 m

B. Isian Singkat

  1. 3/8 + 2/8 = …
  2. 3/4 − 1/6 = …
  3. 2 1/3 + 1 3/4 = …

C. Esai

  1. Ibu membeli 2 1/2 kg beras dan 1 3/4 kg tepung. Berapa kg total belanjaan Ibu? Tuliskan langkah menyamakan penyebutnya!
  2. Tangki air berisi 6 1/4 liter. Air tersebut dipakai menyiram tanaman 2 1/2 liter, lalu ditambah lagi 1 3/4 liter. Berapa liter air di tangki sekarang? Tuliskan cara penyelesaiannya!
πŸ”‘ Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. C   2. A   3. D   4. B   5. C

Isian Singkat

  1. 5/8
  2. 9/12 − 2/12 = 7/12
  3. 2 4/12 + 1 9/12 = 3 13/12 = 4 1/12

Esai

  1. KPK 2 dan 4 = 4. 2 1/2 = 2 2/4, sehingga 2 2/4 + 1 3/4 = 3 5/4 = 4 1/4 kg.
  2. 6 1/4 − 2 1/2 = 6 1/4 − 2 2/4 = 5 5/4 − 2 2/4 = 3 3/4. Lalu 3 3/4 + 1 3/4 = 4 6/4 = 5 1/2 liter.
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa pecahan hanya bisa dijumlah atau dikurang jika penyebutnya sudah sama. Gunakan KPK untuk menyamakan penyebut, lalu jumlahkan atau kurangkan pembilangnya saja. Pada pecahan campuran, hitung bilangan bulat dan pecahannya, dan ingat untuk meminjam 1 jika pecahan yang dikurangi lebih besar. Terakhir, tulis hasil dalam bentuk paling sederhana.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar pecahan hari ini? Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
πŸ™‚
Senang
😐
Biasa Saja
πŸ˜•
Bingung
😒
Sedih
πŸ“ Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih lambat menentukan KPK sehingga penyamaan penyebut memakan waktu.
  • Murid sering menjumlahkan penyebut juga (misalnya 1/2 + 1/3 = 2/5).
  • Murid bingung saat harus meminjam 1 pada pengurangan pecahan campuran.
  • Permainan kartu bisa membuat suasana kelas terlalu ramai.

Tindak Lanjut

  • Menyediakan tabel kelipatan sebagai alat bantu menentukan KPK.
  • Mengulang konsep dengan model batang atau potongan kue agar murid melihat alasan penyebut harus sama.
  • Membuat contoh langkah "pinjam 1" secara bertahap dan memberi latihan tambahan secara berkelompok kecil.
  • Menetapkan aturan permainan dan batas waktu yang jelas pada pertemuan berikutnya.
πŸŒŸπŸ“šπŸ€²

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti pecahan yang perlu disamakan penyebutnya agar bisa dijumlah, teruslah berlatih sedikit demi sedikit setiap hari. Kalian pasti bisa! πŸ’ͺ✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.