Selasa, 18 Agustus 2026

Materi Ajar, Rabu 19 Agustus 2026

IDENTITAS

Hari / Tanggal : Rabu 19 Agustus 2026

Nama Guru : Yuyun Estika, S.Pd.

Fase / Kelas : C/5

Mata Pelajaran : 
1. Matematika : Sumatif Harian 1
2. Bahasa Indonesia : Sumatif Harian 1

Pertemuan ke 7

Apersepsi:
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia dan semangat selalu. Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak. Dimana shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Dimana Allah sudah sangat baik dengan kita, dengan segala kebesaranNya. Allah Maha Khaliq, zat yang menciptakan kita, Allah juga Maha Malik, zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Apa kabar anak sholih sholihah.........

semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

CP Matematika :
Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000;
membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan; menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang; melakukan pengurangan, operasi perkalian, penjumlahan, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000; 

CP Bahasa Indonesia :
Peserta didik mampu membaca nyaring kalimat sederhana, melafalkan kata dari kalimat dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi dan melafalkannya dengan jelas. Peserta didik mampu memahami isi teks cerita sederhana, teks laporan sederhana, dan teks ungkapan sederhana dari hasil membaca.

TP Bahasa Indonesia :
Murid dapat memahami dan membuat kalimat majemuk setara

TP Matematika :
Murid dapat melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

ATP Matematika :
  • Melakukan operasi hitung penjumlahan bilangan cacah sampai 100.000 menggunakan teknik bersusun dengan dan tanpa menyimpan.

  • Melakukan operasi hitung pengurangan bilangan cacah sampai 100.000 menggunakan teknik bersusun dengan dan tanpa meminjam.

  • Melakukan operasi hitung perkalian dan pembagian pada bilangan cacah hingga 100.000 menggunakan cara bersusun panjang, bersusun pendek, atau strategi nilai tempat.

ATP Bahasa Indonesia :
  • Mencari kalimat yang panjang dan memiliki kata penghubung (konjungsi).
  • Menjelaskan perbedaan konjungsi setara (dan, atau, tetapi) dan bertingkat (karena, agar, meskipun, jika).
  • membuat minimal 3 kalimat majemuk.

Alokasi Waktu : 3 JP x 35 Menit

Model Pembelajaran : Sumatif Harian Mengerjakan Soal

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Soal Tertulis

Matematika



Operasi Hitung Penjumlahan

Penjumlahan bilangan cacah besar dilakukan dengan metode bersusun pendek dengan memperhatikan teknik menyimpan.

Contoh Soal:

Sebuah perkebunan memanen 48.256 kg kelapa sawit di bulan pertama dan 33.917 kg di bulan kedua. Berapa total hasil panen selama dua bulan?

Penyelesaian Bersusun:



Operasi Hitung Pengurangan

Pengurangan dilakukan dengan metode bersusun pendek menggunakan teknik meminjam jika angka yang dikurangi lebih kecil dari pengurang.

Contoh Soal:

Pemerintah daerah menyediakan 75.430 dosis vaksin. Sebanyak 28.165 dosis telah digunakan. Berapa sisa dosis vaksin yang belum terpakai?

Penyelesaian Bersusun:



Operasi Hitung Perkalian

Perkalian bilangan sampai 100.000 umumnya melibatkan perkalian bilangan ribuan atau ratusan dengan bilangan puluhan/satuan.

Contoh Soal:

Sebuah toko grosir memesan 36$dus minyak goreng. Jika setiap dus berisi 1.425 ml minyak, berapa total volume minyak dalam toko tersebut?

Penyelesaian (Metode Bersusun):



Operasi Hitung Pembagian (Porogapit)

Pembagian bilangan cacah dilakukan dengan teknik pembagian bersusun (porogapit).


Bahasa Indonesia 


1. Pengertian Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk

Sebelum memahami kalimat majemuk, mari kita bandingkan dengan kalimat tunggal terlebih dahulu:

  • Kalimat Tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu pola kalimat (satu Subjek dan satu Predikat).

    • Contoh: Budi membaca buku. (S: Budi, P: membaca, O: buku)

  • Kalimat Majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih yang digabungkan menjadi satu menggunakan kata hubung (konjungsi).

    • Contoh: Budi membaca buku dan Ani menggambar bunga.

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

Secara umum di kelas 5 SD, kalimat majemuk dibagi menjadi 2 jenis utama:

A. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki kedudukan yang sama tinggi (sejajar). Jika digunting/dipisah, masing-masing kalimat tetap bisa berdiri sendiri dan memiliki arti yang utuh.

Berdasarkan kata hubungnya, kalimat majemuk setara dibagi menjadi:

  1. Hubungan Penjumlahan / Penggabungan (Kata hubung: danserta)

    • Contoh: Ibu memasak nasi goreng dan Ayah membuat teh hangat.

  2. Hubungan Pertentangan (Kata hubung: tetapimelainkansedangkan)

    • Contoh: Doni ingin membeli sepatu baru, tetapi tabungannya belum cukup.

  3. Hubungan Pemilihan (Kata hubung: atau)

    • Contoh: Kamu boleh memilih buku cerita ini atau komik di meja.

Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk yang memiliki hubungan tidak sejajar. Terdiri dari Induk Kalimat (kalimat utama yang bisa berdiri sendiri) dan Anak Kalimat (kalimat penjelas yang tidak bisa berdiri sendiri).

Berdasarkan maknanya, kalimat majemuk bertingkat di antaranya:

  1. Hubungan Waktu (Kata hubung: ketikasebelumsesudahsejak)

    • Contoh: Kiki sudah tertidur sebelum lampu kamar dimatikan.

  2. Hubungan Sebab-Akibat (Kata hubung: karenasebabsehingga)

    • Contoh: Rina tidak masuk sekolah karena ia sedang demam tinggi.

  3. Hubungan Tujuan (Kata hubung: agarsupaya)

    • Contoh: Kita harus rajin berolahraga agar tubuh tetap sehat.

  4. Hubungan Syarat (Kata hubung: jikaapabilakalau)

    • Contoh: Kakak akan membelikan es krim jika aku mendapat nilai sepuluh.

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah


Minggu, 16 Agustus 2026

Materi Ajar, Selasa 18 Agustus 2026

IDENTITAS

Hari / Tanggal : Selasa 18 Agustus 2026 

Nama Guru : Yuyun Estika, S.Pd. 

Fase / Kelas : C/5

Mata Pelajaran : IPAS, Bahasa Indonesia, Pancasila 

Pertemuan ke 7

Apersepsi:

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia dan semangat selalu. Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak. Dimana shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Dimana Allah sudah sangat baik dengan kita, dengan segala kebesaranNya. Allah Maha Khaliq, zat yang menciptakan kita, Allah juga Maha Malik, zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.



CP IPAS :
Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.

CP Bahasa Indonesia :
Peserta didik mampu membaca nyaring kalimat sederhana, melafalkan kata dari kalimat dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi dan melafalkannya dengan jelas. Peserta didik mampu memahami isi teks cerita sederhana, teks laporan sederhana, dan teks ungkapan sederhana dari hasil membaca.

CP Pendidikan Pancasila :
Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa dan negara.

TP IPAS :
Menjelaskan gangguan dan kelainan sistem organ tubuh dan cara menjaga kesehatan sistem organ tubuh dengan benar.

TP Bahasa Indonesia :
Murid dapat memahami dan membuat kalimat majemuk setara

TP Pendidikan Pancasila :
Meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat

ATP IPAS :
  • Mengidentifikasi berbagai gangguan dan kelainan yang dapat terjadi pada sistem organ tubuh manusia.
  • Menjelaskan cara menjaga kesehatan sistem organ tubuh dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menyebutkan minimal 3 gangguan/kelainan pada sistem organ tubuh dengan tepat.
  • Menjelaskan minimal 3 cara menjaga kesehatan sistem organ tubuh dengan benar.
ATP Bahasa Indonesia : 
  • Mencari kalimat yang panjang dan memiliki kata penghubung (konjungsi).
  • Menjelaskan perbedaan konjungsi setara (dan, atau, tetapi) dan bertingkat (karena, agar, meskipun, jika).
  • membuat minimal 3 kalimat majemuk.
ATP Pancasila:
  • Mengidentifikasi sikap positif para perumus seperti kerja keras, rela berkorban, dan cinta tanah air.
  • Mendiskusikan makna musyawarah mufakat yang dilakukan oleh para pendiri bangsa.
  • Memberikan contoh sikap menghargai perbedaan pendapat dalam proses perumusan.

Alokasi Waktu : 3 JP x 35 Menit

Model Pembelajaran : 
IPAS : Contextual Teaching Learning (CTL)
Bhs Indonesia : Cooperative Learning
Pendidikan Pancasila : Kontekstual

Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video Pembelajaran

Materi Pokok :
IPAS : Gangguan dan kelainan sistem organ tubuh 
Bahasa Indonesia : Kalimat Majemuk
Pendidikan Pancasila : Kronologi Kelahiran Pancasila 

IPAS 




Mengenal Gangguan Organ Tubuh dan Cara Menjaganya!

Halo, teman-teman kelas 5! Tahukah kamu bahwa tubuh kita bekerja seperti sebuah mesin super canggih? Di dalam tubuh kita, ada banyak "mesin kecil" yang disebut organ. Organ-organ ini bekerja sama membentuk sistem organ agar kita bisa bernapas, makan, dan beraktivitas setiap hari.

Namun, kadang-kadang mesin ini bisa "rusak" atau sakit jika kita tidak merawatnya dengan baik. Yuk, kita pelajari gangguan apa saja yang bisa terjadi pada sistem organ kita dan bagaimana cara menjaga kesehatannya!

1. Sistem Pencernaan (Tempat Mengolah Makanan)

Sistem pencernaan bertugas menghancurkan makanan yang kita makan menjadi energi. Organ utamanya mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus.

Jika kita jajan sembarangan atau malas makan sayur, sistem pencernaan kita bisa terganggu. Berikut ini adalah penyakit yang sering menyerang perut kita:

Nama GangguanApa yang Terjadi?Cara Mencegah & Menjaga Kesehatan
DiareBuang air besar terus-menerus dan tinja menjadi cair. Biasanya karena bakteri dari makanan kotor.Selalu cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan pastikan makanan bersih/matang.
Sembelit (Konstipasi)Susah buang air besar karena feses (tinja) terlalu keras.Banyak minum air putih dan rajin makan makanan berserat seperti buah (pepaya, pisang) dan sayuran.
MaagPerut terasa perih dan mual. Biasanya terjadi di lambung karena jadwal makan berantakan.Makan dengan teratur (tidak sering terlambat makan) dan kurangi makanan yang terlalu pedas atau asam.

2. Sistem Pernapasan (Jalur Udara Kita)

Setiap detik kita menghirup oksigen dan membuang karbon dioksida. Inilah tugas sistem pernapasan kita yang terdiri dari hidung, tenggorokan (trakea), dan paru-paru.

Udara yang kotor atau virus bisa membuat kita sesak napas. Berikut adalah gangguan yang sering terjadi pada pernapasan kita:

Nama GangguanApa yang Terjadi?Cara Mencegah & Menjaga Kesehatan
Flu (Influenza)Hidung tersumbat, bersin-bersin, kadang disertai demam. Disebabkan oleh virus.Istirahat yang cukup, makan makanan bergizi agar imun kuat, dan pakai masker jika sedang sakit.
AsmaSaluran pernapasan menyempit sehingga dada terasa sesak dan sulit bernapas.Hindari hal-hal yang memicu alergi seperti debu, asap rokok, asap kendaraan, atau bulu hewan kotor.
BronkitisInfeksi atau peradangan pada cabang tenggorokan (bronkus) yang menyebabkan batuk berdahak.Jauhi asap rokok, gunakan masker di tempat berdebu, dan rajin mencuci tangan.

3. Sistem Peredaran Darah (Kurir di Dalam Tubuh)

Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Darah inilah yang mengantarkan oksigen dan sari makanan. Gangguan pada sistem ini bisa membuat tubuh kita lemas.

  • Anemia: Kekurangan sel darah merah yang membuat tubuh cepat lelah dan pucat. Cara menjaganya: Banyak makan makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam, hati ayam, dan daging.

  • Hipertensi (Darah Tinggi): Tekanan darah terlalu tinggi (biasanya banyak dialami orang dewasa/orang tua). Cara menjaganya: Kurangi makanan yang terlalu asin (banyak garam) dan rajin berolahraga sejak kecil.

Tips Ampuh Menjaga Sistem Organ Tubuh! 🌟

Untuk menjaga seluruh "mesin" dalam tubuh kita tetap kuat, pastikan kamu melakukan kebiasaan baik ini setiap hari:

  1. Makan Beragam dan Bergizi: Isi piringmu dengan karbohidrat, protein (ikan, telur, tahu), serta banyak sayur dan buah.

  2. Minum Air Putih Cukup: Minimal 8 gelas sehari agar organ berfungsi maksimal.

  3. Rajin Bergerak: Bermain, berlari, atau bersepeda setidaknya 30 menit sehari membuat paru-paru dan jantungmu sehat.

  4. Tidur yang Cukup: Anak kelas 5 SD butuh tidur sekitar 9-10 jam setiap malam agar sel-sel tubuh bisa memperbaiki diri.

Tubuh yang sehat membuat kita bisa belajar dengan fokus dan bermain dengan riang gembira. Jadi, sayangi tubuhmu ya!

SOAL 

1.Andi sering menunda waktu makan karena asyik bermain. Akibatnya, lambungnya terasa perih dan mual. Gangguan pencernaan apa yang dialami Andi?
A. Maag
B. Sembelit
C. Anemia
D. Diare

2. Lani sering merasa cepat lelah, pusing, dan wajahnya terlihat pucat. Dokter menyarankan Lani untuk banyak makan bayam dan hati ayam. Kelainan apa yang mungkin diderita Lani adalah...
A. Hipertensi
B. Anemia
C. Bronkitis
D. Asma

3. Manakah kebiasaan sehari-hari yang paling tepat untuk menjaga kesehatan paru-paru dan sistem pernapasan adalah....
A. Mengurangi konsumsi makanan yang terlalu asin
B. Minum air putih minimal delapan gelas sehari
C. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan
D. Menggunakan masker saat berada di jalan raya

4. Riko mengalami kesulitan buang air besar karena fesesnya menjadi sangat keras. Langkah pencegahan yang paling benar agar hal tersebut tidak terulang adalah...
A. Menghindari makanan yang terlalu asam dan pedas
B. Makan dalam porsi yang besar pada malam hari
C. Banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran
D. Berolahraga lari setiap pagi selama satu jam

Bahasa Indonesia 


1. Pengertian Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk

Sebelum memahami kalimat majemuk, mari kita bandingkan dengan kalimat tunggal terlebih dahulu:

  • Kalimat Tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu pola kalimat (satu Subjek dan satu Predikat).

    • Contoh: Budi membaca buku. (S: Budi, P: membaca, O: buku)

  • Kalimat Majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih yang digabungkan menjadi satu menggunakan kata hubung (konjungsi).

    • Contoh: Budi membaca buku dan Ani menggambar bunga.

2. Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

Secara umum di kelas 5 SD, kalimat majemuk dibagi menjadi 2 jenis utama:

A. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki kedudukan yang sama tinggi (sejajar). Jika digunting/dipisah, masing-masing kalimat tetap bisa berdiri sendiri dan memiliki arti yang utuh.

Berdasarkan kata hubungnya, kalimat majemuk setara dibagi menjadi:

  1. Hubungan Penjumlahan / Penggabungan (Kata hubung: danserta)

    • Contoh: Ibu memasak nasi goreng dan Ayah membuat teh hangat.

  2. Hubungan Pertentangan (Kata hubung: tetapimelainkansedangkan)

    • Contoh: Doni ingin membeli sepatu baru, tetapi tabungannya belum cukup.

  3. Hubungan Pemilihan (Kata hubung: atau)

    • Contoh: Kamu boleh memilih buku cerita ini atau komik di meja.

B. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk yang memiliki hubungan tidak sejajar. Terdiri dari Induk Kalimat (kalimat utama yang bisa berdiri sendiri) dan Anak Kalimat (kalimat penjelas yang tidak bisa berdiri sendiri).

Berdasarkan maknanya, kalimat majemuk bertingkat di antaranya:

  1. Hubungan Waktu (Kata hubung: ketikasebelumsesudahsejak)

    • Contoh: Kiki sudah tertidur sebelum lampu kamar dimatikan.

  2. Hubungan Sebab-Akibat (Kata hubung: karenasebabsehingga)

    • Contoh: Rina tidak masuk sekolah karena ia sedang demam tinggi.

  3. Hubungan Tujuan (Kata hubung: agarsupaya)

    • Contoh: Kita harus rajin berolahraga agar tubuh tetap sehat.

  4. Hubungan Syarat (Kata hubung: jikaapabilakalau)

    • Contoh: Kakak akan membelikan es krim jika aku mendapat nilai sepuluh.

Pendidikan Pancasila 



Peristiwa Lahirnya Pancasila

Gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir dari satu tokoh saja, melainkan merupakan hasil perumusan dan diskusi dari beberapa tokoh penting, terutama Ir. Soekarno, yang dikenal sebagai "Bapak Bangsa" dan pada tanggal 1 Juni 1945 mengemukakan pidatonya tentang konsep awal Pancasila dalam sidang BPUPKI, serta Mohammad Yamin dan Soepomo yang juga menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI.

Peran Tokoh-tokoh Kunci:

Ir. Soekarno:
Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato "Lahirnya Pancasila" yang mengusulkan lima prinsip dasar negara, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Mohammad Yamin:
Pada sidang pertama BPUPKI, Mohammad Yamin mengusulkan lima prinsip dasar negara yang meliputi Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan.

Soepomo:
Pada 31 Mei 1945, Soepomo menyampaikan usulannya tentang dasar negara yang menekankan pada Persatuan (Unitarisme), Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat.

Peran Panitia Sembilan:
Setelah usulan-usulan tersebut disampaikan, dibentuklah Panitia Sembilan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila. Tokoh-tokoh dalam Panitia Sembilan ini antara lain Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Mr. Muhammad Yamin, Achmad Soebardjo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkar, H. Agus Salim, dan K.H. Abdul Wahid Hasyim.

Pengesahan Pancasila:
Pancasila akhirnya disahkan sebagai dasar negara Indonesia pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, yang tercantum dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Peringatan ini merujuk pada momen penting ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.

Peringatan Hari Lahir Pancasila bertujuan untuk mengingat dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara, serta untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Latihan
1. Pada masa penjajahan Jepang pernah dibentuk sebuah lembaga bernama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh .....
A. Ir Soekarno
B. Drs Muhammad Hatta
C. Dr Radjiman Widyadiningrat
D. Mr Muh Yamin

2. Perhatikan peristiwa berikut:
1. Ir Soekarno dan Moh Hatta dipilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia
2. Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta
3. Ir Soekarno mengusulkan lima dasar negara
4. Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai
Urutan yang benar sesuai waktu terjadinya peristiwa penting di atas adalah....
A. 1, 2, 4, 3
B. 4, 3, 2, 1
C. 4, 3, 1, 2
D. 1, 3, 4, 2

3. Istilah Pancasila sebagai dasar negara untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Ir Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal...
A. 29 Mei 1945
B. 1 Juli 1945
C. 17 Agustus 1945
D. 1 Juni 1945

4. Perhatikan rumusan berikut!
1. Nasionalisme dan kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme dan perikemanusiaan
3. Mufakat dan demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Perumus cikal bakal Pancasila tersebut adalah.....
A. Mr Muh Yamin
B. Mr Soepomo
C. Ir Soekarno
D. Drs Moh Hatta

5. Piagam Jakarta berhasil dirumuskan dan disepakati sebagai rumusan yang akan disahkan sebagai dasar negara. Akan tetapi, terdapat warga yang tidak setuju dengan salah satu bunyi isi rumusan tersebut. Rumusan yang dimaksud adalah.....
A. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
C. Persatuan Indonesia
D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah


Kesimpulan:
Alhamdulillah kegiatan pembelajaran pada hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Alhamdulillah seluruh siswa mampu memahami materi pembelajaran pada hari ini kecuali 5 siswa dikarenakan tidak masuk sekolah dengan rencana tindak lanjut siswa diminta untuk mengerjakan tugas pada alamat blogger guru kelas.

Kamis, 13 Agustus 2026

Materi Ajar, Jumat 14 Agustus 2026

IDENTITAS

1. Nama Guru: Yuyun Estika, S. Pd.

2. Hari / Tanggal : Jumat, 14 Agustus 2026

3. Fase / Kelas: Fase C / Kelas V Khadijah

4. Mata Pelajaran: IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)

5. Materi: Gangguan-gangguan pada Sistem Tubuh Manusia dan Cara Menjaganya

6. Pertemuan Ke 7

7. Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 



"Selamat pagi, anak-anak hebat kelas 5 Khadijah. Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, semangat, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita bersyukur kepada Allah karena masih diberikan kesehatan sehingga kita dapat belajar dan beraktivitas bersama."

Guru mengajak peserta didik mengamati tubuh masing-masing.

Pertanyaan pemantik:

Siapa yang pagi ini merasa sehat?
Mengapa kita dapat bernapas, bergerak, melihat, makan, dan melakukan berbagai aktivitas?
Apa yang terjadi jika salah satu organ tubuh kita mengalami gangguan?
Bagaimana cara kita menjaga tubuh agar tetap sehat?
B. Mengaitkan Pembelajaran dengan Kebesaran Allah

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)

"Anak-anak, tubuh manusia adalah ciptaan Allah yang sangat sempurna. Allah menciptakan berbagai organ dengan fungsi yang berbeda-beda, seperti jantung untuk memompa darah, paru-paru untuk membantu pernapasan, lambung untuk mencerna makanan, serta otak untuk mengatur berbagai aktivitas tubuh."

Penguatan ayat:
QS. Al-Mu'minun ayat 12–14 menjelaskan tentang proses penciptaan manusia.

Nilai yang diterapkan:
Kita bersyukur kepada Allah sebagai Maha Khaliq, Sang Pencipta, dengan mengenal dan menjaga tubuh yang telah Allah ciptakan.

2. Allah Maha Malik (Pemelihara/Penguasa)

"Allah tidak hanya menciptakan tubuh kita, tetapi Allah juga memelihara kehidupan kita. Karena itu, kita harus menjaga amanah tubuh dengan menjaga kebersihan, berolahraga, beristirahat cukup, dan menghindari kebiasaan yang dapat menyebabkan penyakit."

Penguatan ayat:
QS. Al-Fatihah ayat 2: "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin" — segala puji bagi Allah, Tuhan/Pemelihara seluruh alam.

Nilai yang diterapkan:
Menyadari Allah sebagai Maha Malik menumbuhkan rasa syukur dan tanggung jawab untuk memelihara kesehatan tubuh.

3. Allah Maha Razaq (Pemberi Rezeki)

"Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang kita butuhkan untuk tumbuh dan memperoleh energi. Karena itu, kita harus memilih makanan yang halal, baik, bergizi, bersih, dan tidak berlebihan."

Penguatan ayat:
QS. Adz-Dzariyat ayat 58: "Innallaha huwar-Razzaqu dzul-quwwatil matin" — sesungguhnya Allah adalah Maha Pemberi Rezeki.

Nilai yang diterapkan:
Sebagai bentuk syukur kepada Allah Maha Razaq, kita menjaga pola makan dan menggunakan rezeki makanan dengan sebaik-baiknya.

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik memahami keterkaitan antara sistem organ tubuh manusia dengan fungsi dan cara menjaganya. Peserta didik mampu mengenali berbagai gangguan yang dapat terjadi pada sistem tubuh manusia serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya menjaga kesehatan tubuh.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Menjelaskan dan Menyebutkan contoh gangguan yang dapat terjadi pada sistem tubuh manusia dan cara menjaganya. 
 

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

– Mengenal Gangguan pada Sistem Tubuh

Peserta didik mengidentifikasi berbagai gangguan yang dapat terjadi pada sistem tubuh manusia serta faktor penyebabnya.

– Memahami Cara Menjaga Kesehatan

Peserta didik menjelaskan berbagai cara menjaga kesehatan organ dan sistem tubuh melalui pola hidup sehat.

11. Model / Metode Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)
Metode Pembelajaran: Tanya jawab, Ceramah interaktif, Diskusi kelompok, Pengamatan, Studi kasus sederhana. 
Media Pembelajaran
Gambar/poster sistem organ manusia
Video pembelajaran

12. PENJABARAN MATERI
A. Sistem Tubuh Manusia

Tubuh manusia terdiri atas berbagai organ yang bekerja sama membentuk sistem tubuh. Setiap sistem memiliki fungsi yang berbeda, tetapi semuanya saling berhubungan.

Beberapa sistem tubuh yang penting untuk dipelajari adalah:

1. Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan membantu tubuh memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.

Organ utama dalam sistem pernapasan antara lain:

Hidung
Tenggorokan
Trakea
Bronkus
Paru-paru

Cara menjaga sistem pernapasan:

Tidak merokok dan menjauhi asap rokok.
Menghindari udara yang terlalu kotor.
Menggunakan masker ketika berada di tempat yang banyak debu.
Menjaga kebersihan lingkungan.
Berolahraga secara teratur.
Gangguan pada Sistem Pernapasan

a. Influenza (Flu)
Flu merupakan gangguan yang dapat menyebabkan hidung tersumbat atau berair, bersin, batuk, dan tubuh terasa kurang nyaman.

Cara mencegah: menjaga kebersihan, mencuci tangan, menjaga daya tahan tubuh, dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

b. Asma
Asma dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan bernapas karena saluran pernapasannya menyempit atau mengalami peradangan.

Cara menjaga: menghindari pemicu seperti debu atau asap bagi orang yang sensitif terhadapnya dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

c. Bronkitis
Bronkitis adalah peradangan pada saluran bronkus yang dapat menyebabkan batuk.

Cara menjaga: menghindari asap rokok, menjaga kebersihan udara, dan menerapkan pola hidup sehat.

2. Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan berfungsi mengolah makanan agar zat-zat yang diperlukan tubuh dapat diserap dan digunakan.

Organ pencernaan antara lain:

Mulut
Kerongkongan
Lambung
Usus halus
Usus besar
Rektum
Anus
Gangguan pada Sistem Pencernaan

a. Diare
Diare ditandai dengan buang air besar yang lebih sering dan konsistensi feses lebih cair.

Penyebab yang dapat memicu: makanan atau minuman yang tercemar, kebersihan yang kurang terjaga, atau infeksi tertentu.

Cara mencegah:

Mencuci tangan sebelum makan.
Mengonsumsi makanan yang bersih.
Minum air yang aman.
Menjaga kebersihan alat makan.

b. Sembelit (Konstipasi)
Sembelit adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan buang air besar atau frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang.

Cara mencegah:

Makan makanan berserat seperti sayur dan buah.
Minum air yang cukup.
Rajin bergerak dan berolahraga.
Tidak menahan keinginan buang air besar.

c. Sakit Maag/Gangguan Lambung
Gangguan pada lambung dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri pada bagian perut.

Cara menjaga:

Makan secara teratur.
Tidak berlebihan mengonsumsi makanan yang dapat mengganggu lambung.
Mengatur pola hidup.
Segera meminta bantuan orang dewasa/tenaga kesehatan jika keluhan berulang atau berat.
3. Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah berfungsi mengedarkan oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh serta membawa zat sisa untuk dikeluarkan.

Organ utama sistem peredaran darah:

Jantung
Pembuluh darah
Darah
Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

a. Anemia
Anemia adalah kondisi ketika tubuh memiliki jumlah sel darah merah atau hemoglobin yang tidak mencukupi sehingga seseorang dapat merasa lemas atau mudah lelah.

Cara menjaga:

Mengonsumsi makanan bergizi.
Mengonsumsi makanan sumber zat besi sesuai kebutuhan.
Istirahat cukup.
Menjaga pola hidup sehat.

b. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi terjadi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara menetap.

Untuk anak-anak, menjaga pola makan sehat, aktif bergerak, dan mengikuti pemeriksaan kesehatan merupakan kebiasaan yang baik.

Cara Menjaga Sistem Peredaran Darah
Berolahraga secara teratur.
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Mengurangi makanan yang terlalu tinggi garam, gula, atau lemak.
Tidur dan beristirahat cukup.
Menghindari asap rokok.
4. Sistem Gerak

Sistem gerak membantu tubuh melakukan berbagai aktivitas seperti berjalan, berlari, menulis, dan mengambil benda.

Sistem gerak melibatkan:

Tulang
Sendi
Otot
Gangguan pada Sistem Gerak

a. Keseleo/Terkilir
Dapat terjadi ketika sendi mengalami gerakan atau benturan yang menyebabkan jaringan di sekitar sendi mengalami cedera.

Cara mencegah:

Melakukan pemanasan sebelum olahraga.
Menggunakan perlengkapan olahraga dengan benar.
Berhati-hati saat melakukan aktivitas fisik.

b. Patah Tulang
Patah tulang dapat terjadi akibat benturan atau kecelakaan yang cukup kuat.

Cara mencegah:

Berhati-hati saat bermain dan berolahraga.
Menggunakan alat pelindung yang sesuai.
Mematuhi aturan keselamatan.
E. Cara Umum Menjaga Kesehatan Sistem Tubuh

Agar tubuh tetap sehat, kita dapat menerapkan pola hidup sehat berikut:

1. Makan Makanan Bergizi Seimbang

Tubuh membutuhkan berbagai zat gizi untuk pertumbuhan, energi, dan menjaga fungsi organ.

Biasakan mengonsumsi:

Karbohidrat
Protein
Sayur
Buah
Lemak dalam jumlah yang sesuai
Air yang cukup
2. Rajin Berolahraga

Olahraga membantu menjaga kebugaran tubuh, memperkuat otot dan tulang, serta mendukung kesehatan jantung dan paru-paru.

3. Istirahat yang Cukup

Tidur dan istirahat membantu tubuh memulihkan energi setelah melakukan berbagai aktivitas.

4. Menjaga Kebersihan Diri

Contohnya:

Mandi secara teratur.
Mencuci tangan dengan sabun.
Menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Memotong kuku.
Menggunakan pakaian yang bersih.
5. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang bersih membantu mengurangi risiko berbagai penyakit.

Contohnya:

Membuang sampah pada tempatnya.
Membersihkan rumah dan kelas.
Tidak membiarkan air tergenang.
Menjaga kebersihan toilet.
6. Menghindari Kebiasaan yang Merusak Kesehatan

Contohnya:

Merokok.
Terpapar asap rokok.
Mengonsumsi makanan secara berlebihan.
Kurang tidur.
Jarang bergerak.
Tidak menjaga kebersihan.




Post test
Apa yang dimaksud dengan sistem tubuh manusia?
Sebutkan tiga organ yang termasuk dalam sistem pernapasan!
Sebutkan dua contoh gangguan pada sistem pencernaan!
Mengapa kita harus mencuci tangan sebelum makan?
Bagaimana cara menjaga kesehatan sistem pernapasan?
Mengapa kita perlu berolahraga?
Apa hubungan makanan bergizi dengan kesehatan tubuh?
Mengapa menjaga kesehatan tubuh dapat menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah?