Merefleksikansistemorgantubuhmanusiayang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
Tujuan: murid mampu memahami konsep alam semesta dengan baik
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
IPAS
Sistem Tata Surya, yaitu Matahari (bintang pusat) dan benda-benda langit pengorbitnya (planet, satelit, asteroid, komet), menjelaskan gerakan rotasi dan revolusi Bumi, peran gravitasi, serta karakteristik planet-planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus) dan galaksi Bima Sakti. Siswa akan belajar tentang benda langit seperti bintang, planet, bulan, asteroid, meteoroid, dan komet, serta teknologi antariksa dan penjelajahan Mars.
1. Sistem Tata Surya
Pusat: Matahari, bintang raksasa gas yang menjadi pusat gravitasi.
Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.
Tujuan Pembelajaran :
Menjelaskan makna keragaman budaya dan agama dilingkungan sekitar
Seni Rupa
Pada akhir fase C, Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.
Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik dapat menjelaskan tehnik dasar dalam menggambar
Assalamualaikum wr.wb
Apa kabar anak sholih sholihah Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya... Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
Pendidikan Pancasila
menjaga keragaman budaya dan agamamenekankan pada pengamalan nilai Pancasila, terutama sila pertama (Ketuhanan) dan ketiga (Persatuan), untuk hidup harmonis di tengah perbedaan, dengan contoh seperti menghormati tetangga beda keyakinan, menggunakan Bahasa Indonesia, gotong royong, dan menjaga budaya lokal sebagai wujud toleransi dan persatuan bangsa, sehingga tercipta kebahagiaan bersama.
Poin-poin Kunci:
Pancasila sebagai Perekat Kebersamaan:
Pancasila adalah panduan moral yang mengajarkan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila mencegah perpecahan dan menjadikan perbedaan sebagai kekayaan bangsa.
Pengamalan Sila Pertama (Ketuhanan):
Beribadah sesuai agama masing-masing dengan khusyuk.
Menghormati teman atau tetangga yang menjalankan ibadah berbeda.
Tidak memaksakan kehendak agama kepada orang lain.
Pengamalan Sila Ketiga (Persatuan):
Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di lingkungan beragam.
Menjaga dan melestarikan budaya daerah (tari, musik, pakaian adat) sebagai identitas bangsa.
Aktif dalam musyawarah dan gotong royong untuk kepentingan bersama.
Mencintai produk dalam negeri dan kegiatan budaya nasional.
Contoh Praktik di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat:
Saling membantu tanpa membedakan latar belakang (sila kedua dan kelima).
Menghargai adat istiadat dan kebiasaan teman.
Menjaga kebersihan lingkungan bersama.
Kesimpulan: Menjaga keragaman budaya dan agama adalah tanggung jawab bersama. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, kita dapat hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persatuan bangsa yang kuat, menjadikan Indonesia bangsa yang beragam namun tetap satu.
SENI RUPA
Tentang konsep dasar menggambar meliputi pemahaman Unsur-unsur Seni Rupa (titik, garis, bentuk, warna, tekstur, gelap terang, ruang) dan Prinsip Seni Rupa (kesatuan, keseimbangan, irama, pusat perhatian, proporsi, kontras, komposisi) untuk menciptakan karya yang harmonis, serta pengenalan Teknik Menggambar seperti pointilis, arsir, dusel, dan teknik lainnya untuk mengekspresikan ide dan mengolah objek sekitar menjadi karya seni yang menarik dan bermakna.
Unsur-unsur Seni Rupa (Elemen Dasar)
Titik: Unsur terkecil, dasar pembentuk garis.
Garis: Hubungan antar titik, bisa lurus, lengkung, tebal, tipis, memberi kesan kuat atau lemah.
Bentuk/Bidang: Hasil dari garis yang saling berhubungan (datar/dua dimensi, ruang/tiga dimensi).
Warna: Dihasilkan oleh cahaya, ada primer (merah, kuning, biru), sekunder (campuran primer).
Tekstur: Kualitas permukaan benda (kasar, halus, licin).
Gelap Terang: Perbedaan intensitas cahaya pada benda, memberi kesan volume.
Ruang: Kesan kedalaman (nyata pada 3D, imajiner pada 2D).
Prinsip-prinsip Seni Rupa (Penataan)
Kesatuan/Keselarasan: Keterpaduan semua unsur.
Keseimbangan: Kesamaan atau perbandingan bobot visual (simetris/asimetris).
Irama/Ritme: Pengulangan atau peralihan unsur yang menciptakan gerak.
Pusat Perhatian (Penekanan): Bagian yang paling menarik perhatian.
Proporsi: Perbandingan ukuran antar bagian.
Kontras: Perbedaan mencolok antar unsur.
Komposisi: Pengaturan unsur dalam bidang gambar (pola).
Teknik Menggambar Dasar
Pointilis: Menggunakan titik-titik untuk membentuk gambar, menciptakan gradasi warna dan kesan tertentu.
Arsir: Menggunakan garis-garis sejajar atau menyilang untuk memberi gelap terang.
Dusel (Doodling): Menggunakan arsiran halus dengan menggosokkan pensil (seperti bayangan).
Aquarel: Sapuan basah dengan cat air, transparan.
Siluet: Menggambar bentuk objek secara penuh warna tanpa detail.
Penerapan dalam Menggambar
Siswa diajak mengamati objek di sekitar (flora, fauna, benda).
Menggunakan unsur dan prinsip untuk menata gambar agar menarik.
Menggunakan teknik yang tepat untuk menghasilkan kesan tertentu (misal: arsir untuk kesan kuat, dusel untuk kesan lembut).
Menghargai proses kreatif dan ekspresi diri, bukan hanya hasil akhir.
Demikian pelajaran pada hari ini, jangan lupa diulang kembali dirumah dan jangan lupa sholat lima waktu
Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyebutkan permasalahan yang dihadapi tokoh serta solusi yang diambil dalam teks naratif. Peserta didik mampu mengembangkan kategori yang lebih terperinci (misalnya membandingkan objek) berdasarkan pemahaman terhadap teks dan gambar. Peserta didik mampu menulis teks naratif (fiksi ilmiah) dengan awal, tengah, dan akhir cerita.
Tujuan Pembelajaran, Murid dapat :
· membuat skala prioritas dari berbagai kebutuhan dengan benar.
· membuat keputusan berdasarkan berbagai pertimbangan dengan benar.
· membelanjakan uang dan menyusun anggaran sederhana dengan benar.
· memahami iklan dan kuitansi dengan benar.
menulis teks fiksi ilmiah sederhana dengan benar.
Capaian pembelajaran matematika:
pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).
Tujuan Pembelajaran;
siswa dapat mengetahui konsep peluang dengan baik.
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
BAHASA INDONESIA
BAHASA INDONESIA
📘 Cerita Fiksi Ilmiah
1️⃣ Pengertian
Cerita fiksi ilmiah adalah cerita rekaan (khayalan) yang dibuat berdasarkan ide atau konsep ilmu pengetahuan dan teknologi.
Biasanya ceritanya membahas hal-hal yang belum tentu terjadi sekarang, tetapi mungkin terjadi di masa depan atau di tempat lain (misalnya luar angkasa).
👉 Jadi, walaupun khayalan, ceritanya masih berkaitan dengan sains, seperti:
* teknologi canggih
* robot / kecerdasan buatan
* perjalanan waktu
* kehidupan di planet lain
2️⃣ Ciri-ciri Cerita Fiksi Ilmiah
Beberapa ciri utamanya:
1. **Mengandung unsur ilmu pengetahuan/teknologi**
Contoh: pesawat luar angkasa, mesin waktu, robot pintar.
2. **Bersifat imajinatif (khayalan)**
Kejadiannya belum tentu nyata atau belum terjadi.
Cara Membuat Cerita Fiksi Ilmiah
Langkah sederhana yang bisa diajarkan ke siswa:
1️⃣ **Tentukan ide utama**
* Mau tentang apa?
Misal: perjalanan ke Mars, robot sekolah, dll.
2️⃣ **Tentukan tokoh dan latar**
* Siapa tokohnya?
* Di mana dan kapan terjadi?
3️⃣ **Susun alur cerita**
* Awal → pengenalan tokoh
* Tengah → muncul masalah
* Akhir → penyelesaian
4️⃣ **Masukkan unsur sains/teknologi**
* Gunakan ide ilmiah sederhana
Contoh: alat teleportasi, kendaraan terbang
5️⃣ **Tuliskan cerita dengan bahasa menarik**
* Gunakan deskripsi imajinatif
* Tetap runtut dan mudah dipahami
✅ **Contoh ide sederhana:**
“Seorang siswa menemukan robot yang bisa mengerjakan PR, tetapi robot itu tiba-tiba mengambil alih sekolah
Matematika
Setiap hari tanpa kita sadari atau tidak, kita selalu membuat prediksi terhadap apa yang akan terjadi. Perkiraan yang kalian lakukan tiap hari sebenarnya dapat dihitung secara matematis. Perhitungan perkiraan ini disebut juga peluang. Peluang adalah perhitungan tentang seberapa mungkin terjadinya suatu kejadian.
A. Skala Peluang
Skala peluang adalah cara untuk mengukur seberapa besar kemungkinan suatu kejadian tertinggi angkanya, makin besar peluang kejadian itu akan terjadi. Skala peluang sering digunakan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, saat menebak siapa yang akan menang dalam permainan sepak bola. Skala peluang membantu kita memahami dan memprediksi kejadian dengan lebih mudah.
Suatu kejadian yang kita prediksi dapat dikelompokkan kedalam beberapa kategori, antara lain : mungkin, kurang mungkin, mungkin, sangat mungkin, dan pasti. Berikut contoh kejadian yang diprediksi berdasarkan kategori tersebut.
No.
Kategori
Contoh Kejadian
1.
Tidak mungkin
Saya tidak mungkin berkurang usianya tahun depan.
2.
Kurang mungkin
Kami sekelompok pindah rumah
3.
Mungkin
Hujan di sekitar rumah Dhien
4.
Sangat mungkin
Kami makan malam bersama-sama
5.
Pasti
Matahari terbit besok pagi.
Latihan
1. Buatlah skala peluang untuk beberapa konteks berikut.
a. Salah satu lauk makan malam keluarga kalian hari ini.
Tidak Mungkin
Kurang Mungkin
Mungkin
Sangat Mungkin
Pasti
Ayam Betutu
Opar Ayam
Ayam Goreng
Tempe
-
b. Hasil melempar dadu 6 sisi dengan masing-masing sisi sebagai berikut: 2, 2, 3, 3, 3, 4.
Tidak Mungkin
Kurang Mungkin
Mungkin
Sangat Mungkin
Pasti
1, 5, 6
4
2
3
-
Sisi 2 = muncul 2 kali = 2/6
Sisi 3 = muncul 3 kali = 3/6
Sisi 4 = muncul 1 kali = 1/6
c. Hasil melempar dadu 8 sisi dengan masing-masing sisi sebagai berikut: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8.
Tidak Mungkin
Kurang Mungkin
Mungkin
Sangat Mungkin
Pasti
-
-
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8
-
-
Sisi 1 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 2 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 3 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 4 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 5 = muncul 3 kali = 1/8
Sisi 6 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 7 = muncul 1 kali = 1/8
Sisi 8 = muncul 3 kali = 1/8
Hasil melempar dadu 8 sisi dengan masing-masing sisi sebagai berikut: 5, 5, 5, 5, 5, 5, 5, 5.
Tidak Mungkin
Kurang Mungkin
Mungkin
Sangat Mungkin
Pasti
1, 2, 3, 4, 6, 7, 8
-
-
-
5
Sisi 6 = muncul 8 kali = 8/8 = 1
e. Mengambil 1 bola secara acak dari tas.
Tidak Mungkin
Kurang Mungkin
Mungkin
Sangat Mungkin
Pasti
-
Putih dan biru
Kuning
Hijau
-
Bola hijau = 5/10
Bola kuning = 3/10
Bola putih = 1/10
Bola biru = 1/10
f. Mengambil 1 bola secara acak dari tas
Tidak Mungkin
Kurang Mungkin
Mungkin
Sangat Mungkin
Pasti
-
Merah, Ungu, dan Merah muda
Biru
Kuning
-
Bola kuning = 7/15
Bola biru = 5/15
Bola muda = 1/15
Bola merah = 1/15
Bola ungu = 1/15
Bencana alam yang akan terjadi di daerah Sulawesi Tengah.
Banyaknya Bencana Alam yang Terjadi Berdasarkan Desa/Kelurahan di Sulawesi Tengah