Rabu, 07 Oktober 2026

Kisi Kisi STS, Kamis 8 Oktober 2026

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Kisi-Kisi Sumatif Tengah 
Semester Ganjil

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama GuruYuyun Estika, S.Pd.
📅
Hari / TanggalKamis, 8 Oktober 2026
🎒
Fase / KelasC / 5
📝
KegiatanSumatif Tengah Semester (STS) Ganjil

📖 Kisi-Kisi STS Semester Ganjil

TIK · Bahasa Arab
🤲 Sapaan Ibu Guru

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi, anak Sholeh Sholehah! Bagaimana kabarnya hari ini?

Hari ini kita memulai Sumatif Tengah Semester (STS) yang akan berlangsung selama 1 minggu ke depan. ✨ Yuk, jadikan pekan ini pekan yang seru untuk menunjukkan hasil belajar kalian!

Ibu guru berharap anak Sholeh Sholehah selalu menjaga kesehatan dan belajar dengan giat, supaya memperoleh hasil yang memuaskan, aamiin. 🤲

📚 Kisi-Kisi STS

💻 Kisi-Kisi STS TIK

Pelajari materi TIK melalui tautan berikut ini ya!

👉 Buka Kisi-Kisi TIK

🕌 Kisi-Kisi STS Bahasa Arab

Ayo siapkan diri untuk Bahasa Arab dengan membuka tautan berikut!

👉 Buka Kisi-Kisi Bahasa Arab
🌟 Pesan Ibu Guru

Jangan lupa shalat 5 waktu dan selalu murojaah ya, Nak. Belajar dengan tenang, berdoa dengan tulus, dan kerjakan dengan jujur. Good Luck! 🩷

🌟📚🤲

Semangat terus, anak Sholeh Sholehah!

Setiap soal adalah kesempatan untuk menunjukkan hasil belajarmu. Tetap tenang, teliti, dan percaya diri, ya! Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan jujur. Kamu pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 06 Oktober 2026

Materi Ajar Matematika, Rabu 7 Oktober 2026

 Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka

Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Rabu, 7 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Matematika
💡
Materi
Pecahan: Membandingkan & Mengurutkan Pecahan (termasuk Pecahan Campuran)
⭐
Pertemuan Ke
14
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, yaitu pecahan. Sama seperti rezeki yang Allah bagikan secara adil kepada setiap makhluk sesuai bagiannya masing-masing, dalam pecahan kita juga belajar tentang "bagian" dari suatu keseluruhan, lalu membandingkan mana yang lebih besar atau lebih kecil. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌟

🔢 Mengenal Pecahan: Membandingkan & Mengurutkan Pecahan Campuran

Matematika · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bilangan)

Pada akhir Fase C, murid menunjukkan pemahaman bilangan (number sense) yang semakin luas: mereka mampu membandingkan dan mengurutkan berbagai bentuk pecahan, termasuk pecahan campuran, memahami hubungan antar pecahan melalui penyamaan penyebut, serta menggunakan pemahaman ini untuk menyelesaikan operasi hitung dan masalah sehari-hari yang melibatkan pecahan.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review KPK & FPB di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan kesiapan belajar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang perbandingan pecahan agar konsep lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MeaningfulBerdiskusi mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa menggunakan benda konkret (misalnya potongan kue atau kertas lipat) agar konsep terasa nyata.

MindfulBerlatih menyamakan penyebut dan membandingkan pecahan dengan simbol >, <, = secara teliti dan bertahap.

JoyfulBermain "Kartu Urutan Pecahan" berkelompok untuk berlatih mengurutkan pecahan sambil bergerak dan berdiskusi.

MeaningfulMengerjakan asesmen formatif secara mandiri sebagai bentuk refleksi pemahaman diri terhadap materi hari ini.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali konsep KPK dan FPB sebagai bekal memahami penyamaan penyebut pecahan.
  2. Murid dapat memahami konsep pecahan melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Murid dapat mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa dan sebaliknya melalui diskusi kelompok.
  4. Murid dapat menyamakan penyebut dua pecahan atau lebih dengan tepat.
  5. Murid dapat membandingkan dua pecahan menggunakan simbol >, <, atau = melalui permainan kartu pecahan.
  6. Murid dapat mengurutkan sekumpulan pecahan dari yang terkecil ke terbesar (atau sebaliknya) secara mandiri melalui asesmen formatif.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) – dipilih karena materi membandingkan dan mengurutkan pecahan lebih mudah dipahami murid ketika dihadapkan pada masalah kontekstual sehari-hari (misalnya membandingkan panjang tali atau berat bahan makanan).
Metode: tanya jawab, diskusi kelompok, permainan edukatif (kartu pecahan), dan latihan mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu KPK dan FPB.

  1. Tentukan KPK dari 4 dan 6.
  2. Tentukan FPB dari 12 dan 18.
  3. Berapakah KPK dari 8 dan 12?
  4. Berapakah FPB dari 24 dan 36?
  5. Bu Rina memiliki 15 apel dan 20 jeruk. Ia ingin membagi buah tersebut ke beberapa keranjang sama banyak tanpa sisa. Berapa jumlah keranjang paling banyak yang bisa dibuat Bu Rina?
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton dua video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video 1: Membandingkan Pecahan

🔗 Buka video di YouTube: Membandingkan Pecahan

🎥 Video 2: Mengurutkan Pecahan

🔗 Buka video di YouTube: Mengurutkan Pecahan

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang pecahan hari ini.

1️⃣ Mengubah Pecahan Campuran ↔ Pecahan Biasa

Pecahan campuran adalah gabungan bilangan bulat dan pecahan, misalnya 2 ¾. Untuk mengubahnya menjadi pecahan biasa: kalikan bilangan bulat dengan penyebut, lalu tambahkan pembilang, dan letakkan hasilnya di atas penyebut yang sama.

Contoh: 2 ¾ → (2 × 4) + 3 = 11, sehingga 2 ¾ = 11/4.
Sebaliknya, 11/4 → 11 ÷ 4 = 2 sisa 3, sehingga 11/4 = 2 ¾.

2️⃣ Menyamakan Penyebut Dua Pecahan atau Lebih

Agar dua pecahan bisa dibandingkan, penyebutnya harus sama. Caranya, cari KPK dari kedua penyebut, lalu kalikan pembilang dan penyebut masing-masing pecahan dengan bilangan yang sesuai.

Contoh: bandingkan 1/4 dan 1/6. KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
1/4 = 3/12, dan 1/6 = 2/12.

3️⃣ Membandingkan Dua Pecahan dengan Simbol >, <, =

Setelah penyebutnya sama, kita cukup membandingkan pembilangnya. Pembilang yang lebih besar menunjukkan pecahan yang lebih besar. Untuk pecahan campuran, bandingkan dulu bilangan bulatnya, baru bandingkan pecahannya jika bilangan bulatnya sama.

Contoh: 3/12 < 2/12? Salah, karena 3 > 2, maka 3/12 > 2/12, artinya 1/4 > 1/6.

4️⃣ Mengurutkan Sekumpulan Pecahan

Untuk mengurutkan beberapa pecahan sekaligus (termasuk pecahan campuran), samakan dulu semua penyebutnya, lalu bandingkan pembilangnya satu per satu untuk menentukan urutan dari yang terkecil ke terbesar (atau sebaliknya).

Contoh: urutkan 1/2, 2/3, 1/4. Samakan penyebut menjadi 12: 6/12, 8/12, 3/12.
Urutan dari terkecil: 1/4, 1/2, 2/3.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Bentuk pecahan biasa dari 2 ⅓ adalah …
    A. 7/3   B. 5/3   C. 6/3   D. 8/3
  2. Jika penyebut pecahan 3/4 disamakan menjadi 12, maka hasilnya adalah …
    A. 6/12   B. 9/12   C. 8/12   D. 10/12
  3. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah …
    A. 3/5 > 4/5   B. 2/3 < 1/3   C. 5/8 < 3/4   D. 7/10 > 3/4
  4. Urutan pecahan 1 ½, ¾, 1 ¼ dari yang terkecil ke terbesar adalah …
    A. 1 ¼, ¾, 1 ½   B. 1 ½, 1 ¼, ¾   C. ¾, 1 ½, 1 ¼   D. ¾, 1 ¼, 1 ½
  5. Kakak memiliki tali sepanjang 2 3/5 meter, sedangkan adik memiliki tali sepanjang 2 5/8 meter. Pernyataan yang benar adalah …
    A. Tali adik lebih panjang, karena 2 5/8 > 2 3/5   B. Tali kakak lebih panjang, karena 2 3/5 > 2 5/8   C. Kedua tali sama panjang   D. Tidak dapat dibandingkan

B. Isian Singkat

  1. Ubahlah pecahan campuran 3 ⅖ menjadi pecahan biasa = …
  2. Samakan penyebut pecahan 1/4 dan 1/6 menjadi penyebut yang sama, yaitu … dan …
  3. Susunlah pecahan berikut dari yang terbesar ke terkecil: 2/5, 1/2, 3/10 → …

C. Esai

  1. Ibu membeli 2 ¾ kg gula dan 1 ⅚ kg tepung terigu. Bandingkan kedua pecahan tersebut menggunakan simbol >, <, atau =. Jelaskan langkah-langkahmu menyamakan penyebut sebelum membandingkan!
  2. Tiga anak membawa botol air dengan isi masing-masing: Dimas 1 ⅓ liter, Sinta 1 ¼ liter, dan Rafi 1 5/12 liter. Urutkan isi botol dari yang paling sedikit ke paling banyak, lengkap dengan cara penyelesaiannya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa pecahan campuran dapat diubah menjadi pecahan biasa (dan sebaliknya) dengan cara yang mudah diingat. Untuk membandingkan dan mengurutkan pecahan, kunci utamanya adalah menyamakan penyebut terlebih dahulu, baru kemudian membandingkan pembilangnya menggunakan simbol >, <, atau =. Sama seperti Allah yang membagi rezeki secara adil dan tepat kepada setiap makhluk-Nya, kita pun perlu teliti dan adil dalam membagi serta membandingkan pecahan agar hasilnya tepat.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar pecahan hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan menentukan KPK dengan cepat, sehingga proses menyamakan penyebut menjadi lambat.
  • Murid cenderung tertukar antara membandingkan penyebut dan membandingkan pembilang.
  • Waktu diskusi kelompok kadang kurang karena murid asyik bermain kartu pecahan.

Tindak Lanjut

  • Memberikan tabel kelipatan sebagai alat bantu visual bagi murid yang masih lambat menentukan KPK.
  • Mengulang penjelasan dengan analogi sederhana (misalnya potongan pizza) agar konsep pembilang dan penyebut lebih mudah dipahami.
  • Menambah waktu permainan kelompok pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti pecahan yang harus disamakan penyebutnya agar bisa dibandingkan dengan tepat, teruslah menyamakan niat belajar dan ibadahmu setiap hari agar semakin baik. Jangan pernah bosan berlatih matematika, dan jangan lupa jaga shalat lima waktu, ya! Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan rajin beribadah. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Bahasa Indonesia, Rabu 7 Oktober 2026

  Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka

Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Rabu, 7 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
💡
Materi
Teks Naratif, Teks Deskriptif & Teks Prosedur
⭐
Pertemuan Ke
29
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan semangat belajar. Jangan lupa selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, salah satunya nikmat bisa membaca dan menulis dengan lancar.

Tahukah kalian, setiap hari kita bertemu dengan banyak jenis tulisan? Ada cerita yang membuat kita hanyut dalam kisahnya, ada gambaran yang membuat kita seolah melihat sendiri suatu benda, dan ada petunjuk langkah yang membantu kita melakukan sesuatu dengan benar. Nah, hari ini kita akan mengenal ketiganya: teks naratif, teks deskriptif, dan teks prosedur. Yuk, kita simak bersama-sama! 📚✨

📚 Mengenal Teks Naratif, Deskriptif, dan Prosedur

Bahasa Indonesia · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Membaca dan Memirsa/Menulis)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menganalisis berbagai jenis teks (naratif, deskriptif, prosedur, dan eksposisi sederhana) sesuai tujuan dan struktur penyusunnya, membandingkan ciri antarjenis teks, serta menulis teks sederhana dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat untuk mengungkapkan gagasan secara runtut dan jelas.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat membedakan teks naratif dan deskriptif, serta murid dapat menjelaskan teks prosedur.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review kalimat langsung & tidak langsung di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan kesiapan belajar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang teks naratif, deskriptif, dan prosedur agar konsep lebih mudah dan menyenangkan dipahami.

MeaningfulBerdiskusi membandingkan ciri-ciri teks naratif dan deskriptif melalui contoh bacaan sehari-hari agar konsep terasa nyata.

MindfulBerlatih menulis teks naratif atau deskriptif sederhana secara cermat dan bertahap sesuai ciri-cirinya.

JoyfulBermain kuis kelompok mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur sambil berdiskusi.

MeaningfulMengerjakan asesmen formatif secara mandiri sebagai bentuk refleksi pemahaman diri terhadap materi hari ini.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung sebagai bekal memahami berbagai jenis teks.
  2. Murid dapat memahami pengertian dan ciri-ciri teks naratif dan deskriptif melalui tayangan video pembelajaran.
  3. Murid dapat mengidentifikasi perbedaan teks naratif dan deskriptif dalam sebuah bacaan melalui diskusi kelompok.
  4. Murid dapat menulis teks naratif atau deskriptif sederhana sesuai ciri-cirinya secara mandiri.
  5. Murid dapat menjelaskan pengertian, tujuan, struktur, dan ciri kebahasaan teks prosedur melalui permainan kelompok.
  6. Murid dapat menjelaskan atau menceritakan kembali isi teks prosedur secara runtut melalui asesmen formatif mandiri.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena murid akan lebih mudah memahami perbedaan jenis-jenis teks ketika mereka menemukan sendiri ciri-cirinya melalui pengamatan video dan bacaan, bukan sekadar dijelaskan secara langsung.
Metode: tanya jawab, diskusi kelompok, permainan edukatif (kuis identifikasi teks), dan latihan menulis mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung.

  1. Ubahlah kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung: Ibu berkata, "Rapikan kamarmu sebelum berangkat sekolah!"
  2. Tentukan jenis kalimat berikut: Andi berkata bahwa ia akan datang lebih awal besok pagi.
  3. Perbaikilah tanda baca yang tepat pada kalimat langsung berikut: Guru berkata Ayo kerjakan tugas ini dengan teliti
  4. Ubahlah kalimat tidak langsung berikut menjadi kalimat langsung: Rina bertanya kepada temannya apakah ia sudah mengerjakan PR.
  5. Sebutkan satu ciri utama yang membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video 1: Teks Naratif dan Teks Deskriptif

🔗 Buka video di YouTube: Teks Naratif dan Teks Deskriptif

🎥 Video 2: Teks Prosedur

🔗 Buka video di YouTube: Teks Prosedur

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama beberapa hal penting tentang teks naratif, deskriptif, dan prosedur.

1️⃣ Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Naratif

Teks naratif adalah teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara urut berdasarkan waktu kejadian. Ciri-cirinya: memiliki tokoh, latar, dan alur cerita; disusun berdasarkan urutan waktu; serta bertujuan menghibur atau mendidik pembaca.

Contoh: "Pada suatu pagi, Rani berlari menuju sekolah karena takut terlambat mengikuti upacara."

2️⃣ Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Deskriptif

Teks deskriptif adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara rinci agar pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. Ciri-cirinya: menggunakan kata sifat yang detail, tidak memiliki alur cerita, dan berfokus pada penggambaran ciri-ciri objek.

Contoh: "Rumah itu berdinding kayu berwarna cokelat dengan atap seng yang sudah berkarat."

3️⃣ Perbedaan Teks Naratif dan Deskriptif

Cara mudah membedakannya: jika sebuah bacaan menceritakan kejadian yang berurutan dari waktu ke waktu, maka itu teks naratif. Jika bacaan hanya menggambarkan ciri-ciri suatu benda/tempat/orang tanpa ada rangkaian peristiwa, maka itu teks deskriptif.

Latihan: Bacalah sebuah paragraf bersama teman sebangku, lalu tentukan apakah paragraf tersebut naratif atau deskriptif dan sebutkan alasannya.

4️⃣ Menulis Teks Naratif atau Deskriptif Sederhana

Setelah memahami ciri-cirinya, murid berlatih menulis satu paragraf pendek bertema bebas (misalnya "Hewan peliharaanku" untuk teks deskriptif, atau "Liburanku yang berkesan" untuk teks naratif) sesuai ciri-ciri yang telah dipelajari.

5️⃣ Pengertian dan Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah untuk melakukan atau membuat sesuatu. Tujuannya agar pembaca dapat mengikuti tahapan tersebut secara tepat dan berhasil mencapai hasil yang diinginkan, misalnya cara membuat makanan, cara menggunakan alat, atau cara melakukan suatu permainan.

6️⃣ Struktur Teks Prosedur

Struktur teks prosedur terdiri atas tiga bagian: Tujuan (menjelaskan hasil yang akan dicapai), Alat/Bahan (daftar yang diperlukan), dan Langkah-langkah (urutan cara melakukan/membuat sesuatu).

Contoh: Tujuan: Membuat susu cokelat hangat. Alat/Bahan: susu bubuk, air panas, gelas, sendok. Langkah: Pertama, tuang air panas ke gelas. Kemudian, masukkan susu bubuk. Lalu, aduk hingga larut.

7️⃣ Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki ciri kebahasaan khas: kalimat perintah (misalnya "Campurkan tepung dengan gula!"), kata hubung urutan (pertama, kemudian, selanjutnya, terakhir), dan kata keterangan yang menjelaskan cara, alat, atau waktu (misalnya "aduk perlahan", "selama 5 menit").

8️⃣ Menceritakan Kembali Isi Teks Prosedur

Setelah memahami struktur dan ciri kebahasaannya, murid berlatih menjelaskan atau menceritakan kembali isi sebuah teks prosedur secara runtut, baik secara lisan di depan kelas maupun secara tertulis, dengan tetap memperhatikan urutan langkah yang benar.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Teks yang bertujuan menggambarkan suatu benda, tempat, atau orang secara rinci disebut teks …
    A. Deskriptif   B. Naratif   C. Prosedur   D. Eksposisi
  2. Struktur teks prosedur secara umum terdiri atas tujuan, alat/bahan, dan …
    A. Orientasi   B. Komplikasi   C. Langkah-langkah   D. Resolusi
  3. Kalimat perintah dalam teks prosedur biasanya digunakan untuk …
    A. Menceritakan tokoh   B. Menggambarkan suasana   C. Menyampaikan pendapat   D. Menyuruh pembaca melakukan sesuatu
  4. Bacalah kutipan berikut: "Ani berlari menuju sekolah karena takut terlambat mengikuti upacara." Kutipan tersebut merupakan ciri teks …
    A. Prosedur   B. Deskriptif   C. Naratif   D. Eksposisi
  5. Perhatikan dua kutipan berikut! Kutipan 1: "Pertama, panaskan wajan dengan api sedang." Kutipan 2: "Rambutnya ikal panjang tergerai indah menutupi bahunya." Perbedaan kedua kutipan tersebut adalah …
    A. Kutipan 1 teks naratif, kutipan 2 teks prosedur   B. Kutipan 1 teks prosedur, kutipan 2 teks deskriptif   C. Kutipan 1 dan 2 sama-sama teks naratif   D. Kutipan 1 teks deskriptif, kutipan 2 teks prosedur

B. Isian Singkat

  1. Teks yang menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu disebut teks …
  2. Bagian awal teks prosedur yang menjelaskan hasil yang akan dicapai disebut …
  3. Kata seperti "pertama", "kemudian", dan "terakhir" dalam teks prosedur berfungsi untuk menunjukkan …

C. Esai

  1. Bacalah cuplikan berikut: "Pagi itu, langit Desa Suka Maju tampak cerah. Rani bangun lebih awal dari biasanya karena hari ini adalah hari perlombaan lari yang ia nantikan." Jelaskan mengapa cuplikan tersebut termasuk teks naratif, bukan teks deskriptif! Sebutkan minimal dua alasan.
  2. Tuliskan langkah-langkah singkat cara membuat teks prosedur sederhana (misalnya cara membuat susu cokelat), lengkap dengan tujuan, alat/bahan, dan minimal tiga langkah menggunakan kalimat perintah!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa teks naratif menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu dan memiliki tokoh serta alur cerita, sedangkan teks deskriptif menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara rinci tanpa alur cerita. Sementara itu, teks prosedur berisi langkah-langkah yang harus diikuti secara berurutan, lengkap dengan tujuan, alat/bahan, dan ciri kebahasaan berupa kalimat perintah serta kata hubung urutan. Dengan memahami ketiga jenis teks ini, kita dapat membaca dan menulis berbagai bacaan dengan lebih tepat dan percaya diri.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar teks naratif, deskriptif, dan prosedur hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan membedakan teks naratif dan deskriptif jika kedua unsur (cerita dan gambaran) muncul dalam satu paragraf.
  • Murid cenderung lupa menggunakan kata hubung urutan saat menulis teks prosedur, sehingga langkah-langkahnya terasa meloncat.
  • Waktu diskusi kelompok kadang kurang karena murid asyik membahas contoh cerita yang mereka sukai.

Tindak Lanjut

  • Memberikan tabel perbandingan ciri-ciri sebagai alat bantu visual bagi murid yang masih kesulitan membedakan jenis teks.
  • Mengulang penjelasan kata hubung urutan dengan analogi sederhana (misalnya urutan membuat mi instan) agar lebih mudah dipahami.
  • Menambah waktu diskusi kelompok pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti teks prosedur yang harus diikuti langkah demi langkah dengan urutan yang benar, teruslah mengurutkan niat baikmu setiap hari: belajar dengan tekun, membaca dengan teliti, dan tidak lupa menjaga shalat lima waktu. Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan rajin beribadah. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Senin, 05 Oktober 2026

Materi Ajar Pancasila, Selasa 6 Oktober 2026

 Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka

Makna Nilai-Nilai Pancasila

Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Bangsa · Kelas V Sekolah Dasar

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Selasa, 6 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Pendidikan Pancasila
🌐
Materi
Makna Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Bangsa dan Negara
⭐
Pertemuan Ke
18
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan tetap semangat belajar. Setiap pagi kalian mengucap salam, bergotong royong membersihkan kelas, dan menghormati teman yang berbeda suku maupun agama. Tahukah kalian, semua kebiasaan baik itu ternyata bersumber dari nilai-nilai Pancasila yang menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia.

Pancasila bukan hanya lambang burung Garuda yang terpajang di dinding kelas, tetapi memiliki kedudukan yang sangat penting bagi bangsa dan negara kita. Pancasila adalah dasar negara, pandangan hidup bangsa, sekaligus ideologi bangsa dan negara. Sebagai umat beragama, kita juga meyakini bahwa nilai-nilai luhur seperti gotong royong, musyawarah, dan keadilan sejalan dengan ajaran agama yang mengajarkan kebaikan kepada sesama.

Hari ini kita akan belajar lebih dalam tentang makna Pancasila dalam tiga kedudukannya tersebut. Yuk, kita simak bersama-sama! 🌈✨

Makna Nilai-Nilai Pancasila

Pendidikan Pancasila · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Pancasila)

Pada akhir Fase C, murid mampu menguraikan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi bangsa dan negara, menjelaskan keterkaitan ketiga kedudukan tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Nilai-Nilai Pancasila di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali materi sebelumnya.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang makna Pancasila agar lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MindfulMengamati penjelasan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi secara teliti agar dapat membedakan ketiga kedudukan tersebut.

MeaningfulMencari contoh nyata penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat.

MeaningfulBerdiskusi kelompok untuk menguraikan keterkaitan ketiga kedudukan Pancasila dan menyajikan hasilnya dalam bentuk peta konsep sederhana.

JoyfulMengerjakan asesmen formatif melalui permainan tanya jawab kelompok "Roda Pancasila" agar suasana belajar tetap menyenangkan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebagai bekal memahami kedudukannya.
  2. Murid dapat memahami makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa melalui tayangan video pembelajaran.
  3. Murid dapat menjelaskan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi bangsa dan negara secara terpisah dan tepat.
  4. Murid dapat menemukan contoh nyata penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitarnya.
  5. Murid dapat menguraikan keterkaitan ketiga kedudukan Pancasila melalui diskusi dan peta konsep sederhana bersama kelompok.
  6. Murid dapat menunjukkan pemahamannya melalui kegiatan asesmen formatif dengan percaya diri dan bekerja sama.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) – dipilih karena murid diajak menganalisis contoh kasus atau peristiwa nyata di sekitarnya, lalu menghubungkannya dengan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi, sehingga pemahaman nilai menjadi lebih bermakna dan tidak sekadar hafalan.
Metode: ceramah bervariasi, tanya jawab, pengamatan video, diskusi kelompok pemecahan masalah, dan penugasan.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila.

  1. Sebutkan bunyi sila pertama Pancasila!
  2. Sebutkan salah satu contoh sikap yang mencerminkan sila kedua Pancasila!
  3. Nilai apa yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila?
  4. Jelaskan salah satu contoh penerapan nilai musyawarah di sekolah!
  5. Mengapa nilai keadilan penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Contoh: menolong teman yang kesulitan, tidak membeda-bedakan teman (jawaban lain yang relevan diterima).
  3. Nilai persatuan dan cinta tanah air, menjaga kerukunan antarsesama warga Indonesia.
  4. Contoh: memilih ketua kelas melalui musyawarah, membahas pendapat bersama sebelum mengambil keputusan kelas (jawaban lain yang relevan diterima).
  5. Karena keadilan membuat setiap orang mendapatkan hak yang sama, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, tertib, dan tidak ada yang dirugikan.
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Makna Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup, dan Ideologi Bangsa

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang makna Pancasila.

1️⃣ Pancasila sebagai Dasar Negara

Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi fondasi atau pedoman utama dalam menyelenggarakan pemerintahan dan bernegara. Artinya, semua peraturan dan undang-undang yang dibuat di Indonesia, mulai dari peraturan desa sampai undang-undang negara, tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Contoh sederhana: peraturan sekolah tentang toleransi antaragama dibuat sejalan dengan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

2️⃣ Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap, berpikir, dan berperilaku sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila menuntun kita dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan bermasyarakat.

Contoh sederhana: ketika ada perbedaan pendapat di kelas, murid membiasakan diri menyelesaikannya lewat musyawarah, bukan dengan bertengkar.

3️⃣ Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara

Sebagai ideologi, Pancasila merupakan kumpulan gagasan, cita-cita, dan keyakinan yang menjadi tujuan bersama bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, bersatu, dan sejahtera. Ideologi inilah yang membedakan Indonesia dengan negara lain.

Contoh sederhana: cita-cita bangsa Indonesia untuk hidup rukun di tengah banyaknya suku, agama, dan budaya adalah wujud dari ideologi Pancasila.

4️⃣ Keterkaitan Ketiga Kedudukan Pancasila

Ketiga kedudukan Pancasila tersebut saling berkaitan erat. Sebagai ideologi, Pancasila memuat cita-cita bangsa; cita-cita itu kemudian dituangkan menjadi dasar negara dalam bentuk peraturan dan undang-undang; dan pada akhirnya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pandangan hidup setiap warga negara.

Sederhananya: Pancasila adalah cita-cita (ideologi) → dituangkan menjadi aturan (dasar negara) → dipraktikkan dalam sikap sehari-hari (pandangan hidup). Ketiganya bersatu membangun bangsa Indonesia yang bersatu dan sejahtera. 🌈💪

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Pancasila menjadi pedoman utama dalam menyelenggarakan pemerintahan dan membuat undang-undang. Hal ini menunjukkan kedudukan Pancasila sebagai …
    A. Dasar negara   B. Lambang negara   C. Bahasa negara   D. Bendera negara
  2. Ketika seseorang menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari, hal ini menunjukkan kedudukan Pancasila sebagai …
    A. Dasar hukum   B. Ideologi tertutup   C. Pandangan hidup bangsa   D. Simbol negara
  3. Kumpulan gagasan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera disebut Pancasila sebagai …
    A. Ideologi bangsa dan negara   B. Dasar negara   C. Semboyan negara   D. Lambang negara
  4. Contoh sikap yang mencerminkan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam kehidupan sehari-hari adalah …
    A. Membuat undang-undang baru   B. Mengibarkan bendera merah putih   C. Menyelesaikan masalah kelas melalui musyawarah   D. Menghafal teks Pancasila
  5. Perhatikan pernyataan berikut: (1) Pancasila memuat cita-cita bangsa (2) Cita-cita itu dituangkan menjadi peraturan negara (3) Peraturan tersebut diwujudkan dalam sikap sehari-hari (4) Sikap sehari-hari tidak berkaitan dengan cita-cita bangsa. Urutan yang tepat menunjukkan keterkaitan ideologi, dasar negara, dan pandangan hidup Pancasila adalah …
    A. (1), (2), dan (3)   B. (2), (3), dan (4)   C. (1), (3), dan (4)   D. (4), (2), dan (1)

B. Isian Singkat

  1. Kedudukan Pancasila yang menjadi fondasi dalam membuat peraturan dan undang-undang di Indonesia disebut Pancasila sebagai …
  2. Pancasila yang menjadi pedoman sikap dan perilaku warga negara dalam kehidupan sehari-hari disebut Pancasila sebagai …
  3. Cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera merupakan wujud Pancasila sebagai …

C. Esai

  1. Jelaskan dengan bahasamu sendiri perbedaan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara!
  2. Seorang murid selalu bermusyawarah saat memilih ketua kelompok, berdoa sesuai agamanya masing-masing, dan menolong teman tanpa membeda-bedakan suku. Menurutmu, sikap tersebut menunjukkan penerapan nilai Pancasila dalam kedudukan apa saja? Jelaskan keterkaitannya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. A   2. C   3. A   4. C   5. A

Isian Singkat

  1. Dasar negara
  2. Pandangan hidup (bangsa)
  3. Ideologi bangsa dan negara

Esai

  1. Dasar negara: Pancasila menjadi pedoman dalam membuat peraturan dan undang-undang negara. Pandangan hidup: Pancasila menjadi pedoman sikap dan perilaku warga negara sehari-hari. Ideologi: Pancasila berisi cita-cita dan tujuan bersama bangsa Indonesia. (Penilaian berdasarkan ketepatan penjelasan murid dengan bahasanya sendiri)
  2. Bermusyawarah menunjukkan Pancasila sebagai pandangan hidup (sila keempat); berdoa sesuai agama menunjukkan pandangan hidup sekaligus dasar negara yang menjamin kebebasan beragama (sila pertama); menolong tanpa membeda-bedakan suku menunjukkan pandangan hidup dan cita-cita persatuan (ideologi, sila ketiga). Ketiganya saling berkaitan karena cita-cita bangsa (ideologi) dijamin dalam aturan negara (dasar negara) dan dipraktikkan dalam sikap sehari-hari (pandangan hidup). (Jawaban lain yang relevan dan logis dapat diterima)
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa Pancasila memiliki tiga kedudukan penting, yaitu sebagai dasar negara (pedoman membuat peraturan dan undang-undang), pandangan hidup bangsa (pedoman sikap dan perilaku sehari-hari), dan ideologi bangsa dan negara (cita-cita bersama bangsa Indonesia). Ketiga kedudukan tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, karena cita-cita bangsa dituangkan menjadi aturan negara, lalu diwujudkan dalam sikap kita sehari-hari. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia agar tetap rukun, adil, dan sejahtera.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar makna nilai-nilai Pancasila hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan membedakan istilah "dasar negara", "pandangan hidup", dan "ideologi" karena konsepnya cukup abstrak untuk usia SD.
  • Murid cenderung menghafal definisi tanpa memahami contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Waktu diskusi kelompok untuk menyusun peta konsep keterkaitan ketiga kedudukan Pancasila kadang kurang karena materi cukup padat.

Tindak Lanjut

  • Menggunakan analogi sederhana (misalnya "cita-cita → aturan → sikap sehari-hari") dan gambar perbandingan agar ketiga istilah lebih mudah dibedakan.
  • Memperbanyak contoh konkret dari kehidupan sehari-hari murid, bukan hanya definisi teoretis, agar pemahaman lebih bermakna.
  • Menambah alokasi waktu diskusi pada pertemuan berikutnya atau memberi tugas lanjutan berupa pengamatan penerapan nilai Pancasila di rumah.
🌐💪

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti Pancasila yang menyatukan seluruh bangsa Indonesia, teruslah menjaga persatuan dengan teman-temanmu, hormatilah perbedaan, dan amalkan nilai-nilai kebaikan setiap hari. Jangan lupa jaga shalat lima waktu dan selalu berbuat baik kepada sesama, ya! Allah menyayangi anak-anak yang cinta persatuan dan gemar berbuat baik. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.