Rabu, 21 Oktober 2026

Materi Ajar Senirupa, Kamis 22 Oktober 2026

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
🎨
Mata Pelajaran
Seni Rupa
📅
Hari / Tanggal
Kamis, 22 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas 5
💡
Materi
Makrame: Pengertian dan Simpul Dasar
⭐
Pertemuan Ke
16
🧠 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba perhatikan jari-jari tanganmu. Dengan tangan, kita bisa menulis, menggambar, dan membuat karya indah. Allah Maha Pencipta, Dzat yang menciptakan kita lengkap dengan anggota tubuh yang sempurna. Allah Maha Indah, Dzat yang menyukai keindahan dan mengajarkan kita untuk menghargai karya yang indah.

Nah, hari ini kita akan berkarya dengan tali melalui makrame, yaitu seni menyimpul tali menjadi hiasan yang cantik. Yuk, kita gunakan tangan kita untuk berkarya sebagai wujud syukur! Kita simak bersama-sama penjelasannya! 🧶🎨

🧶 Makrame: Pengertian dan Simpul Dasar

Seni Rupa · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Mata Pelajaran Seni Rupa)

Pada akhir Fase C, murid mampu mengamati dan mengenali ciri berbagai karya seni rupa, bereksplorasi dengan alat, bahan, dan teknik sederhana, serta menciptakan karya yang bermakna. Murid juga dapat menyampaikan pengalaman dan pemahamannya tentang karya yang dibuat, termasuk karya kriya dari tali seperti makrame.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat:

  1. Menjelaskan pengertian makrame dengan bahasa sendiri, setelah melalui proses pengamatan secara aktif.
  2. Mengenal jenis simpul dasar makrame melalui praktik sederhana.

Rincian pelaksanaan dalam kegiatan belajar:

MindfulMengerjakan 5 soal review Ritme di awal pembelajaran dengan tenang dan fokus.

JoyfulMenonton video pembelajaran makrame dan mengamati contoh karyanya dengan penuh rasa ingin tahu.

MeaningfulMenjelaskan pengertian makrame dengan kata-kata sendiri dan menyebutkan alat serta bahannya.

MindfulMengamati dan mengidentifikasi jenis simpul dasar makrame dengan teliti.

JoyfulMempraktikkan simpul dasar dengan tali bersama teman sambil berbagi tips.

MeaningfulMempresentasikan pemahaman tentang makrame beserta simpul yang dipraktikkan, lalu mengerjakan asesmen formatif.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas materi ritme sebagai bekal mengenali pola berulang pada karya seni.
  2. Murid dapat mengamati contoh karya makrame dan mengidentifikasi ciri-cirinya.
  3. Murid dapat menjelaskan pengertian makrame dengan bahasa sendiri serta menyebutkan alat dan bahannya.
  4. Murid dapat mengidentifikasi jenis simpul dasar dalam makrame.
  5. Murid dapat mempraktikkan salah satu simpul dasar makrame secara sederhana.
  6. Murid dapat mempresentasikan pemahaman tentang makrame beserta contoh simpul yang dipraktikkan.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Project Based Learning (PjBL) sederhana – murid belajar melalui kegiatan mengamati, mencoba, dan menghasilkan karya simpul nyata, lalu mempresentasikannya.
Metode: pengamatan, tanya jawab, demonstrasi, praktik langsung, diskusi berpasangan, dan presentasi.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk materi baru, ayo kerjakan dulu soal berikut untuk mengingat pertemuan sebelumnya, yaitu Ritme.

  1. Apa yang dimaksud dengan ritme dalam seni rupa?
  2. Sebutkan dua unsur seni rupa yang dapat diulang untuk membuat ritme!
  3. Perhatikan pola: lingkaran, segitiga, lingkaran, segitiga, lingkaran, …. Bentuk berikutnya adalah …
  4. Sebutkan satu contoh benda di sekitarmu yang memiliki ritme!
  5. Jika kamu menggambar garis zig-zag yang sama berulang di tepi kertas, kamu sedang membuat …
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ritme adalah pengulangan unsur seni rupa secara teratur.
  2. Contoh: garis, bentuk, atau warna (jawaban lain yang sesuai boleh diterima).
  3. Segitiga.
  4. Contoh: kain batik, ubin lantai, pagar, atau jendela berjajar (jawaban lain yang sesuai boleh diterima).
  5. Ritme (pola yang berulang).
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video Pembelajaran

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari pelajari enam kegiatan penting tentang makrame.

1️⃣ Mengamati Contoh Karya Makrame dan Ciri-cirinya

Amati karya makrame seperti hiasan dinding, gantungan pot tanaman, atau tas tali. Perhatikan gambar berikut.

simpul yang diulang teratur = ritme

Ciri-ciri karya makrame:
• dibuat dari tali, tanpa dijahit
• tali dirangkai dengan simpul-simpul
• sering ada rumbai (ujung tali yang menjuntai)
• simpulnya berulang sehingga membentuk pola yang berirama

2️⃣ Pengertian Makrame dengan Kata-kata Sendiri

Makrame adalah seni kerajinan membuat karya dari tali dengan cara disimpul atau diikat, tanpa dijahit atau dirajut. Dengan simpul yang berbeda dan dirangkai berulang, tali biasa bisa menjadi karya yang indah dan berguna.

Contoh penjelasan dengan bahasa sendiri: "Makrame adalah membuat hiasan dari tali yang diikat-ikat sampai membentuk pola yang cantik." Coba tulis versimu sendiri di buku!

3️⃣ Alat dan Bahan Membuat Makrame

Siapkan alat dan bahan berikut sebelum berkarya:

🧵
Tali katun / kur
🌿
Kayu / ranting
✂️
Gunting
📏
Penggaris
📿
Manik-manik (hiasan)

Bahan: tali katun, tali kur, atau tali rafia; kayu atau ranting; manik-manik sebagai hiasan (boleh ada, boleh tidak).
Alat: gunting untuk memotong tali dan penggaris untuk mengukur panjang tali.

4️⃣ Jenis Simpul Dasar Makrame

Ada tiga simpul dasar yang sering dipakai dalam makrame:

a) Simpul kepala: simpul untuk memasang tali pada kayu di bagian atas karya.
b) Simpul pipih: simpul datar yang dibuat dari 4 tali. Ini simpul yang paling sering dipakai.
c) Simpul spiral: simpul pipih yang hanya diulang ke satu arah sehingga tali memutar seperti ulir.

5️⃣ Praktik Simpul Pipih Sederhana

Pasang dua tali pada kayu dengan simpul kepala sehingga ada 4 ujung tali, beri nomor 1, 2, 3, 4 dari kiri ke kanan. Tali 1 dan 4 adalah tali kerja, tali 2 dan 3 adalah tali tengah.

12341234SebelumSesudah: 1 simpul pipihungu = tali kerja (1 dan 4) · kuning = tali tengah (2 dan 3)

Langkah-langkah:
1. Letakkan tali 1 menyilang di atas tali 2 dan 3, sehingga bentuknya seperti angka 4.
2. Letakkan tali 4 di atas tali 1, lewatkan di bawah tali 3 dan 2, lalu keluarkan ke atas lewat lingkaran di sisi kiri.
3. Tarik tali 1 dan 4 ke kanan dan kiri sampai kencang.
4. Lakukan kebalikannya: tali 4 menyilang di atas tali 3 dan 2, tali 1 di atas tali 4, lewat bawah tali 2 dan 3, lalu keluar lewat lingkaran sisi kanan.
5. Tarik kencang. Selesai satu simpul pipih. Ulangi agar terbentuk ritme!

6️⃣ Mempresentasikan Pemahaman tentang Makrame

Saat presentasi, sampaikan secara urut: (1) pengertian makrame dengan kata-katamu sendiri, (2) alat dan bahan yang digunakan, (3) simpul yang kamu praktikkan beserta langkahnya, (4) perasaan dan kesulitan yang kamu alami.

Contoh: "Makrame adalah hiasan dari tali yang disimpul. Aku memakai tali katun, kayu, dan gunting. Aku mencoba simpul pipih dengan 4 tali. Awalnya sulit menarik tali, tetapi setelah dicoba berkali-kali jadi rapi."

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu! Soal disusun dari yang mudah, sedang, hingga sukar.

A. Pilihan Ganda

  1. Makrame adalah seni membuat karya dari tali dengan cara …
    A. dilukis   B. dicetak   C. disimpul   D. digunting
  2. Bahan utama yang digunakan untuk membuat makrame adalah …
    A. kertas   B. tali   C. cat   D. tanah liat
  3. Simpul yang digunakan untuk memasang tali pada kayu adalah simpul …
    A. pipih   B. spiral   C. mati   D. kepala
  4. Pada simpul pipih yang dibuat dari 4 tali, yang disebut tali tengah adalah tali nomor …
    A. 2 dan 3   B. 1 dan 4   C. 1 dan 2   D. 3 dan 4
  5. Dina membuat beberapa simpul pipih berjajar dengan jarak sama pada hiasan dinding sehingga tampak teratur. Pengulangan teratur tersebut menunjukkan unsur …
    A. ritme   B. kontras   C. gradasi   D. proporsi

B. Isian Singkat

  1. Kerajinan dari tali yang dibuat dengan cara disimpul tanpa dijahit disebut …
  2. Simpul yang dipakai pertama kali untuk memasang tali pada kayu disebut simpul …
  3. Pada simpul pipih, tali nomor 1 dan 4 disebut tali …, sedangkan tali nomor 2 dan 3 disebut tali …

C. Esai

  1. Jelaskan pengertian makrame dengan kata-katamu sendiri, lalu sebutkan 3 alat atau bahan yang diperlukan!
  2. Ceritakan langkah membuat satu simpul pipih sederhana, mulai dari memasang tali pada kayu sampai simpul ditarik kencang. Jelaskan juga mengapa simpul yang diulang membuat hiasan makrame tampak berirama!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. C   2. B   3. D   4. A   5. A

Isian Singkat

  1. makrame
  2. kepala
  3. kerja; tengah

Esai

  1. Makrame adalah seni kerajinan dari tali yang dibuat dengan cara disimpul tanpa dijahit. Contoh alat dan bahan: tali katun, kayu/ranting, gunting (boleh juga penggaris atau manik-manik).
  2. Contoh jawaban: pasang dua tali pada kayu dengan simpul kepala sehingga ada 4 tali. Tali 1 disilangkan di atas tali 2 dan 3, tali 4 dilewatkan di atas tali 1, di bawah tali 3 dan 2, lalu keluar lewat lingkaran kiri dan ditarik kencang. Lakukan kebalikannya di sisi kanan, lalu tarik kencang. Simpul yang diulang dengan jarak dan bentuk sama membentuk pola berulang yang teratur, itulah yang membuat karya tampak berirama (ritme).
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa makrame adalah seni kerajinan dari tali yang dibuat dengan cara disimpul, tanpa dijahit. Alat dan bahannya sederhana, yaitu tali, kayu, dan gunting. Tiga simpul dasarnya adalah simpul kepala, simpul pipih, dan simpul spiral. Jika simpul diulang secara teratur, karya akan tampak berirama dan indah. Dengan berlatih sabar dan teliti, tali sederhana dapat menjadi karya yang bermanfaat.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar dan berkarya makrame hari ini? Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

  • Tali menjadi kusut atau terlalu pendek sehingga simpul sulit diselesaikan.
  • Murid tertukar urutan tali saat membuat simpul pipih.
  • Simpul masih longgar atau tidak rapi karena tarikan tali belum merata.
  • Waktu praktik terbatas sehingga tidak semua murid sempat presentasi.

Tindak Lanjut

  • Menyiapkan tali dengan panjang cukup (sekitar 1 meter) dan mengikat ujung tali dengan selotip agar tidak kusut.
  • Memberi nomor tali dengan penanda warna dan mendemonstrasikan langkah secara pelan di depan kelas.
  • Melatih tarikan tali secara bersama-sama dan memberi kesempatan mengulang simpul hingga rapi.
  • Mengatur presentasi bergantian dalam kelompok kecil dengan batas waktu yang jelas.
🌟🧶🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Seperti simpul makrame yang dibuat sabar dan berulang hingga menjadi karya indah, belajar pun dilakukan sedikit demi sedikit dengan tekun. Kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Pancasila, Kamis 22 Oktober 2026

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar 🇮🇩

IDENTITAS
👩‍🏫
Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
🇳🇩
Mata Pelajaran
Pendidikan Pancasila
📅
Hari / Tanggal
Kamis, 22 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas 5
💡
Materi
Bentuk-Bentuk Norma, Hak, dan Kewajiban sebagai Anggota Keluarga, Warga Sekolah, dan Warga Negara
⭐
Pertemuan Ke
18
🧠 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa, ya, anak-anak. Shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim, dan Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

Allah Maha Khaliq, Zat yang menciptakan kita. Allah tidak hanya menciptakan kita sebagai manusia, tetapi juga membekali kita dengan akal dan hati nurani agar mampu membedakan perbuatan yang baik dan yang buruk. Hati nurani inilah yang menuntun kita menaati norma.

Allah Maha Malik, Zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah memelihara kita melalui orang tua di rumah, guru di sekolah, dan pemimpin di negara, serta menurunkan aturan agar hidup kita tertib dan aman. Karena itu, kita wajib menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.

Allah Maha Razaq, Zat yang memberi rezeki. Makanan, kasih sayang, kesehatan, dan kesempatan belajar yang kita terima adalah rezeki dari Allah. Dalam kehidupan bersama, rezeki itu kita kenal sebagai hak. Cara kita bersyukur adalah dengan menjalankan kewajiban dan menghormati hak orang lain.

Kemarin, anak-anak sudah mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Nah, hari ini kita akan belajar tentang norma, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! ⚖️🏠🏫

⚖️ Norma, Hak, dan Kewajiban

Pendidikan Pancasila · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2025/2026 – Fase C, Elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945)

Pada akhir Fase C, murid mampu mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan UUD 1945; serta mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya di lingkungan keluarga dan sekolah.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara.

Rincian pelaksanaan dalam kegiatan belajar:

MindfulMengerjakan 5 soal review tentang nilai-nilai Pancasila di awal pembelajaran dengan tenang dan fokus.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang norma, hak, dan kewajiban.

MeaningfulMenemukan pengertian norma, hak, dan kewajiban serta empat bentuk norma dari contoh kehidupan sehari-hari.

MindfulMencermati dan mengidentifikasi hak dan kewajiban di keluarga, sekolah, dan negara dengan teliti.

JoyfulBermain "Kartu Cocokkan" berkelompok: memasangkan kartu hak dengan kartu kewajiban yang sesuai.

MeaningfulMenyajikan hasil identifikasi dalam laporan/presentasi kelompok, lalu mengerjakan asesmen formatif sebagai refleksi diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas nilai-nilai Pancasila sebagai bekal memahami norma, hak, dan kewajiban.
  2. Murid dapat memahami gambaran umum norma, hak, dan kewajiban melalui video pembelajaran.
  3. Murid dapat menjelaskan pengertian norma, hak, dan kewajiban serta bentuk-bentuk norma (agama, kesusilaan, kesopanan, hukum).
  4. Murid dapat mengidentifikasi hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara.
  5. Murid dapat memasangkan hak dengan kewajiban yang sesuai melalui permainan kartu berkelompok.
  6. Murid dapat menyajikan hasil identifikasi norma, hak, dan kewajiban dalam laporan/presentasi kelompok.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Cooperative Learning tipe Group Investigation – murid berkelompok menyelidiki, mencatat, dan menyajikan temuan tentang norma, hak, dan kewajiban di sekitarnya.
Metode: tanya jawab, diskusi kelompok, permainan kartu, presentasi, dan penugasan.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk materi baru, ayo kerjakan dulu soal berikut untuk mengingat pertemuan sebelumnya, yaitu Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila.

  1. Sila pertama Pancasila berbunyi …
  2. Bintang pada lambang Pancasila melambangkan sila ke-…
  3. Bermusyawarah untuk memilih ketua kelas adalah contoh pengamalan sila ke-…
  4. Membantu teman yang sedang kesulitan belajar mencerminkan nilai sila ke-… (sebutkan bunyinya)
  5. Sebutkan satu contoh perilaku yang menunjukkan nilai persatuan di sekolah!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

Ayo tonton video pembelajaran berikut sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video Pembelajaran

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari pelajari lima hal penting berikut.

1️⃣ Pengertian Norma, Hak, dan Kewajiban

📜
Norma
Aturan atau pedoman tentang perilaku yang baik dan benar dalam kehidupan bersama. Contoh: mengucapkan salam saat bertemu guru.
🎁
Hak
Sesuatu yang boleh kita terima atau miliki. Contoh: hak mendapat kasih sayang dan pendidikan.
💪
Kewajiban
Sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab. Contoh: mengerjakan tugas sekolah.

Hak dan kewajiban ibarat timbangan: keduanya harus seimbang. Kalau kita ingin mendapat hak, kita juga harus menjalankan kewajiban.

2️⃣ Bentuk-Bentuk Norma di Keluarga dan Sekolah

🕌
Norma Agama
Aturan dari ajaran agama. Contoh: berdoa sebelum belajar; beribadah bersama keluarga.
❤️
Norma Kesusilaan
Aturan dari hati nurani tentang baik dan buruk. Contoh: jujur saat ulangan; mengembalikan barang yang ditemukan.
🙏
Norma Kesopanan
Aturan sopan santun. Contoh: mencium tangan orang tua; berkata "tolong" dan "terima kasih"; mengantre.
⚖️
Norma Hukum
Aturan tertulis dengan sanksi tegas. Contoh: tata tertib sekolah; mematuhi rambu lalu lintas.

Norma membuat keluarga dan sekolah menjadi tertib, aman, dan nyaman. Melanggar norma ada akibatnya, misalnya ditegur, dinasihati, atau dikenai sanksi.

3️⃣ Hak dan Kewajiban sebagai Anggota Keluarga dan Warga Sekolah

🏠 Anggota Keluarga

HakKewajiban
Mendapat kasih sayang dan perlindunganMenyayangi dan menghormati orang tua
Mendapat makanan, pakaian, dan tempat tinggalMembantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan
Mendapat pendidikan dan kesehatanBelajar dengan rajin dan menjaga nama baik keluarga

🏫 Warga Sekolah

HakKewajiban
Mendapat pelajaran dan bimbingan guruMenaati tata tertib dan datang tepat waktu
Menyampaikan pendapat dengan sopanMenghormati guru dan menghargai teman
Menggunakan fasilitas sekolahMenjaga kebersihan dan merawat fasilitas sekolah

4️⃣ Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara

Warga negara adalah orang yang berkedudukan sebagai anggota suatu negara, yaitu Indonesia. Hak dan kewajiban warga negara diatur dalam UUD 1945.

HakKewajiban
Mendapat pendidikan yang layakMenaati hukum dan peraturan yang berlaku
Mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layakMembayar pajak (bagi yang sudah berpenghasilan)
Beribadah sesuai agama dan kepercayaanIkut serta membela dan menjaga negara
Menyampaikan pendapat dan dilindungi hukumMenghormati hak orang lain dan menjaga persatuan

5️⃣ Menyajikan Hasil Identifikasi (Laporan/Presentasi Kelompok)

Bentuklah kelompok 4–5 orang. Identifikasi norma, hak, dan kewajiban di rumah, sekolah, dan negara, lalu sajikan dengan langkah berikut:

  1. Menentukan lingkungan yang diamati (keluarga, sekolah, atau negara).
  2. Mencatat hasilnya dalam tabel: Norma – Hak – Kewajiban.
  3. Menyusun laporan singkat berisi judul, tabel, dan kesimpulan.
  4. Mempresentasikan dengan suara jelas dan bergantian.
  5. Menanggapi pertanyaan dan masukan dari kelompok lain dengan sopan.

Contoh: Di sekolah → Norma: tidak berisik saat belajar. Hak: belajar dengan nyaman. Kewajiban: menjaga ketenangan kelas.

📝 Penutup: Asesmen Formatif

Kerjakan soal berikut dengan jujur dan teliti. Soal disusun dari yang mudah, sedang, hingga sukar. Semangat! 💪

A. Pilihan Ganda (pilih jawaban yang paling tepat)

  1. Aturan yang menjadi pedoman perilaku dalam kehidupan bersama disebut …
    A. Hukuman
    B. Hadiah
    C. Norma
    D. Hak
  2. Berdoa sebelum belajar sesuai agama dan kepercayaan termasuk norma …
    A. agama
    B. hukum
    C. kesopanan
    D. kesusilaan
  3. Berikut ini yang termasuk kewajiban anggota keluarga adalah …
    A. Mendapat kasih sayang
    B. Mendapat uang jajan
    C. Bermain sepuasnya
    D. Membantu pekerjaan rumah
  4. Hak warga negara yang diatur dalam UUD 1945 adalah …
    A. Membayar pajak
    B. Mendapat pendidikan yang layak
    C. Menaati hukum
    D. Membela negara
  5. Rani selalu menuntut kelas yang bersih, tetapi tidak mau ikut piket. Sikap yang tepat bagi Rani adalah …
    A. Tetap menuntut karena hak lebih penting daripada kewajiban
    B. Ikut piket agar hak dan kewajibannya seimbang
    C. Menyuruh teman lain yang piket
    D. Tidak peduli pada kebersihan kelas

B. Isian Singkat

  1. Sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab disebut ….
  2. Menaati rambu lalu lintas dan tata tertib sekolah termasuk norma ….
  3. Jujur saat ulangan karena takut merasa bersalah, sesuai hati nurani, termasuk norma ….

C. Esai

  1. Sebutkan dua hak dan dua kewajibanmu sebagai warga sekolah!
  2. Mengapa hak dan kewajiban harus dijalankan secara seimbang? Jelaskan dengan satu contoh di rumah, sekolah, atau negara!
🔑 Kunci Jawaban Pilihan Ganda
🔑 Kunci Jawaban Isian
🔑 Kunci Jawaban Esai
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa norma adalah aturan yang mengatur perilaku, terdiri dari norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum. Hak adalah sesuatu yang boleh kita terima, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan. Sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara, kita memiliki hak dan kewajiban yang harus berjalan seimbang. Hasil identifikasinya dapat kita sajikan dalam laporan atau presentasi kelompok.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar norma, hak, dan kewajiban hari ini? Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

  • Murid masih tertukar antara norma kesopanan dan norma kesusilaan.
  • Murid sulit membedakan hak dan kewajiban pada contoh yang mirip.
  • Diskusi dan permainan kartu membuat suasana kelas ramai.
  • Sebagian murid kurang percaya diri saat presentasi.

Tindak Lanjut

  • Memberi contoh perilaku nyata dan meminta murid menentukan jenis normanya.
  • Menyediakan tabel pembeda "Hak = menerima" dan "Kewajiban = melakukan".
  • Menetapkan aturan permainan, pembagian peran, dan batas waktu yang jelas.
  • Melatih presentasi berpasangan dan memberi apresiasi pada setiap keberanian murid.
🌟🇮🇩🤲

Semangat terus, anak-anak hebat!

Warga yang baik tahu hak dan selalu menjalankan kewajibannya. Mulailah dari rumah dan sekolah. Kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 20 Oktober 2026

Materi Ajar Matematika, Rabu 21 Oktober 2026

  Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka

Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
📚
Mata Pelajaran
Matematika
📅
Hari / Tanggal
Rabu, 21 Oktober 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas 5
💡
Materi
Pecahan (Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan)
⭐
Pertemuan Ke
14
🧠 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba bayangkan kita membagi sebuah kue untuk keluarga. Ada yang mendapat setengah bagian, ada yang seperempat, dan semuanya dibagi dengan adil. Allah Maha Adil, Dzat yang menetapkan segala sesuatu dengan seimbang dan sesuai porsinya. Allah Maha Pemberi Rezeki, Dzat yang membagikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan, yaitu cara menggabungkan dan mengambil bagian dari suatu keseluruhan dengan tepat. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🍰➕➖

➕➖ Penjumlahan & Pengurangan Pecahan

Matematika · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bilangan)

Pada akhir Fase C, murid mampu memahami dan menggunakan berbagai bentuk bilangan, termasuk pecahan. Murid dapat membandingkan, mengurutkan, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan (berpenyebut sama maupun berbeda, termasuk pecahan campuran), lalu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Rincian pelaksanaan dalam kegiatan belajar:

MindfulMengerjakan 5 soal review KPK & FPB di awal pembelajaran dengan tenang dan fokus.

JoyfulMenonton video pembelajaran penjumlahan dan pengurangan pecahan.

MeaningfulMenyamakan penyebut dengan KPK menggunakan model batang pecahan agar konsepnya terlihat nyata.

MindfulBerlatih menjumlahkan dan mengurangkan pecahan secara teliti, langkah demi langkah.

JoyfulBermain "Kartu Pecahan" berkelompok: menarik dua kartu lalu menjumlahkan atau mengurangkannya.

MeaningfulMenyelesaikan soal cerita sehari-hari dan asesmen formatif sebagai refleksi pemahaman diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas KPK dan FPB sebagai bekal menyamakan penyebut.
  2. Murid dapat memahami konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan melalui video pembelajaran.
  3. Murid dapat menyamakan penyebut pecahan dengan benar menggunakan KPK.
  4. Murid dapat menjumlahkan dan mengurangkan pecahan berpenyebut sama maupun berbeda, termasuk pecahan campuran.
  5. Murid dapat berlatih operasi pecahan secara menyenangkan melalui permainan kartu pecahan.
  6. Murid dapat menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) – murid belajar dari masalah nyata, misalnya menakar bahan kue atau membagi air minum.
Metode: tanya jawab, demonstrasi dengan model batang, diskusi kelompok, permainan kartu pecahan, dan latihan mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk materi baru, ayo kerjakan dulu soal berikut untuk mengingat pertemuan sebelumnya, yaitu KPK dan FPB.

  1. Tentukan KPK dari 6 dan 8.
  2. Tentukan FPB dari 12 dan 30.
  3. Berapakah KPK dari 3, 4, dan 6?
  4. Berapakah FPB dari 24 dan 40?
  5. Lampu A menyala setiap 6 detik dan lampu B setiap 8 detik. Jika keduanya menyala bersamaan sekarang, setelah berapa detik keduanya menyala bersamaan lagi?
🔑 Lihat Kunci Jawaban
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video Pembelajaran

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari pelajari empat hal penting tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan.

1️⃣ Menyamakan Penyebut Sebelum Menjumlah atau Mengurang

Pecahan hanya bisa dijumlah atau dikurang jika penyebutnya sama, seperti potongan kue yang ukurannya sama. Caranya: cari KPK dari penyebut-penyebutnya, lalu kalikan pembilang dan penyebut tiap pecahan dengan bilangan yang sesuai.

1/2 = 3/61/3 = 2/63/6 + 2/6 = 5/6

Contoh: 1/2 dan 1/3. KPK dari 2 dan 3 adalah 6.
1/2 = (1×3)/(2×3) = 3/6 dan 1/3 = (1×2)/(3×2) = 2/6.

2️⃣ Menjumlahkan Dua Pecahan atau Lebih

Penyebut sama: jumlahkan pembilangnya, penyebut tetap. Penyebut berbeda: samakan penyebut dulu, baru jumlahkan pembilangnya. Untuk pecahan campuran, jumlahkan bilangan bulatnya dan pecahannya secara terpisah.

a) 2/7 + 3/7 = 5/7
b) 1/2 + 1/3 = 3/6 + 2/6 = 5/6
c) 1/2 + 1/3 + 1/6 = 3/6 + 2/6 + 1/6 = 6/6 = 1
d) 1 1/2 + 2 1/3 = 1 3/6 + 2 2/6 = 3 5/6
e) 1 3/4 + 2 1/2 = 1 3/4 + 2 2/4 = 3 5/4 = 4 1/4 (5/4 diubah jadi 1 1/4)

3️⃣ Mengurangkan Dua Pecahan (termasuk Pecahan Campuran)

Caranya sama: samakan penyebut dulu, lalu kurangkan pembilangnya. Pada pecahan campuran, jika pecahan pertama lebih kecil dari pecahan kedua, pinjam 1 dari bilangan bulatnya (1 = penyebut/penyebut).

3/4 − 2/4 = 1/4 (yang hijau)

a) 5/8 − 2/8 = 3/8
b) 3/4 − 1/3 = 9/12 − 4/12 = 5/12
c) 3 1/2 − 1 1/3 = 3 3/6 − 1 2/6 = 2 1/6
d) 3 1/4 − 1 1/2 = 3 1/4 − 1 2/4. Karena 1/4 < 2/4, pinjam 1: 2 5/4 − 1 2/4 = 1 3/4

4️⃣ Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

Gunakan 4 langkah: (1) baca soal dan tulis yang diketahui, (2) pilih operasi (kata "sisa" atau "diambil" = kurang; "total" atau "bersama" = tambah), (3) hitung dengan menyamakan penyebut, (4) tulis jawaban lengkap dengan satuannya.

Ibu punya 2 1/2 liter minyak goreng, lalu memakai 3/4 liter. Berapa sisanya?
2 1/2 − 3/4 = 2 2/4 − 3/4 = 1 6/4 − 3/4 = 1 3/4 liter.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu! Soal disusun dari yang mudah, sedang, hingga sukar.

A. Pilihan Ganda

  1. 2/9 + 5/9 = …
    A. 6/9   B. 8/9   C. 7/9   D. 7/18
  2. 1/2 + 1/4 = …
    A. 3/4   B. 2/6   C. 2/4   D. 1/4
  3. 5/6 − 1/3 = …
    A. 4/3   B. 2/3   C. 1/6   D. 1/2
  4. 1 2/3 + 2 1/2 = …
    A. 3 3/5   B. 4 1/6   C. 3 1/6   D. 4 1/2
  5. Pita Rina panjangnya 3 1/4 m. Sebanyak 1 1/2 m dipakai untuk kado dan 3/4 m untuk hiasan bunga. Sisa pita adalah …
    A. 1 1/4 m   B. 2 m   C. 1 m   D. 1 1/2 m

B. Isian Singkat

  1. 3/8 + 2/8 = …
  2. 3/4 − 1/6 = …
  3. 2 1/3 + 1 3/4 = …

C. Esai

  1. Ibu membeli 2 1/2 kg beras dan 1 3/4 kg tepung. Berapa kg total belanjaan Ibu? Tuliskan langkah menyamakan penyebutnya!
  2. Tangki air berisi 6 1/4 liter. Air tersebut dipakai menyiram tanaman 2 1/2 liter, lalu ditambah lagi 1 3/4 liter. Berapa liter air di tangki sekarang? Tuliskan cara penyelesaiannya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa pecahan hanya bisa dijumlah atau dikurang jika penyebutnya sudah sama. Gunakan KPK untuk menyamakan penyebut, lalu jumlahkan atau kurangkan pembilangnya saja. Pada pecahan campuran, hitung bilangan bulat dan pecahannya, dan ingat untuk meminjam 1 jika pecahan yang dikurangi lebih besar. Terakhir, tulis hasil dalam bentuk paling sederhana.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar pecahan hari ini? Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih lambat menentukan KPK sehingga penyamaan penyebut memakan waktu.
  • Murid sering menjumlahkan penyebut juga (misalnya 1/2 + 1/3 = 2/5).
  • Murid bingung saat harus meminjam 1 pada pengurangan pecahan campuran.
  • Permainan kartu bisa membuat suasana kelas terlalu ramai.

Tindak Lanjut

  • Menyediakan tabel kelipatan sebagai alat bantu menentukan KPK.
  • Mengulang konsep dengan model batang atau potongan kue agar murid melihat alasan penyebut harus sama.
  • Membuat contoh langkah "pinjam 1" secara bertahap dan memberi latihan tambahan secara berkelompok kecil.
  • Menetapkan aturan permainan dan batas waktu yang jelas pada pertemuan berikutnya.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti pecahan yang perlu disamakan penyebutnya agar bisa dijumlah, teruslah berlatih sedikit demi sedikit setiap hari. Kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.