Selasa, 22 September 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia, Rabu 23 September 2026


๐Ÿ“š IDENTITAS

Yuk, Semangat Belajar Bahasa Indonesia! 

๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿซ
Nama GuruYuyun Estika, S.Pd.
๐Ÿ—“️
Hari / TanggalRabu, 23 September 2026
๐Ÿซ
Fase / KelasFase C / Kelas V
๐Ÿ“–
Mata PelajaranBahasa Indonesia
✏️
MateriKalimat Langsung & Tidak Langsung, Teks Naratif & Deskriptif
๐Ÿ”ข
Pertemuan Ke24

๐ŸŒค️Apersepsi & Sapaan Pagi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ๐ŸŒธ

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan penuh semangat untuk belajar hal baru ya! Jangan lupa selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan setiap hari ๐Ÿคฒ

Anak-anak, tahukah kalian? Allah Swt itu Maha Khaliq, Dia yang menciptakan lisan dan kemampuan kita untuk berbicara serta bercerita. Allah juga Maha Malik, Dia menjaga dan memelihara setiap kata yang kita ucapkan agar tetap bermakna baik. Dan Allah Maha Razaq, karena kemampuan kita berbahasa dan bercerita adalah rezeki yang luar biasa yang bisa kita gunakan untuk kebaikan, misalnya menceritakan pengalaman baik kepada teman-teman.

Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana menyampaikan perkataan orang lain dengan benar (kalimat langsung & tidak langsung), serta bagaimana bercerita dan menggambarkan sesuatu dengan indah (teks naratif & deskriptif). Yuk kita mulai dengan hati yang gembira! ๐Ÿ˜Š

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ๐ŸŒธ

๐Ÿค” Pertanyaan Pemantik: Anak-anak, pernahkah kalian menyampaikan pesan dari teman kepada orang lain? Bagaimana caranya agar pesan itu tetap sama artinya, tidak berubah, dan tidak menimbulkan salah paham — sama seperti Allah yang menjaga firman-firman-Nya agar tetap terjaga keasliannya hingga sekarang?

๐ŸงฉIdentitas Mata Pelajaran

๐ŸŽฏ Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung serta menginterpretasikan informasi dari teks naratif dan deskriptif yang dibaca maupun disimak. Peserta didik juga mampu menyampaikan kembali gagasan atau ucapan orang lain secara lisan dan tulisan dengan menggunakan kalimat langsung maupun kalimat tidak langsung secara tepat sesuai konteks.

๐ŸŒŸ Tujuan Pembelajaran

  • Murid dapat membedakan ciri-ciri kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam sebuah teks.
  • Murid dapat membedakan ciri-ciri teks naratif dan teks deskriptif.

๐Ÿ› ️ Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

  • MINDFUL Mengucap salam, berdoa, dan menyimak apersepsi tentang kebesaran Allah sebelum belajar.
  • JOYFUL Menonton video pembelajaran tentang kalimat langsung dan tidak langsung.
  • MEANINGFUL Berdiskusi kelompok mengidentifikasi kalimat langsung/tidak langsung pada teks cerita.
  • MEANINGFUL Membaca contoh teks naratif dan deskriptif, lalu membandingkan ciri-cirinya.
  • JOYFUL Bermain "tebak kalimat" secara berkelompok untuk menguatkan pemahaman.
  • MINDFUL Mengerjakan asesmen dan refleksi dengan tenang dan jujur.

๐Ÿงญ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Mengingat kembali materi majas pada pertemuan sebelumnya.
  2. Mengamati video pembelajaran tentang kalimat langsung dan tidak langsung.
  3. Berdiskusi membedakan ciri-ciri kedua jenis kalimat tersebut.
  4. Membaca teks naratif dan deskriptif, lalu mengidentifikasi ciri masing-masing.
  5. Berlatih mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung dan sebaliknya.
  6. Mengerjakan asesmen formatif dan menuliskan refleksi belajar.

๐Ÿ“˜ Materi

Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung, serta Teks Naratif dan Teks Deskriptif.

⏰ Alokasi Waktu

Bahasa Indonesia: 2 x 35 menit

๐Ÿง‘‍๐Ÿซ Model dan Metode Pembelajaran

  • Model: Example Non-Example dan Problem Based Learning (murid mengamati contoh kalimat/teks, lalu memecahkan masalah membedakannya).
  • Metode: Ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan.

๐ŸŽ’ Media dan Alat Peraga

  • Video pembelajaran (YouTube)
  • Kartu contoh kalimat langsung & tidak langsung
  • Teks cerita pendek bergambar (naratif & deskriptif)
  • Papan tulis dan spidol warna-warni
  • Lembar kerja peserta didik (LKPD)
✨ ๐ŸŒŸ ✨

๐Ÿ”„Yuk, Ingat Materi Kemarin!

Sebelum belajar materi baru, ayo kita ingat lagi tentang majas metafora, personifikasi, dan hiperbola. Jawablah Benar atau Salah ya! ๐Ÿ‘‡

1. Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata "seperti" atau "bagai".
2. Kalimat "Ombak berkejaran menuju pantai" adalah contoh majas hiperbola.
3. Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat manusia kepada benda mati.
4. Kalimat "Aku sudah memanggilnya beribu-ribu kali" merupakan contoh majas metafora.
5. Kalimat "Dia adalah bintang kelas kami" merupakan contoh majas metafora.
๐Ÿ”‘ Lihat Kunci Jawaban

1. Benar  |  2. Salah (itu majas personifikasi)  |  3. Benar  |  4. Salah (itu majas hiperbola)  |  5. Benar

๐ŸŽฌAyo Belajar Hal Baru!

๐Ÿ“บ Tonton video pembelajaran berikut ini ya!

▶️ Tonton di YouTube

๐Ÿ’ฌ Apa itu Kalimat Langsung?

Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan persis apa yang diucapkan seseorang, ditandai dengan tanda petik dua ("..."). Contoh: Ibu berkata, "Ayo cepat sarapan, nanti terlambat sekolah!" Coba perhatikan, tanda petiknya mengapit ucapan Ibu persis seperti aslinya, seperti saat kita menirukan suara teman dengan lucu di depan kelas!

๐Ÿ’ญ Apa itu Kalimat Tidak Langsung?

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan seseorang tanpa tanda petik, dan biasanya diikuti kata "bahwa" atau "agar". Contoh: Ibu berkata bahwa aku harus cepat sarapan supaya tidak terlambat sekolah. Kata ganti "ayo cepat" berubah menjadi "aku harus cepat" — seperti saat kita menceritakan pesan Ibu kepada Kakak.

๐Ÿ“— Apa itu Teks Naratif?

Teks naratif adalah teks yang menceritakan sebuah kejadian atau peristiwa secara runtut, biasanya memiliki tokoh, latar, dan alur cerita. Contohnya seperti saat kalian menceritakan liburan ke rumah nenek: "Pagi itu aku bangun lebih awal karena akan pergi ke rumah nenek di desa..."

๐Ÿ–ผ️ Apa itu Teks Deskriptif?

Teks deskriptif adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara detail sehingga pembaca seolah bisa melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. Contohnya: "Rumah nenekku berwarna hijau muda, halamannya luas dengan banyak pohon mangga yang rindang dan sejuk."

๐Ÿ’ก Perbedaan Utama

Teks naratif fokus pada urutan kejadian (apa yang terjadi), sedangkan teks deskriptif fokus pada penggambaran detail (bagaimana bentuknya). Sama seperti saat kalian bercerita tentang liburan (naratif) dan saat kalian menggambarkan pantai yang kalian kunjungi (deskriptif)!

๐ŸŽ‰Aktivitas Seru: Mindful, Meaningful, Joyful

  • MINDFUL Membaca dengan tenang teks cerita pendek yang dibagikan guru, sambil memperhatikan tanda baca dengan teliti.
  • MEANINGFUL Berdiskusi kelompok mencari 3 contoh kalimat langsung dan mengubahnya menjadi kalimat tidak langsung.
  • JOYFUL Bermain peran singkat: satu murid mengucapkan kalimat langsung, temannya menceritakan ulang dalam bentuk kalimat tidak langsung.
  • MEANINGFUL Menulis satu paragraf deskriptif tentang benda kesayangan di rumah.
๐ŸŒŸ ✨ ๐ŸŒŸ

๐Ÿ“Uji Kemampuanmu!

A. Pilihan Ganda

1. Tanda baca yang digunakan untuk menandai kalimat langsung adalah... Mudah
  • A. Tanda tanya
  • B. Tanda petik dua
  • C. Tanda seru
  • D. Tanda titik
2. Kata yang sering muncul dalam kalimat tidak langsung adalah... Mudah
  • A. "Wah"
  • B. "Aduh"
  • C. "Bahwa"
  • D. "Halo"
3. Teks yang menceritakan urutan kejadian suatu peristiwa disebut teks... Sedang
  • A. Deskriptif
  • B. Persuasif
  • C. Naratif
  • D. Eksposisi
4. Kalimat langsung: Andi berkata, "Aku suka membaca buku cerita." Jika diubah menjadi kalimat tidak langsung yang tepat adalah... Sedang
  • A. Andi berkata, aku suka membaca buku cerita.
  • B. Andi berkata bahwa dia suka membaca buku cerita.
  • C. Andi bertanya apakah suka membaca buku cerita.
  • D. Andi berkata suka membaca buku cerita besok.
5. Paragraf berikut: "Kucingku berbulu putih bersih dengan mata biru yang indah. Ia suka tidur di atas sofa hijau di ruang tamu." Paragraf tersebut termasuk teks... Sukar
  • A. Naratif
  • B. Deskriptif
  • C. Prosedur
  • D. Eksposisi

B. Isian Singkat

6. Kalimat langsung ditandai dengan tanda ______ pada awal dan akhir ucapan. Mudah
7. Teks yang menggambarkan objek secara rinci sehingga pembaca seolah melihat sendiri disebut teks ______. Sedang
8. Ubahlah kata ganti "aku" pada kalimat langsung menjadi kata ganti ______ pada kalimat tidak langsung. Sukar

C. Esai

9. Buatlah satu contoh kalimat langsung, lalu ubahlah menjadi kalimat tidak langsung! Sedang
10. Tuliskan satu paragraf pendek (3-4 kalimat) yang menggambarkan (deskriptif) ruang kelasmu! Sukar
๐Ÿ”‘ Lihat Kunci Jawaban
NoJawaban
1B
2C
3C
4B
5B

6. Petik dua ("...")
7. Deskriptif
8. Dia / ia

9-10. Jawaban esai bervariasi sesuai kreativitas murid, dinilai berdasarkan ketepatan struktur kalimat/teks dan kesesuaian dengan konsep yang diajarkan.

๐ŸŒˆ Kesimpulan

Hari ini kita sudah belajar membedakan kalimat langsung (ditandai tanda petik, menirukan persis ucapan) dan kalimat tidak langsung (menceritakan ulang dengan kata "bahwa"). Kita juga belajar bahwa teks naratif menceritakan urutan kejadian, sedangkan teks deskriptif menggambarkan sesuatu secara detail. Semoga anak-anak semakin pintar bercerita dan menulis ya! ๐Ÿ’ช✨

๐Ÿ˜ŠBagaimana Perasaanmu Hari Ini?

Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu setelah belajar hari ini!

๐Ÿ˜„Sangat Senang
๐Ÿ™‚Senang
๐Ÿ˜Biasa Saja
๐Ÿ˜•Bingung
๐Ÿ˜ดMengantuk

๐Ÿง‘‍๐ŸซRefleksi Pembelajaran Guru

⚠️ Kendala Pembelajaran

Beberapa murid mungkin masih tertukar antara kata ganti orang saat mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung, serta kesulitan membedakan teks naratif dan deskriptif jika kedua unsur tersebut muncul bersamaan dalam satu paragraf.

๐Ÿ”ง Tindak Lanjut

Guru akan memberikan latihan tambahan berupa kartu kalimat untuk dipraktikkan berulang, serta membimbing murid secara individu bagi yang masih kesulitan melalui bimbingan kelompok kecil.

✅ Siswa yang Sudah Paham

๐Ÿ” Siswa yang Belum Paham

Materi Ajar Matematika, Rabu 23 September 2026


๐Ÿ—“️ IDENTITAS

Ayo Berhitung Seru Hari Ini! ๐Ÿงฎ

๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿซ Nama Guru
Yuyun Estika, S.Pd.
๐Ÿ“… Hari / Tanggal
Rabu, 23 September 2026
๐ŸŽ“ Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
๐Ÿ“˜ Mata Pelajaran
Matematika
๐Ÿ”ข Pertemuan Ke
11
✨ Materi: Faktor Prima dan Faktorisasi Prima, KPK dan FPB menggunakan Pohon Faktor dan Sengkedan/Tabel
๐Ÿคฒ

Apersepsi & Salam Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ๐ŸŒธ

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan penuh semangat menyambut pelajaran hari ini ya! Sudahkah kalian sholat Subuh dan sarapan pagi ini? Jangan lupa selalu menjaga ibadah, karena itu adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. ๐Ÿ˜Š

Anak-anak, tahukah kalian bahwa Allah SWT itu Maha Pencipta (Al-Khaliq)? Allah menciptakan angka dan pola-pola matematis yang teratur di alam semesta, seperti susunan kelopak bunga dan sarang lebah yang berbentuk segi enam sempurna! Allah juga Maha Memelihara (Al-Malik), menjaga keteraturan alam semesta ini sehingga perputaran bumi dan pergantian musim bisa kita hitung dengan pasti. Selain itu, Allah Maha Memberi Rezeki (Ar-Razzaq) — dan salah satu cara kita bersyukur atas rezeki adalah dengan membaginya secara adil dan merata kepada sesama, persis seperti yang akan kita pelajari hari ini melalui konsep FPB! ๐ŸŒŸ

๐Ÿค” Pertanyaan Pemantik: Jika Ibu memiliki 12 permen dan 18 cokelat yang ingin dibagikan sama rata ke beberapa temanmu tanpa ada sisa, berapa jumlah teman maksimal yang bisa menerima pembagian itu? Bagaimana Allah mengajarkan kita untuk berbagi secara adil melalui angka-angka ini?
๐Ÿ”

Yuk, Ingat Lagi! (Review Materi Sebelumnya)

Sebelum belajar lebih lanjut, ayo kita ingat kembali materi Faktor Prima dan Faktorisasi Prima pada pertemuan sebelumnya. Jawablah Benar atau Salah ya! ✅❌

1. Bilangan prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri.
2. Angka 9 termasuk bilangan prima.
3. Faktorisasi prima adalah cara menuliskan suatu bilangan sebagai hasil perkalian faktor-faktor primanya.
4. Angka 1 termasuk bilangan prima.
5. Pohon faktor digunakan untuk mencari faktorisasi prima suatu bilangan.
๐Ÿ”‘ Kunci Jawaban:
1. Benar   2. Salah (9 = 3 × 3, bukan bilangan prima)   3. Benar   4. Salah (1 hanya punya satu faktor, jadi bukan bilangan prima)   5. Benar
๐Ÿ“˜

Identitas Pembelajaran

๐ŸŽฏ Capaian Pembelajaran (CP Fase C – 2026)

Pada akhir Fase C, murid mampu menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah dan pecahan, termasuk memahami konsep faktor, kelipatan, faktor persekutuan terbesar (FPB), dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK). Murid mampu menerapkan berbagai strategi penyelesaian masalah, termasuk penggunaan pohon faktor dan tabel, serta bernalar secara logis dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan.

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran
  • Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB.
๐Ÿงฉ Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran
๐Ÿง˜ Mindful๐Ÿ’ก Meaningful๐ŸŽ‰ Joyful
  • Mindful Menyimak video pembelajaran pohon faktor dan tabel dengan tenang, langkah demi langkah.
  • Meaningful Menghitung KPK/FPB dari benda-benda di rumah, misalnya jadwal piket atau pembagian kue ulang tahun.
  • Joyful Lomba membuat pohon faktor tercepat dan tepat secara berkelompok menggunakan kartu bilangan.
๐Ÿ—บ️ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
  1. Murid menyimak video dan penjelasan guru tentang faktor prima dan faktorisasi prima.
  2. Murid berlatih membuat pohon faktor untuk menentukan faktorisasi prima suatu bilangan.
  3. Murid mempelajari cara mencari KPK dan FPB menggunakan pohon faktor.
  4. Murid mempelajari cara mencari KPK dan FPB menggunakan tabel/sengkedan.
  5. Murid menyelesaikan soal cerita sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB.
  6. Murid mengerjakan asesmen formatif sebagai evaluasi pemahaman.
⏰ Alokasi Waktu3 x 35 menit
๐Ÿง  Model PembelajaranProblem Based Learning (murid memecahkan soal cerita KPK/FPB) dipadukan dengan Discovery Learning untuk menemukan pola faktorisasi prima
๐Ÿ› ️ Metode PembelajaranCeramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi pohon faktor & tabel di papan tulis, latihan berkelompok
๐ŸŽ’ Media & Alat PeragaVideo pembelajaran YouTube, kartu bilangan, papan tulis & spidol warna, kertas untuk membuat pohon faktor, stik es krim/kelereng untuk peragaan pembagian kelompok
๐ŸŽฌ

Ayo Menyimak & Belajar!

๐ŸŽฅ Video Pembelajaran Hari Ini
"Faktor Prima, Faktorisasi Prima, KPK dan FPB dengan Pohon Faktor untuk Anak SD"
▶️ Tonton di YouTube
✨ Penjelasan Materi

Matematika itu seru karena membantu kita membagi dan mengelompokkan sesuatu dengan adil dan tepat! Yuk, kita pelajari konsep-konsep berikut satu per satu.

๐Ÿ”ต Bilangan Prima & Faktor Prima

Bilangan prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor, yaitu 1 dan dirinya sendiri. Faktor prima adalah faktor dari suatu bilangan yang berupa bilangan prima.

Contoh: Bilangan prima kecil adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13... Faktor prima dari 12 adalah 2 dan 3.

✖️ Faktorisasi Prima

Cara menuliskan suatu bilangan sebagai hasil perkalian dari faktor-faktor primanya.

Contoh: 12 = 2 × 2 × 3 = 2² × 3

๐ŸŒณ Pohon Faktor

Cara visual untuk mencari faktorisasi prima dengan membagi bilangan berulang kali menggunakan bilangan prima terkecil sampai hasil baginya juga bilangan prima.

Contoh: 12 dibagi 2 menjadi 6, lalu 6 dibagi 2 menjadi 3 (bilangan prima). Jadi 12 = 2 × 2 × 3.

⏱️ KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)

Kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih, diambil yang terkecil. Caranya: kalikan semua faktor prima dengan pangkat tertinggi.

Contoh: Bel istirahat pertama berbunyi tiap 15 menit, bel kedua tiap 20 menit. Keduanya akan berbunyi bersamaan setiap KPK(15,20) = 60 menit sekali.

๐Ÿค FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)

Faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih, diambil yang terbesar. Caranya: kalikan faktor prima yang sama dengan pangkat terendah.

Contoh: Ibu punya 12 apel dan 18 jeruk untuk dibagi rata tanpa sisa. FPB(12,18) = 6, jadi bisa dibuat 6 kantong buah.
๐Ÿ“Š Cara Sengkedan/Tabel

Selain pohon faktor, kita juga bisa mencari KPK dan FPB dengan tabel (sengkedan), yaitu membagi dua bilangan secara bersamaan menggunakan bilangan prima terkecil sampai hasil baginya 1. Bilangan pembagi yang membagi keduanya dikalikan untuk FPB, sedangkan semua bilangan pembagi dikalikan untuk KPK.

๐Ÿงฉ Yuk, Coba Soal Cerita KPK dan FPB!

Supaya lebih paham, ayo kita selesaikan bersama dua soal cerita yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. ๐Ÿ‘‡

๐Ÿค Soal Cerita FPB:
Bu Guru punya 24 pensil warna dan 36 buku gambar. Semua akan dibagikan sama rata ke beberapa kelompok siswa tanpa ada sisa. Berapa kelompok maksimal yang bisa dibentuk, dan berapa pensil serta buku gambar yang diterima setiap kelompok?
✅ Langkah Penyelesaian:
1) Faktorisasi prima: 24 = 2³ × 3, dan 36 = 2² × 3²
2) FPB diambil dari faktor yang sama dengan pangkat terendah: FPB(24, 36) = 2² × 3 = 12
3) Jadi, bisa dibentuk 12 kelompok.
4) Setiap kelompok menerima 24 ÷ 12 = 2 pensil warna dan 36 ÷ 12 = 3 buku gambar.
⏱️ Soal Cerita KPK:
Andi berenang setiap 4 hari sekali, sedangkan Budi berenang setiap 6 hari sekali. Jika hari ini mereka berenang bersama-sama, berapa hari lagi mereka akan berenang bersama-sama lagi?
✅ Langkah Penyelesaian:
1) Faktorisasi prima: 4 = 2², dan 6 = 2 × 3
2) KPK diambil dari semua faktor prima dengan pangkat tertinggi: KPK(4, 6) = 2² × 3 = 12
3) Jadi, Andi dan Budi akan berenang bersama-sama lagi 12 hari kemudian.
๐ŸŽช Aktivitas Mindful – Meaningful – Joyful
  • Mindful Murid menyimak video pembelajaran dengan tenang sambil mencatat langkah-langkah membuat pohon faktor.
  • Meaningful Murid mencari contoh KPK/FPB dari kegiatan di rumah, misalnya jadwal piket kakak dan adik atau pembagian kue ulang tahun secara adil.
  • Joyful Murid berlomba membuat pohon faktor tercepat dan tepat secara berkelompok menggunakan kartu bilangan berwarna! ๐Ÿ†
๐Ÿ“

Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda
1. Bilangan prima adalah bilangan yang memiliki jumlah faktor sebanyak...Mudah
A. 1   B. 2   C. 3   D. 4
2. Faktorisasi prima dari 12 adalah...Mudah
A. 2 × 2 × 3   B. 2 × 6   C. 3 × 4   D. 2 × 3 × 3
3. FPB dari 12 dan 18 adalah...Sedang
A. 2   B. 3   C. 6   D. 9
4. KPK dari 15 dan 20 adalah...Sedang
A. 300   B. 60   C. 45   D. 120
5. Sebuah toko memiliki 24 pensil dan 36 buku yang akan dibagikan sama rata ke beberapa anak tanpa sisa. Jumlah anak maksimal yang dapat menerima pembagian tersebut adalah...Sukar
A. 6   B. 8   C. 12   D. 4
B. Isian Singkat
1. Bilangan prima yang terletak di antara 1 sampai 10 adalah __________.
2. Cara mencari faktorisasi prima suatu bilangan dengan membaginya berulang menggunakan bilangan prima disebut __________.
3. Untuk mencari FPB, faktor prima yang sama dikalikan dengan pangkat __________.
C. Esai
1. Buatlah pohon faktor dari bilangan 30, lalu tuliskan hasil faktorisasi primanya!
2. Bel istirahat pertama berbunyi setiap 10 menit dan bel istirahat kedua berbunyi setiap 15 menit. Jika keduanya berbunyi bersamaan pertama kali pukul 07.00, pukul berapa keduanya akan berbunyi bersamaan lagi? (Gunakan konsep KPK)
๐Ÿ”‘ Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. A   3. C   4. B   5. C

Isian Singkat:
1. 2, 3, 5, 7
2. Pohon faktor
3. Terendah / terkecil

Esai:
1. 30 = 2 × 3 × 5 (pohon faktor: 30 dibagi 2 menjadi 15, lalu 15 dibagi 3 menjadi 5)
2. KPK(10,15) = 30 menit, jadi bel akan berbunyi bersamaan lagi pukul 07.30.
๐ŸŒˆ

Kesimpulan

Hari ini kita sudah belajar bahwa bilangan prima adalah bilangan istimewa yang hanya punya dua faktor, dan faktorisasi prima membantu kita menuliskan bilangan sebagai hasil perkalian bilangan-bilangan prima. Dengan pohon faktor dan tabel/sengkedan, kita bisa menemukan FPB (untuk membagi sesuatu secara adil dan merata) serta KPK (untuk mengetahui kapan dua kejadian akan terjadi bersamaan). Kemampuan berhitung ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat membagi makanan atau menyusun jadwal. Semua keteraturan angka ini adalah bukti kebesaran Allah SWT yang patut kita syukuri dan pelajari dengan sungguh-sungguh! ๐ŸŒŸ

๐Ÿ’–

Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?

Yuk, ceritakan perasaanmu setelah belajar hari ini dengan memilih salah satu emoji berikut! ๐Ÿ‘‡

๐ŸคฉSangat Senang
๐Ÿ˜ŠSenang
๐Ÿ˜Biasa Saja
๐Ÿ˜•Bingung
๐Ÿ˜ดMengantuk
๐Ÿง‘‍๐Ÿซ

Refleksi Pembelajaran Guru

⚠️ Kendala Pembelajaran

Beberapa murid masih tertukar antara langkah mencari KPK dan FPB, serta kesulitan menentukan bilangan prima yang tepat saat membuat pohon faktor pada bilangan yang lebih besar.

๐Ÿ”ง Tindak Lanjut

Memberikan tabel perbandingan visual antara langkah KPK dan FPB, serta latihan tambahan membuat pohon faktor dengan bimbingan langsung dan contoh bilangan yang lebih sederhana terlebih dahulu.

๐Ÿ‘ Siswa yang Sudah Paham

๐ŸŒฑ Siswa yang Perlu Bimbingan Lebih Lanjut

๐Ÿ”ข ๐ŸŒŸ ➗ ๐ŸŒŸ ๐Ÿ”ข
Dibuat dengan ❤️ oleh Resi Irmayati, S.Pd. — Kelas 5 Fase C

Minggu, 20 September 2026

Materi Ajar Seni Rupa, Senin 21 September 2026


๐ŸŒŸ IDENTITAS

Pembelajaran Harian Kelas 5

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Kurikulum Merdeka — Fase C
๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿซ
Nama Guru
: Yuyun Estika, S.Pd.
๐Ÿ“…
Hari / Tanggal
: Senin, 21 September 2026
๐Ÿซ
Fase / Kelas
: Fase C / Kelas V
๐ŸŽจ
Mata Pelajaran
: Seni Rupa
๐Ÿ“–
Materi
: Menggambar Ritme
๐Ÿ”
Pertemuan Ke
:  
๐Ÿ’œ Apersepsi

๐ŸŒ… Salam Semangat Pagi Ini!

"Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb. ๐ŸŒธ

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan penuh semangat ya! ๐Ÿ˜Š Sudahkah shalat Subuh hari ini? Jangan sampai lupa, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah Swt. sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta) yang menciptakan alam semesta ini dengan begitu indah dan penuh pola yang teratur. Allah juga Maha Malik (Maha Memelihara) yang menjaga keindahan alam agar tetap lestari, dan Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki) yang memberi kita kemampuan berkarya dan berkreasi. ๐ŸŒฟ"

Nah anak-anak, coba perhatikan sekeliling kalian — daun-daun yang berbaris rapi di pohon, gelombang air yang berulang di lautan, atau motif batik di baju kalian. Semua itu punya pola yang berulang, itulah yang disebut ritme! Hari ini kita akan belajar cara menggambar ritme, meniru keindahan pola yang Allah ciptakan di alam semesta. ๐ŸŽจ✨

๐ŸŒŸ
๐ŸŒŸ
๐Ÿ“˜ Identitas Mata Pelajaran

๐ŸŽฏ Seni Rupa

๐Ÿ“œ Capaian Pembelajaran (CP 2026)

Pada akhir fase C, peserta didik mampu mengeksplorasi dan menciptakan karya dua dimensi dengan menerapkan unsur-unsur rupa seperti garis, bentuk, dan ritme secara mandiri, serta mampu menghargai proses berkarya dan hasil karya diri sendiri maupun orang lain.

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

Mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri, melalui pengaitan materi dengan kehidupan nyata.

๐Ÿ› ️ Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

  • Menonton video pembelajaran cara menggambar ritme Joyful
  • Mengamati dan merenungkan pola ritme yang ada di sekitar (daun, ubin, motif kain) Mindful
  • Berdiskusi mengaitkan pola ritme dengan benda-benda di kehidupan sehari-hari Meaningful
  • Praktik langsung menggambar ritme sederhana menggunakan pensil dan crayon Joyful
  • Menceritakan makna karya ritme yang telah dibuat di depan teman-teman Meaningful

๐Ÿงญ Alur Tujuan Pembelajaran

  • ๐Ÿ”น Mengingat kembali alat dan bahan untuk menggambar ritme yang sudah dipelajari sebelumnya.
  • ๐Ÿ”น Mengamati video dan penjelasan tentang pengertian serta langkah-langkah menggambar ritme.
  • ๐Ÿ”น Mengidentifikasi contoh pola ritme pada benda-benda di sekitar siswa.
  • ๐Ÿ”น Mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri di buku gambar.
  • ๐Ÿ”น Menyimpulkan dan merefleksikan hasil karya melalui asesmen formatif.
๐ŸŽจ MateriMenggambar Ritme
⏰ Alokasi Waktu2 x 35 menit
๐Ÿงฉ Model & MetodeProject Based Learning — demonstrasi, praktik langsung, dan unjuk karya
๐Ÿ–Œ️ Media & Alat PeragaVideo tutorial menggambar ritme, buku gambar, pensil, penghapus, crayon/pensil warna, contoh gambar pola ritme
๐Ÿ•Œ
๐Ÿ•Œ
๐ŸŒ™ Pendahuluan

✨ Apersepsi: Kebesaran Allah & Ritme

Anak-anak, coba perhatikan — Allah Maha Khaliq menciptakan alam semesta dengan pola-pola yang berulang dan indah, seperti sisik ikan, kelopak bunga, dan garis pada kulit kayu. Allah Maha Malik menjaga agar pola-pola keindahan itu tetap terjaga keteraturannya dari waktu ke waktu. Dan Allah Maha Razaq memberi kita kemampuan tangan, mata, dan imajinasi untuk bisa menirukan keindahan pola tersebut ke dalam sebuah karya seni. ๐ŸŒธ๐Ÿƒ

Ritme dalam menggambar sebenarnya adalah cara kita menghargai keteraturan yang Allah ciptakan di alam, lalu mengekspresikannya lewat goresan pensil dan warna kita sendiri.

๐Ÿค” Pertanyaan Pemantik:
  • Coba sebutkan satu benda di sekitarmu yang memiliki pola berulang (ritme)! Mengapa pola tersebut terlihat indah?
  • Bagaimana perasaanmu jika bisa menciptakan pola ritme sendiri di atas kertas gambar?
๐Ÿ” Pemanasan

๐Ÿง  Yuk, Ingat Lagi Materi Kemarin!

Sebelum belajar materi baru, jawab dulu soal Benar / Salah tentang Alat dan Bahan untuk Membuat Gambar Ritme ya! ๐Ÿ‘‡

๐Ÿ€
Pensil digunakan untuk membuat sketsa awal gambar ritme. (Benar / Salah)
๐ŸŒผ
Penghapus tidak dibutuhkan saat menggambar ritme. (Benar / Salah)
๐ŸŒป
Crayon atau pensil warna bisa digunakan untuk mewarnai gambar ritme agar lebih menarik. (Benar / Salah)
๐ŸŒบ
Buku gambar atau kertas gambar adalah salah satu media untuk menggambar ritme. (Benar / Salah)
๐ŸŒน
Penggaris wajib digunakan untuk semua jenis gambar ritme. (Benar / Salah)
๐Ÿ”‘ Kunci Jawaban: ๐Ÿ€ Benar  |  ๐ŸŒผ Salah (penghapus tetap dibutuhkan untuk memperbaiki sketsa)  |  ๐ŸŒป Benar  |  ๐ŸŒบ Benar  |  ๐ŸŒน Salah (penggaris hanya diperlukan untuk pola ritme geometris tertentu)
๐ŸŽฌ
๐ŸŽฌ
๐ŸŽฅ Inti Pembelajaran

๐Ÿ“ฝ️ Video Pembelajaran

๐Ÿ”— Video: "Menggambar Prinsip Ritme dalam Seni Rupa - Kelas 5 Kurikulum Merdeka" (silakan tonton dulu untuk memastikan kesesuaiannya dengan gaya mengajar Ibu sebelum ditampilkan di kelas).

๐Ÿ“š Yuk, Pahami Bersama!

Anak-anak, ritme dalam menggambar adalah pengulangan bentuk, garis, atau warna secara teratur sehingga menciptakan kesan gerak dan keindahan pada sebuah gambar. Ada beberapa langkah mudah untuk menggambar ritme:

  • ✏️ Menentukan Motif Dasar — pilih satu bentuk sederhana, misalnya lingkaran, daun, atau segitiga, sebagai motif yang akan diulang.
  • ๐Ÿ” Mengulang Motif — gambarlah motif tersebut secara berulang dengan jarak dan ukuran yang teratur, bisa membesar-mengecil atau berselang-seling.
  • ๐ŸŽจ Mewarnai dengan Variasi — beri warna pada setiap motif agar ritme terlihat lebih hidup dan menarik dipandang.
๐Ÿ’ก Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
Coba perhatikan motif pada taplak meja, ubin lantai rumah, atau corak baju batik yang sering dipakai keluarga kalian. Pola-pola yang berulang itu adalah contoh ritme dalam seni rupa! ๐Ÿงต Bahkan barisan pagar rumah yang tersusun rapi pun merupakan bentuk ritme yang bisa kalian tiru saat menggambar. ๐Ÿก
๐ŸŽˆ Aktivitas Belajar

๐ŸŒˆ Mindful, Meaningful & Joyful

  • Mindful Mengamati satu benda di sekitar kelas yang memiliki pola berulang, lalu bernapas tenang sambil menghayati keindahannya.
  • Meaningful Menceritakan kepada teman sebangku alasan memilih motif ritme tertentu untuk digambar.
  • Joyful Praktik menggambar dan mewarnai ritme sambil mendengarkan musik pelan, lalu pameran mini karya di depan kelas. ๐Ÿ–ผ️
๐Ÿ“
๐Ÿ“
✏️ Penutup

๐ŸŒŸ Yuk, Uji Pemahamanmu!

๐Ÿ”ต A. Pilihan Ganda

๐ŸŽ
Ritme dalam menggambar adalah...
  • A. Pengulangan bentuk atau garis secara teratur
  • B. Gambar yang hanya memiliki satu warna
  • C. Gambar tanpa bentuk sama sekali
  • D. Gambar yang dibuat tanpa alat
๐ŸŠ
Langkah pertama dalam menggambar ritme adalah...
  • A. Mewarnai gambar
  • B. Menghapus semua garis
  • C. Menentukan motif dasar
  • D. Menjemur gambar
๐Ÿ‹
Contoh ritme yang bisa ditemukan di kehidupan sehari-hari adalah...
  • A. Motif batik yang berulang
  • B. Kertas kosong tanpa gambar
  • C. Warna hitam polos
  • D. Suara yang hening
๐Ÿ‡
Agar ritme gambar terlihat lebih hidup, sebaiknya motif diberi...
  • A. Ukuran yang selalu sama tanpa variasi
  • B. Warna yang bervariasi
  • C. Satu warna hitam saja
  • D. Tidak diwarnai sama sekali
๐Ÿ‰
Jika ingin membuat ritme dengan kesan gerak membesar-mengecil, motif sebaiknya digambar dengan...
  • A. Ukuran acak tanpa pola
  • B. Ukuran yang berubah secara teratur (membesar/mengecil bertahap)
  • C. Ukuran yang selalu sama persis
  • D. Hanya satu motif saja tanpa pengulangan

๐ŸŸข B. Isian Singkat

๐Ÿ
Pengulangan bentuk, garis, atau warna secara teratur dalam sebuah gambar disebut __________.
๐Ÿฆ‹
Bentuk sederhana yang dipilih untuk diulang dalam menggambar ritme disebut __________.
๐Ÿž
Alat yang digunakan untuk mewarnai gambar ritme agar lebih menarik adalah __________.

๐ŸŸฃ C. Esai

๐ŸŒŸ
Jelaskan dengan bahasamu sendiri, mengapa ritme penting dalam membuat sebuah karya gambar terlihat indah!
Ceritakan satu benda di rumah atau sekolahmu yang memiliki pola ritme, lalu jelaskan bagaimana kamu akan menggambarnya!
๐Ÿ”‘ Kunci Jawaban:
Pilihan Ganda: ๐ŸŽ A  ๐ŸŠ C  ๐Ÿ‹ A  ๐Ÿ‡ B  ๐Ÿ‰ B
Isian Singkat: ๐Ÿ Ritme  ๐Ÿฆ‹ Motif dasar  ๐Ÿž Crayon/pensil warna
Esai: ๐ŸŒŸ & ✨ Jawaban disesuaikan dengan pemahaman dan kreativitas masing-masing murid (kebijakan guru dalam menilai).
๐ŸŒป Kesimpulan

Ritme dalam menggambar adalah pengulangan bentuk, garis, atau warna secara teratur yang membuat sebuah karya terlihat lebih indah dan bermakna. Dengan mengamati pola-pola ritme di sekitar kita dan mempraktikkannya dalam gambar, kita belajar menghargai keindahan ciptaan Allah sekaligus mengasah kreativitas kita sendiri. ๐ŸŽจ๐ŸŒ

๐Ÿ’ญ Refleksi Perasaan

๐Ÿ˜Š Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?

๐ŸคฉSangat Senang
๐Ÿ™‚Senang
๐Ÿ˜Biasa Saja
๐Ÿ˜•Bingung
๐Ÿ˜ดMengantuk
๐Ÿง‘‍๐Ÿซ Refleksi Guru

๐Ÿ“‹ Catatan Pembelajaran Hari Ini

Kendala PembelajaranBeberapa murid mungkin masih kesulitan membuat motif yang benar-benar berulang secara teratur, sehingga hasil gambar ritme terlihat tidak konsisten.
Tindak LanjutMemberikan contoh pola ritme sederhana sebagai panduan (template) dan membimbing murid secara individu saat praktik menggambar pada pertemuan berikutnya.
Siswa yang Sudah Paham 
Siswa yang Belum Paham