Minggu, 09 Agustus 2026

Materi Ajar, Senin 10 Agustus 2026

Nama Guru : Yuyun  Estika, S.Pd.

Mata Pelajaran :
1. Matematika : Operasi Hitung Bilangan Cacah sampai 100.000
2. Bahasa Indonesia : Imbuhan Pe-
3. Seni Rupa : Menggambar dengan Unsur Seni Rupa

Hari/Tanggal : Senin / 10 Agustus 2026

Kelas / Fase : 5 / C

TP Matematika :
Murid dapat melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

TP Bahasa Indonesia :
Murid dapat menelaah makna awalan pe-

TP Seni Rupa :
Menjelaskan proses pembuatan, kelebihan, dan tantangan saat membuat karya seni rupanya sendiri di depan kelas.



Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

Matematika




Operasi Hitung Penjumlahan

Penjumlahan bilangan cacah besar dilakukan dengan metode bersusun pendek dengan memperhatikan teknik menyimpan.

Contoh Soal:

Sebuah perkebunan memanen 48.256 kg kelapa sawit di bulan pertama dan 33.917 kg di bulan kedua. Berapa total hasil panen selama dua bulan?

Penyelesaian Bersusun:



Operasi Hitung Pengurangan

Pengurangan dilakukan dengan metode bersusun pendek menggunakan teknik meminjam jika angka yang dikurangi lebih kecil dari pengurang.

Contoh Soal:

Pemerintah daerah menyediakan 75.430 dosis vaksin. Sebanyak 28.165 dosis telah digunakan. Berapa sisa dosis vaksin yang belum terpakai?

Penyelesaian Bersusun:



Operasi Hitung Perkalian

Perkalian bilangan sampai 100.000 umumnya melibatkan perkalian bilangan ribuan atau ratusan dengan bilangan puluhan/satuan.

Contoh Soal:


Sebuah toko grosir memesan 36$dus minyak goreng. Jika setiap dus berisi 1.425 ml minyak, berapa total volume minyak dalam toko tersebut?

Penyelesaian (Metode Bersusun):




Operasi Hitung Pembagian (Porogapit)

Pembagian bilangan cacah dilakukan dengan teknik pembagian bersusun (porogapit).


BAHASA INDONESIA



Apa Itu Awalan "Pe-"?

Awalan pe- adalah huruf-huruf yang ditambahkan di bagian depan sebuah kata dasar. Ketika awalan "pe-" menempel pada kata dasar, ia akan membentuk kata baru yang memiliki arti atau makna yang berbeda dari kata aslinya.

Kadang-kadang, awalan "pe-" bisa berubah bentuk menjadi peny- saat diucapkan. Tapi tenang saja, maknanya tetap sama, kok!

Makna Utama Awalan "Pe-"

Ternyata, awalan "pe-" tidak hanya punya satu arti, lho. Ada tiga makna utama yang paling sering kita temui sehari-hari. Mari kita bedah satu per satu!

1. Orang yang Melakukan Pekerjaan (Pelaku/Profesi)

Makna pertama dari awalan "pe-" adalah menunjuk kepada orang yang melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.

  • Tulis + pe- ➡️ Penulis (Orang yang pekerjaannya menulis)

  • Baca + pe- ➡️ Pembaca (Orang yang sedang membaca)

  • Lari + pe- ➡️ Pelari (Orang yang melakukan olahraga lari)

2. Alat untuk Melakukan Sesuatu

Makna kedua digunakan untuk menyebutkan benda atau alat yang membantu kita melakukan suatu pekerjaan.

  • Hapus + pe- ➡️ Penghapus (Alat untuk menghapus tulisan)

  • Garis + pe- ➡️ Penggaris (Alat untuk membuat garis)

  • Potong + pe- ➡️ Pemotong (Alat untuk memotong, misalnya pemotong kuku)

3. Orang yang Memiliki Sifat Tertentu

Makna yang ketiga ini digunakan untuk menyebutkan karakter atau sifat yang menonjol pada diri seseorang.

  • Malu + pe- ➡️ Pemalu (Orang yang memiliki sifat mudah malu)

  • Marah + pe- ➡️ Pemarah (Orang yang memiliki sifat mudah marah/lekas marah)

  • Malas + pe- ➡️ Pemalas (Orang yang memiliki sifat malas)

🕵️‍♂️ Waktunya Berlatih: Detektif Bahasa!

Sekarang giliran kalian untuk menelaah makna awalan "pe-". Coba baca kalimat di bawah ini, lalu tebak apa makna kata yang dicetak tebal!

  1. Paman Andi bekerja sebagai seorang pelaut yang hebat.

  2. Adik meminjam penyerut pensil milikku.

  3. Rina sering terlambat ke sekolah karena ia seorang petidur.

diucapkan. Tapi tenang saja, maknanya tetap sama, kok!

3 Makna Utama Awalan "Pe-"

Ternyata, awalan "pe-" tidak hanya punya satu arti, lho. Ada tiga makna utama yang paling sering kita temui sehari-hari. Mari kita bedah satu per satu!

1. Orang yang Melakukan Pekerjaan (Pelaku/Profesi)

Makna pertama dari awalan "pe-" adalah menunjuk kepada orang yang melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.

  • Tulis + pe- ➡️ Penulis (Orang yang pekerjaannya menulis)

  • Baca + pe- ➡️ Pembaca (Orang yang sedang membaca)

  • Lari + pe- ➡️ Pelari (Orang yang melakukan olahraga lari)

2. Alat untuk Melakukan Sesuatu

Makna kedua digunakan untuk menyebutkan benda atau alat yang membantu kita melakukan suatu pekerjaan.

  • Hapus + pe- ➡️ Penghapus (Alat untuk menghapus tulisan)

  • Garis + pe- ➡️ Penggaris (Alat untuk membuat garis)

  • Potong + pe- ➡️ Pemotong (Alat untuk memotong, misalnya pemotong kuku)

3. Orang yang Memiliki Sifat Tertentu

Makna yang ketiga ini digunakan untuk menyebutkan karakter atau sifat yang menonjol pada diri seseorang.

  • Malu + pe- ➡️ Pemalu (Orang yang memiliki sifat mudah malu)

  • Marah + pe- ➡️ Pemarah (Orang yang memiliki sifat mudah marah/lekas marah)

  • Malas + pe- ➡️ Pemalas (Orang yang memiliki sifat malas)

🕵️‍♂️ Waktunya Berlatih: Detektif Bahasa!

Sekarang giliran kalian untuk menelaah makna awalan "pe-". Coba baca kalimat di bawah ini, lalu tebak apa makna kata yang dicetak tebal!

  1. Paman Andi bekerja sebagai seorang pelaut yang hebat.

  2. Adik meminjam penyerut pensil milikku.

  3. Rina sering terlambat ke sekolah karena ia seorang petidur.

Seni Rupa 



1.  Menggambar Objek (Unsur Seni Rupa)

Sebelum menggoreskan pensil, kamu perlu tahu 4 unsur penting yang membuat sebuah gambar objek terlihat menarik:

  • 1. Garis: Goresan dasar yang menghubungkan titik. Garis bisa berbentuk lurus, lengkung, zig-zag, atau putus-putus. Garis berfungsi membentuk batas luar objek.

  • 2. Bentuk: Hasil dari garis-garis yang saling bertemu. Ada bentuk dasar 2 dimensi (lingkaran, persegi, segitiga) dan bentuk 3 dimensi/volume (bola, kubus, tabung).

  • 3. Warna: Memberikan jiwa pada gambarmu! Warna dibagi menjadi warna primer (merah, kuning, biru) dan warna sekunder (hijau, jingga, ungu).

  • 4. Tekstur: Sifat permukaan objek yang terlihat atau terasa pada gambar, misalnya kesan halus (pada buah apel), kasar (pada batang pohon), atau licin (pada gelas kaca).

2. Langkah-Langkah Menggambar Objek Secara Sistematis

Agar gambarmu rapi dan tidak sering dihapus, ikuti 3 tahapan utama berikut:

[1. Buat Sketsa Tipis] ➔ [2. Tebalkan Garis Utama] ➔ [3. Mewarnai & Finishing]
TahapanKegiatanTips Penting
1. Sketsa (Sketching)Menggambar bentuk dasar objek menggunakan pensil.Goreskan pensil secara tipis saja agar mudah dihapus jika ada kesalahan.
2. Penegasan (Outlining)Menebalkan garis-garis sketsa yang sudah benar.Gunakan pensil tebal (2B) atau drawing pen agar bentuk objek terlihat tegas.
3. Mewarnai (Coloring)Mengisi bentuk dengan warna dan memberi efek gelap-terang.Warnai secara searah dan buat teknik gradasi agar objek terlihat bervolume/3D.

3. Mari Mempraktikkan: Menggambar Objek Cangkir & Buah 🍎☕

Sekarang, mari kita coba menggambar gabungan dua objek sederhana dengan memperhatikan bentuk dan proporsi (perbandingan ukuran yang pas).

Apa itu Proporsi?

Proporsi adalah perbandingan ukuran antarbagian benda. Contohnya, ukuran cangkir tidak boleh dibuat jauh lebih besar daripada meja tempatnya berdiri, atau buah apel tidak boleh lebih besar dari cangkirnya.

Panduan Langkah demi Langkah:

  1. Amati Objek: Letakkan cangkir dan buah apel di atas meja di depanmu.

  2. Tentukan Bentuk Dasar (Sketsa):

    • Gambarlah bentuk tabung/silinder tipis untuk cangkir.

    • Gambarlah bentuk lingkaran tipis di sebelah cangkir untuk buah apel.

  3. Detailkan Bentuk:

    • Tambahkan gagang lengkung pada cangkir dan cerukan di atas buah apel beserta tangkainya.

    • Pastikan ukuran apel seimbang bersanding dengan cangkir (perhatikan proporsinya!).

  4. Tebalkan Garis: Hapus garis-garis bantu yang tidak terpakai, lalu tebalkan bentuk pasti cangkir dan apel tersebut.

  5. Pewarnaan: Warnai cangkir dan buah apel sesuai warna aslinya.

4. Tips Agar Karyamu Makin Kreatif dan Menarik ✨

Ingin gambarmu dipuji teman-teman dan gurumu? Terapkan 3 rahasia ini:

  • Komposisi yang Seimbang: Letakkan objek di tengah bidang gambar. Jangan terlalu ke pinggir, terlalu atas, atau terlalu bawah.

  • Sentuhan Gelap-Terang (Bayangan): Tentukan arah datangnya cahaya (misal dari kiri). Bagian objek yang terkena cahaya diberi warna lebih terang, sedangkan bagian yang membelakangi cahaya diarsir/diwarnai lebih gelap.

  • Kreativitas Latar Belakang: Jangan biarkan kertas polos! Tambahkan latar belakang sederhana seperti garis meja, pola tapak meja, atau warna latar lembut agar gambarmu semakin hidup.

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah.

Wassalamualaaikum. 

Kamis, 06 Agustus 2026

Materi Ajar, Jumat 7 Agustus 2026

Nama Guru : Yuyun Estika, S.Pd.

Mata Pelajaran :
1. IPAS : Sistem Peredaran Darah


Hari/Tanggal : Jumat/ 7 Agustus 2026

Kelas / Fase : 5 / C

TP IPAS :
Menjelaskan organ, fungsinya, dan cara kerja organ peredaran darah pada manusia.





Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

IPAS


Organ Peredaran Darah Manusia dan Fungsinya

Ada tiga komponen/organ utama yang berperan dalam sistem transportasi tubuh kita:

A. Jantung (Si Pompa Tak Pernah Lelah)

Jantung adalah organ berotot seukuran kepalan tangan masing-masing orang yang terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Tugas utamanya adalah memompa darah ke seluruh tubuh.

Jantung manusia terbagi menjadi 4 ruangan utama:

  • Serambi Kanan (Atrium Kanan): Menerima darah kotor (banyak mengandung karbon dioksida) dari seluruh tubuh.

  • Serambi Kiri (Atrium Kiri): Menerima darah bersih (banyak mengandung oksigen) dari paru-paru.

  • Bilik Kanan (Ventrikel Kanan): Memompa darah kotor menuju paru-paru.

  • Bilik Kiri (Ventrikel Kiri): Memompa darah bersih ke seluruh tubuh. (Dinding bilik kiri paling tebal karena butuh tenaga besar!)

Catatan Unik: Antara serambi dan bilik terdapat katup jantung yang berfungsi menjaga agar darah tidak mengalir balik ke arah yang salah.

B. Paru-Paru dan Darah

  • Paru-paru: Berperan sebagai penyuplai oksigen. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran gas: darah melepaskan karbon dioksida dan mengikat oksigen segar.

  • Darah: Cairan tubuh yang terdiri dari sel darah merah (pembawa oksigen), sel darah putih (pembasmi kuman), keping darah (pembeku luka), dan plasma darah.

Cara Kerja Sistem Peredaran Darah

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Artinya, darah selalu mengalir di dalam pembuluh darah dan melewati jantung sebanyak dua kali dalam satu kali putaran penuh.

Peredaran darah terbagi menjadi dua jalur utama:

1. Peredaran Darah Kecil (Sirkulasi Pulmonalis)

Peredaran darah dari jantung menuju paru-paru, lalu kembali lagi ke jantung.

  • Tujuan: Membersihkan darah dari karbon dioksida dan mengisinya dengan oksigen.

  • Alur: Bilik Kanan -- Arteri Pulmonalis -- Paru-Paru -- ena Pulmonalis -- Serambi Kiri

Peredaran Darah Besar (Sirkulasi Sistemik)

Peredaran darah dari jantung mengelilingi seluruh tubuh, lalu kembali lagi ke jantung.

  • Tujuan: Mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel-sel tubuh.

  • Alur: Bilik Kiri -- Aorta / Arteri -- Seluruh Tubuh -- Vena -- Serambi Kanan

Ringkasan Perbedaan Arteri dan Vena

Untuk memudahkan ingatan siswa, berikut tabel perbandingannya:

PembedaPembuluh Nadi (Arteri)Pembuluh Balik (Vena)
Arah AliranMeninggalkan jantungMenuju ke jantung
Darah yang DibawaKaya Oksigen ($O_2$(kecuali arteri pulmonalis)Kaya Karbon Dioksida ($CO_2$(kecuali vena pulmonalis)
Dinding PembuluhTebal, kuat, dan elastisTipis dan kurang elastis
DenyutTerasa (searah detak jantung)Tidak terasa
LetakAgak dalam di bawah kulitDekat permukaan kulit (tampak kebiruan

Rabu, 05 Agustus 2026

Materi Ajar, Kamis 6 Agustus 2026

Nama Guru : Yuyun Estika, S.Pd.

Mata Pelajaran :
1. Pancasila : Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila
2. Seni Rupa : Menggambar dengan unsur & prinsip Seni rupa

Hari/Tanggal : Kamis 6 Agustus 2026

Kelas / Fase : 5 / C

TP Pancasila :
Meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat

TP Seni Rupa :
Mempraktikkan langkah menggambar objek secara kreatif.



Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

PANCASILA


Peristiwa Lahirnya Pancasila

Gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir dari satu tokoh saja, melainkan merupakan hasil perumusan dan diskusi dari beberapa tokoh penting, terutama Ir. Soekarno, yang dikenal sebagai "Bapak Bangsa" dan pada tanggal 1 Juni 1945 mengemukakan pidatonya tentang konsep awal Pancasila dalam sidang BPUPKI, serta Mohammad Yamin dan Soepomo yang juga menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI.

Peran Tokoh-tokoh Kunci:

Ir. Soekarno:
Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato "Lahirnya Pancasila" yang mengusulkan lima prinsip dasar negara, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Mohammad Yamin:
Pada sidang pertama BPUPKI, Mohammad Yamin mengusulkan lima prinsip dasar negara yang meliputi Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan.

Soepomo:
Pada 31 Mei 1945, Soepomo menyampaikan usulannya tentang dasar negara yang menekankan pada Persatuan (Unitarisme), Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat.

Peran Panitia Sembilan:
Setelah usulan-usulan tersebut disampaikan, dibentuklah Panitia Sembilan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila. Tokoh-tokoh dalam Panitia Sembilan ini antara lain Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Mr. Muhammad Yamin, Achmad Soebardjo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkar, H. Agus Salim, dan K.H. Abdul Wahid Hasyim.

Pengesahan Pancasila:
Pancasila akhirnya disahkan sebagai dasar negara Indonesia pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, yang tercantum dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Peringatan ini merujuk pada momen penting ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.

Peringatan Hari Lahir Pancasila bertujuan untuk mengingat dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara, serta untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Latihan
1. Pada masa penjajahan Jepang pernah dibentuk sebuah lembaga bernama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh .....
A. Ir Soekarno
B. Drs Muhammad Hatta
C. Dr Radjiman Widyadiningrat
D. Mr Muh Yamin

2. Perhatikan peristiwa berikut:
1. Ir Soekarno dan Moh Hatta dipilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia
2. Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta
3. Ir Soekarno mengusulkan lima dasar negara
4. Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai
Urutan yang benar sesuai waktu terjadinya peristiwa penting di atas adalah....
A. 1, 2, 4, 3
B. 4, 3, 2, 1
C. 4, 3, 1, 2
D. 1, 3, 4, 2

3. Istilah Pancasila sebagai dasar negara untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Ir Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal...
A. 29 Mei 1945
B. 1 Juli 1945
C. 17 Agustus 1945
D. 1 Juni 1945

Perhatikan rumusan berikut!
1. Nasionalisme dan kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme dan perikemanusiaan
3. Mufakat dan demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Perumus cikal bakal Pancasila tersebut adalah.....
A. Mr Muh Yamin
B. Mr Soepomo
C. Ir Soekarno
D. Drs Moh Hatta

5. Piagam Jakarta berhasil dirumuskan dan disepakati sebagai rumusan yang akan disahkan sebagai dasar negara. Akan tetapi, terdapat warga yang tidak setuju dengan salah satu bunyi isi rumusan tersebut. Rumusan yang dimaksud adalah.....
A. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
C. Persatuan Indonesia
D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Seni Rupa 





1.  Menggambar Objek (Unsur Seni Rupa)

Sebelum menggoreskan pensil, kamu perlu tahu 4 unsur penting yang membuat sebuah gambar objek terlihat menarik:

  • 1. Garis: Goresan dasar yang menghubungkan titik. Garis bisa berbentuk lurus, lengkung, zig-zag, atau putus-putus. Garis berfungsi membentuk batas luar objek.

  • 2. Bentuk: Hasil dari garis-garis yang saling bertemu. Ada bentuk dasar 2 dimensi (lingkaran, persegi, segitiga) dan bentuk 3 dimensi/volume (bola, kubus, tabung).

  • 3. Warna: Memberikan jiwa pada gambarmu! Warna dibagi menjadi warna primer (merah, kuning, biru) dan warna sekunder (hijau, jingga, ungu).

  • 4. Tekstur: Sifat permukaan objek yang terlihat atau terasa pada gambar, misalnya kesan halus (pada buah apel), kasar (pada batang pohon), atau licin (pada gelas kaca).

Langkah-Langkah Menggambar Objek Secara Sistematis

Agar gambarmu rapi dan tidak sering dihapus, ikuti 3 tahapan utama berikut:

[1. Buat Sketsa Tipis] ➔ [2. Tebalkan Garis Utama] ➔ [3. Mewarnai & Finishing]
TahapanKegiatanTips Penting
1. Sketsa (Sketching)Menggambar bentuk dasar objek menggunakan pensil.Goreskan pensil secara tipis saja agar mudah dihapus jika ada kesalahan.
2. Penegasan (Outlining)Menebalkan garis-garis sketsa yang sudah benar.Gunakan pensil tebal (2B) atau drawing pen agar bentuk objek terlihat tegas.
3. Mewarnai (Coloring)Mengisi bentuk dengan warna dan memberi efek gelap-terang.Warnai secara searah dan buat teknik gradasi agar objek terlihat bervolume/3D.

3. Mari Mempraktikkan: Menggambar Objek Cangkir & Buah 🍎☕

Sekarang, mari kita coba menggambar gabungan dua objek sederhana dengan memperhatikan bentuk dan proporsi (perbandingan ukuran yang pas).

Apa itu Proporsi?

Proporsi adalah perbandingan ukuran antarbagian benda. Contohnya, ukuran cangkir tidak boleh dibuat jauh lebih besar daripada meja tempatnya berdiri, atau buah apel tidak boleh lebih besar dari cangkirnya.

Panduan Langkah demi Langkah:

  1. Amati Objek: Letakkan cangkir dan buah apel di atas meja di depanmu.

  2. Tentukan Bentuk Dasar (Sketsa):

    • Gambarlah bentuk tabung/silinder tipis untuk cangkir.

    • Gambarlah bentuk lingkaran tipis di sebelah cangkir untuk buah apel.

  3. Detailkan Bentuk:

    • Tambahkan gagang lengkung pada cangkir dan cerukan di atas buah apel beserta tangkainya.

    • Pastikan ukuran apel seimbang bersanding dengan cangkir (perhatikan proporsinya!).

  4. Tebalkan Garis: Hapus garis-garis bantu yang tidak terpakai, lalu tebalkan bentuk pasti cangkir dan apel tersebut.

  5. Pewarnaan: Warnai cangkir dan buah apel sesuai warna aslinya.

4. Tips Agar Karyamu Makin Kreatif dan Menarik ✨

Ingin gambarmu dipuji teman-teman dan gurumu? Terapkan 3 rahasia ini:

  • Komposisi yang Seimbang: Letakkan objek di tengah bidang gambar. Jangan terlalu ke pinggir, terlalu atas, atau terlalu bawah.

  • Sentuhan Gelap-Terang (Bayangan): Tentukan arah datangnya cahaya (misal dari kiri). Bagian objek yang terkena cahaya diberi warna lebih terang, sedangkan bagian yang membelakangi cahaya diarsir/diwarnai lebih gelap.

  • Kreativitas Latar Belakang: Jangan biarkan kertas polos! Tambahkan latar belakang sederhana seperti garis meja, pola tapak meja, atau warna latar lembut agar gambarmu semakin hidup.


Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah