Senin, 05 Januari 2026

Materi Ajar, Selasa 6 Januari 2026

Hari/tanggal            :  Selasa, 6 Januari 2026

Kelas                          : VI AL Ibnu Sina


Materi Muatan Pelajaran

B. Indonesia                : Bab 5 Anak-Anak yang Mnegubah Dunia

IPAS                 : Alam Semesta

Bahasa Indonesia:

Capaian Pembelajaran: 

Murid  mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

Tujuan Pembelajaran: 

Murid dapat :

·         Menganalisis bacaan tentang sosok inspiratif yang berhasil mengubah dunia.

·         Mengenali dan memahami penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif.

·         Menunjukkan sikap peduli terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.

·         Menyusun naskah pidato dan menyampaikannya secara lisan di depan kelas.

Mengenal dan memahami struktur serta ciri kebahasaan teks biografi

Capaian pembelajaran matematika:

pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).

Tujuan Pembelajaran;

Siswa diharapkan mampu menghubungkan konsep, penalaran, komunikasi, representasi, koneksi, dan pemecahan masalah matematis dalam kehidupan sehari-hari. 

CP IPAS

CP IPAS

Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi,  serta  pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.

Tujuan: murid mampu memahami konsep alam semesta dengan baik

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh


Apa kabar anak sholih sholihah

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...

Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.

BAHASA INDONESIA



 Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca Teks Biografi Isabel dan Melati Wijsen. Tujuan pembelajaran kali ini adalah merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan pengetahuan yang dimilikinya.


Teks biografi adalah teks yang berisikan kisah suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya. Teks ini ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani banyak orang. Penulisan kisah hidup tokoh mencakup permasalahan yang pernah dihadapi maupun kelebihan-kelebihan tokoh yang dapat menginspirasi. 

Isabel dan Melati Wijsen:
Aktivis Lingkungan dan Pendiri Bye Bye Plastic Bag
Melati dan Isabel, yang berumur 12 dan 10 tahun, adalah kakak adik dari Pulau Bali. Sejak kecil, mereka suka bertualang, seperti bersepeda ke daerah-daerah pedesaan. Alam Bali adalah tempat bermain mereka.

Di sekolah, Melati dan Isabel belajar tentang orang-orang yang mengubah dunia, seperti Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi. Terinspirasi dari tokoh-tokoh tersebut, Melati dan Isabel berpikir, “Perubahan apa, ya, yang bisa kita buat sekarang sebagai anak-anak Pulau Bali?”
Melati dan Isabel

Ternyata jawabannya ada di depan mata mereka. Di pantai, Melati sering melihat tumpukan sampah plastik. Ketika bersepeda, Isabel selalu melihat sampah plastik bertebaran.

Mereka sadar bahwa tempat bermain mereka yang indah semakin kotor, dan waktunya untuk mereka berkata, “Cukup!” Melati dan Isabel tahu mereka harus berjuang untuk membuat Pulau Bali bebas dari sampah plastik. Gerakan ini mereka namakan Bye Bye Plastic Bag.

Mereka pun membuat petisi untuk mengurangi sampah plastik. Selain petisi, mereka juga ingin mendorong Gubernur Bali untuk membuat peraturan yang melarang kantong plastik.

Banyak orang meremehkan Melati dan Isabel karena mereka masih anakanak. Melati dan Isabel kembali ingat pelajaran mengenai Mahatma Gandhi yang melakukan mogok makan, atau puasa, untuk mendorong perubahan. Mengikuti kegigihan Gandhi, Melati dan Isabel berjuang keras agar Gubernur Bali mau bertemu dengan mereka.

Setelah mogok makan selama 24 jam, Gubernur Bali akhirnya bersedia menemui Melati dan Isabel. Pertemuan ini membuka banyak pintu agar Bye Bye Plastic Bag dapat bekerja sama dengan berbagai cabang pemerintahan.

Selama 6 tahun, Melati dan Isabel juga berjuang bersama-sama banyak orang dan media. Akhirnya pada 2019, Bali menyatakan larangannya terhadap plastik sekali pakai! Melati dan Isabel pun diundang ke United Nation, TED Talks, dan mendapatkan berbagai penghargaan termasuk gelar “Anak remaja paling berpengaruh” oleh Forbes, Times, dan CNN.

Melati dan Isabel menunjukkan bahwa usia bukanlah masalah. Semakin lama, gerakan Bye Bye Plastic Bag menjadi semakin besar dan tersebar ke seluruh dunia.

“Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.”

Kosa Kata Baru
Adakah kata-kata sulit yang belum kalian pahami? Gunakan kamus untuk mencari arti kata-kata berikut ini. Tulislah dalam buku kalian.
  1. bertualang: v selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah)
  2. petisi: n (surat) permohonan resmi kepada pemerintah
  3. sekali pakai: hanya digunakan satu kali kemudian menjadi sampah
  4. terinspirasi: v terilhami
  5. meremehkan: v menganggap tidak penting, tidak berharga, kecil
  6. berpengaruh: v berkuasa, mempunyai pengaruh

Memahami Bacaan
Untuk menguji pemahamanmu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Siapakah Isabel dan Melati Wijsen?
Isabel dan Melati Wijsen adalah kakak beradik aktivis lingkungan yang menjadi pendiri Bye Bye Plastic Bag.
2. Di mana kedua bersaudara ini tinggal?
Kedua saudara ini tinggal di Bali.
3. Siapa tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi Isabel dan Melati?
Tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi mereka antara lain: Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi.
4. Apa masalah yang dihadapi oleh Isabel dan Melati?
Masalah yang sering dihadapi Melati dan Isabel adalah selalu melihat sampah plastik bertebaran.
5. Apa yang mereka lakukan untuk memecahkan masalah tersebut?
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka membuat gerakan Bye Bye Plastic Bag.
6. Mengapa banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati?
Banyak orang meremehkan usaha Melati dan Isabel karena mereka masih anak-anak.
7. Apakah usaha Isabel dan Melati akhirnya berhasil? Bagaimana caranya?
Usaha mereka akhirnya berakhir karena didukung oleh Gubernur Bali dan banyak orang di pemerintahan. Namun sebelum itu mereka berdua harus melakukan aksi mogok makan untuk mendapat perhatian.
8. “Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.” Menurut kalian, apakah maksud pernyataan Melati dan Isabel ini? Ungkapkanlah dalam bahasa kalian sendiri.
Maksud ungkapan itu adalah bahwa anak-anak adalah pihak yang patut diperhitungkan karena anak-anak adalah generasi penentu atau pemimpin pada masa mendatang

 IPAS
Sistem Tata Surya, yaitu Matahari (bintang pusat) dan benda-benda langit pengorbitnya (planet, satelit, asteroid, komet), menjelaskan gerakan rotasi dan revolusi Bumi, peran gravitasi, serta karakteristik planet-planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus) dan galaksi Bima Sakti. Siswa akan belajar tentang benda langit seperti bintang, planet, bulan, asteroid, meteoroid, dan komet, serta teknologi antariksa dan penjelajahan Mars. 
1. Sistem Tata Surya
  • Pusat: Matahari, bintang raksasa gas yang menjadi pusat gravitasi.
  • Anggota: 8 planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus), satelit alami (bulan), asteroid, komet, meteoroid.
  • Galaksi: Tata surya kita berada di dalam Galaksi Bima Sakti.
Benda-benda Langit
  • Bintang: Bola gas panas bersinar sendiri (Contoh: Matahari).
  • Planet: Benda langit berukuran besar mengorbit bintang. Dibagi planet dalam (berbatu) dan planet luar (gas).
  • Bulan: Satelit alami yang mengorbit planet.
  • Asteroid: Batu-batuan di sabuk asteroid (antara Mars & Jupiter).
  • Komet: Bintang berekor (es, debu, batuan).
  • Meteoroid: Pecahan asteroid kecil. 
3. Gerakan Bumi dan Bulan
  • Rotasi Bumi: Perputaran Bumi pada porosnya (24 jam) menyebabkan siang-malam.
  • Revolusi Bumi: Perputaran Bumi mengelilingi Matahari (365,25 hari) menyebabkan tahun dan musim.
  • Rotasi & Revolusi Bulan: Waktu rotasi dan revolusi Bulan sama (27 hari), sehingga kita hanya melihat satu sisi Bulan. 
  • 4. Gaya Gravitasi
    • Gaya tarik menarik antar benda bermassa. Matahari punya gravitasi terbesar di tata surya.
    • Gravitasi Matahari menjaga planet tetap di orbitnya. 
    5. Teknologi dan Penjelajahan Antariksa
    • Satelit buatan manusia untuk komunikasi, cuaca, dll..
    • Misi penjelajahan Mars (rover: Sojourner, Curiosity, dll.) untuk mencari air dan tanda kehidupan. 
Karakteristik Planet (Contoh)
  • Bumi: Satu-satunya planet dengan air cair dan kehidupan, punya 1 bulan.
  • Mars: Planet merah, mirip Bumi, menjadi target penjelajahan.
  • Jupiter: Planet terbesar, gas.
  • Saturnus: Terkenal dengan cincinnya. 



Minggu, 04 Januari 2026

Materi Ajar, Senin 5 Januari 2026

Hari/tanggal              :  Senin, 5 Januari 2026

Kelas                          : VI AL Ibnu Sina


Materi Muatan Pelajaran

B. Indonesia                : Bab 5 Anak-Anak yang Mnegubah Dunia

Matematika                 : Peluang

Bahasa Indonesia:

Capaian Pembelajaran: 

Murid  mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

Tujuan Pembelajaran: 

Murid dapat :

·         Menganalisis bacaan tentang sosok inspiratif yang berhasil mengubah dunia.

·         Mengenali dan memahami penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif.

·         Menunjukkan sikap peduli terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.

·         Menyusun naskah pidato dan menyampaikannya secara lisan di depan kelas.

Mengenal dan memahami struktur serta ciri kebahasaan teks biografi

Capaian pembelajaran matematika:

pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).

Tujuan Pembelajaran;

Siswa diharapkan mampu menghubungkan konsep, penalaran, komunikasi, representasi, koneksi, dan pemecahan masalah matematis dalam kehidupan sehari-hari. 

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh


Apa kabar anak sholih sholihah

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...

Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.

BAHASA INDONESIA



 Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca Teks Biografi Isabel dan Melati Wijsen. Tujuan pembelajaran kali ini adalah merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan pengetahuan yang dimilikinya.


Teks biografi adalah teks yang berisikan kisah suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya. Teks ini ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani banyak orang. Penulisan kisah hidup tokoh mencakup permasalahan yang pernah dihadapi maupun kelebihan-kelebihan tokoh yang dapat menginspirasi. 

Isabel dan Melati Wijsen:
Aktivis Lingkungan dan Pendiri Bye Bye Plastic Bag
Melati dan Isabel, yang berumur 12 dan 10 tahun, adalah kakak adik dari Pulau Bali. Sejak kecil, mereka suka bertualang, seperti bersepeda ke daerah-daerah pedesaan. Alam Bali adalah tempat bermain mereka.

Di sekolah, Melati dan Isabel belajar tentang orang-orang yang mengubah dunia, seperti Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi. Terinspirasi dari tokoh-tokoh tersebut, Melati dan Isabel berpikir, “Perubahan apa, ya, yang bisa kita buat sekarang sebagai anak-anak Pulau Bali?”
Melati dan Isabel

Ternyata jawabannya ada di depan mata mereka. Di pantai, Melati sering melihat tumpukan sampah plastik. Ketika bersepeda, Isabel selalu melihat sampah plastik bertebaran.

Mereka sadar bahwa tempat bermain mereka yang indah semakin kotor, dan waktunya untuk mereka berkata, “Cukup!” Melati dan Isabel tahu mereka harus berjuang untuk membuat Pulau Bali bebas dari sampah plastik. Gerakan ini mereka namakan Bye Bye Plastic Bag.

Mereka pun membuat petisi untuk mengurangi sampah plastik. Selain petisi, mereka juga ingin mendorong Gubernur Bali untuk membuat peraturan yang melarang kantong plastik.

Banyak orang meremehkan Melati dan Isabel karena mereka masih anakanak. Melati dan Isabel kembali ingat pelajaran mengenai Mahatma Gandhi yang melakukan mogok makan, atau puasa, untuk mendorong perubahan. Mengikuti kegigihan Gandhi, Melati dan Isabel berjuang keras agar Gubernur Bali mau bertemu dengan mereka.

Setelah mogok makan selama 24 jam, Gubernur Bali akhirnya bersedia menemui Melati dan Isabel. Pertemuan ini membuka banyak pintu agar Bye Bye Plastic Bag dapat bekerja sama dengan berbagai cabang pemerintahan.

Selama 6 tahun, Melati dan Isabel juga berjuang bersama-sama banyak orang dan media. Akhirnya pada 2019, Bali menyatakan larangannya terhadap plastik sekali pakai! Melati dan Isabel pun diundang ke United Nation, TED Talks, dan mendapatkan berbagai penghargaan termasuk gelar “Anak remaja paling berpengaruh” oleh Forbes, Times, dan CNN.

Melati dan Isabel menunjukkan bahwa usia bukanlah masalah. Semakin lama, gerakan Bye Bye Plastic Bag menjadi semakin besar dan tersebar ke seluruh dunia.

“Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.”

Kosa Kata Baru
Adakah kata-kata sulit yang belum kalian pahami? Gunakan kamus untuk mencari arti kata-kata berikut ini. Tulislah dalam buku kalian.
  1. bertualang: v selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah)
  2. petisi: n (surat) permohonan resmi kepada pemerintah
  3. sekali pakai: hanya digunakan satu kali kemudian menjadi sampah
  4. terinspirasi: v terilhami
  5. meremehkan: v menganggap tidak penting, tidak berharga, kecil
  6. berpengaruh: v berkuasa, mempunyai pengaruh

Memahami Bacaan
Untuk menguji pemahamanmu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Siapakah Isabel dan Melati Wijsen?
Isabel dan Melati Wijsen adalah kakak beradik aktivis lingkungan yang menjadi pendiri Bye Bye Plastic Bag.
2. Di mana kedua bersaudara ini tinggal?
Kedua saudara ini tinggal di Bali.
3. Siapa tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi Isabel dan Melati?
Tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi mereka antara lain: Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi.
4. Apa masalah yang dihadapi oleh Isabel dan Melati?
Masalah yang sering dihadapi Melati dan Isabel adalah selalu melihat sampah plastik bertebaran.
5. Apa yang mereka lakukan untuk memecahkan masalah tersebut?
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka membuat gerakan Bye Bye Plastic Bag.
6. Mengapa banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati?
Banyak orang meremehkan usaha Melati dan Isabel karena mereka masih anak-anak.
7. Apakah usaha Isabel dan Melati akhirnya berhasil? Bagaimana caranya?
Usaha mereka akhirnya berakhir karena didukung oleh Gubernur Bali dan banyak orang di pemerintahan. Namun sebelum itu mereka berdua harus melakukan aksi mogok makan untuk mendapat perhatian.
8. “Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.” Menurut kalian, apakah maksud pernyataan Melati dan Isabel ini? Ungkapkanlah dalam bahasa kalian sendiri.
Maksud ungkapan itu adalah bahwa anak-anak adalah pihak yang patut diperhitungkan karena anak-anak adalah generasi penentu atau pemimpin pada masa mendatang

Matematika

pemahaman konsep dasar peluang sebagai kemungkinan terjadinya suatu kejadian, menggunakan skala peluang (tidak mungkin, kurang mungkin, mungkin, sangat mungkin, pasti), serta membandingkan peluang dua kejadian dengan contoh sehari-hari seperti koin atau dadu, dengan tujuan membantu pengambilan keputusan dan memahami ketidakpastian melalui contoh praktis. 
Konsep Dasar
  • Peluang: Perkiraan atau kemungkinan suatu kejadian akan terjadi.
  • Skala Peluang:
    • Tidak mungkin: Kejadian yang tidak akan pernah terjadi (contoh: matahari terbit di barat).
    • Kurang mungkin: Peluangnya kecil (contoh: pindah rumah setiap tahun).
    • Mungkin: Peluangnya ada (contoh: hujan saat musim hujan).
    • Sangat mungkin: Peluangnya besar (contoh: makan malam bersama keluarga).
    • Pasti: Kejadian yang pasti terjadi (contoh: matahari terbit setiap pagi). 

Materi Pokok
  • Memahami Peluang melalui Percobaan:
    • Koin: Peluang muncul sisi Angka atau Gambar (contoh: peluang muncul "Gambar" saat melempar koin).
    • Dadu: Peluang muncul angka tertentu atau jenis angka (genap/ganjil) saat melempar dadu bersisi 6 (contoh: peluang muncul angka kurang dari 7).
  • Membandingkan Peluang: Menilai kejadian mana yang lebih mungkin terjadi (contoh: memilih kotak hadiah dengan isi berbeda). 
Contoh Penerapan
  • Membantu membuat keputusan (memilih mainan, memprediksi cuaca).
  • Memahami konsep "adil" dan "kurang adil" dalam permainan. 
Istilah Penting
  • Ruang Sampel (S): Semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan (contoh: {1, 2, 3, 4, 5, 6} untuk dadu).
  • Kejadian (A, B, C): Himpunan bagian dari ruang sampel (contoh: muncul angka genap = {2, 4, 6}).
  • Peluang (n(A)/n(S)): Perbandingan jumlah kejadian yang diinginkan dengan jumlah total ruang sampel (contoh: peluang muncul angka genap = 3/6 = 1/2). 


Demikian pembelajaran hari ini. Jangan lupa diulang kembali dirumah. 
Wassalamuaikum wr wrb.