Selasa, 07 Januari 2020

tema 6 subtema 1 pb 5

MATERI AJAR KELAS 6
Hari/ Tanggal : Rabu,  8 Januari 2020
Tema 6           : Menuju Masyarakat Sejahtera
Sub Tema 1    : Masyarakat Peduli Lingkungan
PB                  : 5
Muatan           : IPA, B. Indonesia
  
Ayo Mengamati
  Perhatikan gambar poster berikut!
 
  
  Pernahkah kamu melihat gambar yang serupa dengan gambar tersebut? Di manakah kamu melihat gambar tersebut? Gambar tersebut merupakan poster. Poster adalah plakat yang dipasang di tempat-tempat umum.  Poster umumnya berisi gambar, pesan, atau informasi tentang suatu topik bagi para pembacanya. Apabila informasi atau gambar pada poster mudah dipahami oleh pembaca, maka poster tersebut dapat dikatakan baik dan informatif.  Poster banyak dijumpai di tempat-tempat umum yang strategis. Contohnya di rumah sakit, puskesmas, sekolah, kantor, atau pusat-pusat perbelanjaan. Poster pada gambar tersebut memberikan informasi kepada kita tentang pubertas pada anak laki-laki. Selain itu, poster tersebut juga memberikan informasi tentang cara menyikapi pubertas. Pubertas terjadi pada anak laki- laki dan perempuan.
Ayo Berdiskusi
  Perhatikan kembali gambar poster tersebut. Untuk membuat poster, terdapat berbagai unsur yang harus diperhatikan. Berikut unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam pembuatan poster.
  1. Judul Judul poster harus singkat, padat, dan jelas. Judul poster juga harus mencakup keseluruhan isi poster. Selain itu, perhatikan juga ukuran huruf yang digunakan dalam membuat poster. Judul poster sebaiknya dapat terbaca dari jarak sekitar 2 meter. Contoh judul poster yang dapat dibuat adalah Cara Menyikapi Ciri-ciri Pubertas.
  2. Informasi (Isi) Isi poster berisi penjelasan tentang judul poster. Isi poster sebaiknya dibuat dalam bentuk poin-poin sehingga lebih efektif dan efisien. Ukuran huruf yang digunakan dalam isi poster juga harus diperhatikan. Isi poster sebaiknya dapat terbaca dari jarak sekitar 1 meter. Contoh isi poster yang dapat dibuat berdasarkan judul di atas yaitu pengertian pubertas, ciri kelamin sekunder pada pubertas, dan cara menyikapi ciri-ciri pubertas.
  3. Gambar Gambar membuat poster menjadi lebih menarik. Selain itu, gambar juga memperjelas isi poster. Carilah atau buatlah gambar yang sesuai dengan judul poster. Hal tersebut bertujuan agar gambar poster sesuai dan dapat memperjelas isi poster.
  4. Sumber (Daftar Pustaka) Informasi dan gambar yang digunakan dalam pembuatan poster dapat berasal dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut dapat berasal dari buku atau internet. Pada bagian sumber (daftar pustaka) ini, cantumkanlah sumber-sumber pustaka dari isi dan gambar yang digunakan dalam poster. Contoh penulisan daftar pustaka dari buku dengan satu orang penulis sebagai berikut. Nama penulis. Tahun. Nama buku. Kota penerbit: Nama penerbit. Nama penulis ditulis nama belakangnya terlebih dahulu, lalu diikuti tanda koma dan nama depan penulis. Judul buku ditulis miring (italic).
  Kamu sudah mengetahui unsur-unsur poster. Kemudian, bentuklah kelompok yang terdiri atas empat anak. Diskusikan bersama kelompokmu tentang kerangka (perencanaan) poster dengan tema pubertas. Kamu dapat mengembangkan tema tersebut untuk dibuat judul. Contohnya tentang tanda- tanda pubertas, cara mengatasi permasalahan pubertas dari sisi kesehatan, serta cara mengatasi atau permasalahan pubertas dari sisi perilaku atau sikap. Tulislah juga nama-nama anggota kelompokmu dalam kerangka (perencanaan) poster tersebut. Tuliskan perencanaan kelompokmu pada selembar kertas. Kemudian, kumpulkan pada gurumu. Jika kamu telah memasuki masa pubertas, isilah masa-masa itu dengan kegiatan yang positif. Apa kegiatan positif yang dapat kamu lakukan? Kamu bisa melakukan kegiatan rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan, kamu bisa melakukan kegiatan rutin membaca buku untuk menambah pengetahuan, dan masih banyak kegiatan lain yang bisa kamu lakukan. Pada masa purbetas hendaknya juga isi hari-harimu dengan sikap-sikap positif, sebagai contoh, peduli lingkungan. Peduli lingkungan tidak tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa atau orang tua. Peduli lingkungan bisa dan harus dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Bacalah bacaan berikut, semoga mengispirasi dirimu.
Ayo Membaca 
 Jadi Aktivis Peduli Lingkungan, Bocah Ini Kumpulkan 650 Kg Koran Bekas
  Peduli dengan lingkungan bisa dilakukan siapa saja, tidak terkecuali anak-anak. Seperti yang dilakukan Flavian Abe Sam, bocah 11 tahun di Abu Dhabi yang telah mengumpulkan lebih dari 650 kilogram koran bekas dan 60 telepon genggam tak terpakai untuk didaur ulang. “Kita semua harus melakukan apa yang kita biasa  untuk menjaga lingkungan. Sebuah perbuatan kecil bisa berdampak besar,” ujar bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar itu. Apa yang dilakukan Sam itu sebagai bagian dari gerakan daur ulang yang diprakarsai Kelompok Lingkungan Emirat (EEG) dalam kampanye ‘Recycle,Reforest, Repeat’. Sam yang tercatat sebagai siswa di Sekolah Dasar Al
  Wathba di Abu Dhabi, memulai keikutsertaannya dalam gerakan itu dengan menyumbang 450 kg koran bekas. Kemudian kembali lagi dengan 200 kg koran bekas lainnya. Sam, dikutip dari Gulfnews, mulai tertarik pada gerakan lingkungan di usia enam tahun saat dirinya mengikuti kegiatan serupa di sekolah. Setelahnya, Sam mulai kerap mengikuti kampanye lingkungan seperti mengumpulkan kertas dan kaleng bekas, serta penghijauan. Sam bahkan mendatangi sejumlah toko elektronik untuk mengumpulkan telepon genggam tak terpakai. ”Aku pernah membaca tentang telepon genggam bekas yang harus dibuang secara khusus karena mengandung racun,” ujarnya.
Ayo Berlatih
  Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. Tuliskan pada kolom yang telah tersedia!
  1. Apa judul bacaan di atas?
  2. Apa kata kunci pada judul bacaan di atas? Sebutkan dua kata kunci pada judul bacaan   
           di atas!
  3. Apa informasi dari bacaan berdasarkan kata kunci?
  4. Apakah isi bacaan dalam teks sama dengan isi informasi sesuai kata kunci
            berdasarkan perkiraanmu?
Sub Tema 1    : Masyarakat Peduli Lingkungan
PB                  : 6
Muatan           : PPKN, B. Indonesia, SBdP
Bahaya Jajanan tidak Sehat di Sekitar Sekolah 
Terik matahari seakan membakar siang sekelompok siswa SD berhamburan keluar dari sekolah. Di depan sekolah, berbagai jenis jajanan sudah berjajar menanti pelanggan ciliknya. Panasnya siang membuat para siswa tak segan merogoh uang di sakunya untuk membeli minuman dingin berwarna merah menyala. Sebagian lagi membeli bakso bertusuk lidi yang dicelup ke dalam saus yang tak kalah merah warnanya. Anak-anak tersebut tidak sadar betapa bahaya menanti mereka. Mereka tidak paham bahwa beberapa tahun ke depan merahnya sirup dan saus tersebut akan menggerogoti organ tubuh mereka.

  Pengawasan Badan POM dalam lima tahun terakhir menunjukkan, masih banyak jajanan anak sekolah yang tidak sehat. Hasil pemantauan pangan jajanan anak berkisar 40-44 persen mengandung rhodamin, formalin, boraks, serta pemanis buatan dalam kadar tinggi seringkali ditemukan di antara jajanan di sekitar SD (Kompas, 31 Januari 2011). Sesungguhnya rhodamin adalah zat pewarna tekstil, sementara formalin adalah bahan pengawet yang juga dipakai untuk mengawetkan jenazah, dan boraks adalah bahan kimia yang kerap dipakai sebagai pencampur dalam pembuatan deterjen. Bayangkan reaksi organ tubuh kita ketika menerima bahan-bahan kimia berbahaya tersebut!

  Lingkungan di sekitar sekolah patut mendapat perhatian khusus terhadap bahaya ini. Mengapa? Siswa sekolah dasar cenderung lebih mudah tertarik dengan makanan yang berwarna-warni cerah. Oleh karenanya, sangat diharapkan peran sekolah untuk menyediakan kantin yang menjual makanan sehat. Menyikapi hal ini BPOM menggalakkan aksi nasional menuju makanan jajanan anak sekolah yang aman, sehat, dan bergizi. Komunitas sekolah menjadi mitra yang akan diberdayakan untuk bekerja sama menjalankan aksi ini. Untuk itu orang tua, siswa, dan sekolah perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya makanan bergizi serta mengenal tanda-tanda makanan yang tidak aman dikonsumsi. Mari kita ciptakan generasi sehat melalui makanan yang sehat!

  Ayo Berlatih

  Mulai sekarang, perhatikan jajanan sekolah yang aman, sehat, dan bergizi demi memenuhi kewajibanmu menjaga kesehatan tubuh. Akan lebih aman, bawalah bekal dari rumah yang lebih sehat. Dengan demikian, kamu telah melaksanakan kewajiban terhadap diri sendiri.

  Bagaimanakah wujud kewajibanmu terhadap lingkungan? Ikut melestarikan adat dan budaya di lingkungan tempat tinggal merupakan kewajiban setiap warga masyarakat, termasuk kamu. Apakah kamu mengenal adat dan budaya di lingkunganmu? Banyak bentuk adat dan budaya bangsa Indonesia, seperti alat musik daerah dan lagu-lagu daerah. Dapatkah kamu menyanyikan lagu- lagu daerah yang ada di daerah tempat tinggalmu? Amatilah berbagai gambar permainan alat musik daerah berikut. Kemudian, nyanyikan satu lagu daerah.

  Ayo Mengamati 
       

Nyanyikan lagu daerah berikut!
 

Ayo Berlatih
1. Nyanyikan nada do sampai dengan do tinggi (do`) naik dan turun. Ucapkan nada secara  
berulang-ulang. Sambil bernyanyi dengarkan suaramu agar interval nada tepat.
2. Nyanyikan lagu di atas. Sebelum menyanyikan syair lagu, terlebih dahulu baca dan nyanyikan dengan solmisasi.
3. Bagaimana interval pada lagu di atas? Banyakkah nada-nada yang sama berturut-turut? Ungkapkan pendapatmu.
Ayo Mengamati
  
Memainkan Interval Nada
  Kita mengenal jarak antara dua nada sebagai interval. Berdasarkan cara memainkannya interval dibagi menjadi dua, yaitu interval harmonis dan interval melodis. Interval harmonis adalah dua nada yang dibunyikan secara bersama. Interval melodis adalah dua nada yang dibunyikan secara bergantian. Perhatikan contoh berikut. interval harmonis interval melodisascending descending interval interval Interval melodis terdiri atas interval dari nada rendah ke nada tinggi(ascending interval ) dan interval dari nada tinggi ke nada rendah descending interval)
  Melodi yang baik adalah melodi yang mempunyai interval terjangkau oleh alat musik atau suara manusia.

Senin, 06 Januari 2020

tema 6 subtema 1 pb 3

MATERI AJAR KELAS 6

Hari/ Tanggal : Selasa, 7 Januari 2020
Tema 6           : Menuju Masyarakat Sejahtera
Sub Tema 1    : Masyarakat Peduli Lingkungan
PB                  : 3
Muatan           : PPKN, IPS, Bahasa Indonesia

Ayo Membaca 

  Kemerdekaan yang telah dicapai bangsa Indonesia merupakan sarana mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Upaya membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera di antaranya dengan meningkatkan taraf kehidupan bangsa, meningkatkan taraf kecerdasan bangsa, dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki untuk kemajuan bangsa Indonesia. Hingga saat ini upaya-upaya tersebut masih terus dilaksanakan meskipun Indonesia sudah merdeka cukup lama. Dukungan masyarakat yang peduli lingkungan sangat diperlukan dalam upaya-upaya bangsa untuk mewujudkan masyarakat sejahtera.
  Gambar-gambar di atas menunjukkan pelajar-pelajar Indonesia sedang belajar sebagai warga negara. Mengikuti pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah merupakan kewajiban bagi semua warga negara. Semua warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar. Kewajiban mengikuti pendidikan dasar bagi setiap warga negara Indonesia ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia pasal 31 ayat (2). Bunyi pasal 31 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Mewajibkan warga negara untuk mengikuti pendidikan dasar 9 tahun merupakan satu di antara upaya pemerintah untuk memperbaiki pendidikan di negara kita.
 Pemerintah menginginkan tingkat kecerdasan bangsa ini semakin meningkat. Upaya pemerintah yang lain sebagai contoh memperbaiki fasilitas pendidikan misalnya memperbaiki gedung-gedung sekolah yang rusak, memberikan bantuan buku gratis, dan menyediakan pengajar-pengajar atau guru yang profesional.
 Apa yang bisa kamu lakukan terkait dengan upaya pemerintah meningkatkan kecerdasan bangsa? Apakah masyarakat di lingkungan tempat tinggalmu peduli dengan pendidikan warganya? 
Amatilah gambar berikut!
    Amatilah gambar di atas. Kemudian, tuliskan hasil pengamatanmu mengenai gambar! 
  Program pemerintah untuk meningkatkan tingkat kecerdasan bangsa sangat membutuhkan peran serta atau dukungan dari warga masyarakat. Tanpa adanya dukungan dari warga masyarakat pemerintah akan sulit mewujudkan programnya.
 Menggalakkan jam belajar masyarakat merupakan bentuk dukungan warga masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa. Kewajibanmu dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya mengikuti pendidikan dasar. Masih banyak kewajibanmu lainnya seperti mematuhi nasihat orang tua dan guru, mematuhi peraturan di rumah dan di sekolah, serta melaksanakan tugas piket kelas sesuai pembagian. Masih banyak contoh kewajiban lainnya. Coba kamu diskusikan dengan temanmu.

Ayo Berdiskusi

  Bersama seorang temanmu, diskusikan tentang hal berikut!
  1. Apakah yang dimaksud dengan kewajiban?
  2. Apa kewajibanmu sebagai seorang siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumahmu?
  3. Bagaimanakah sikapmu terhadap kewajiban yang kamu miliki?
  4. Mengapa kamu harus bersikap seperti jawabanmu pada soal nomor 3? Tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut.
  Kamu telah mengetahui contoh-contoh kewajiban seorang siswa. Setiap siswa mempunyai kewajiban yang harus dilakukan begitu juga warga masyarakat. Dengan melaksanakan kewajiban berarti kamu telah berperilaku positif. Berperilaku positif di masyarakat merupakan perwujudan dari sikap dalam memaknai proklamasi kemerdekaan Indonesia.
 Perilaku positif berarti perilaku yang susuai dengan norma-norma dan aturan dalam masyarakat. Perilaku positif bukan berarti perilaku yang penurut, namun lebih dari pada itu, yaitu kreatif, kritis, mandiri, dan berani membela kebenaran serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip, asas-asas, dan tujuan yang disepakati bersama.
 Oleh karenanya, perilaku positif terhadap makna Proklamasi Kemerdekaan adalah perilaku kreatif, kritis, mandiri, berani membela kebenaran, dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip, asas-asas serta tujuan hidup bernegara sebagaimana telah dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan dan asas kerohanian Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945.
  Bangsa Indonesia harus menyadari betapa mulia dan terpujinya per juangan para pahlawan. Para pahlawan dengan gigih memperjuangkan kemerdekaan untuk lepas dari belenggu penjajah. Pengorbanan diri sebagai pahlawan bangsa dalam mencapai suatu ke- merdekaan merupakan wujud tekad yang kuat dalam menentang penjajahan di muka bumi ini. Kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri. Oleh karena itu, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan tidak boleh disia-siakan. Kemerdekaan harus dipertahankan serta diwujudkan dalam tindakan nyata guna mencapai tujuan nasional.
  Perilaku positif terhadap makna Proklamasi Kemerdekaan berarti menghargai perjuangan para pahlawan bangsa. Penghargaan terhadap para pejuang bangsa serta para pahlawan bangsa dapat ditunjukkan dengan berbagai upaya untuk mengisi kemerdekaan guna tercapainya tujuan nasional bangsa Indonesia.

Ayo Berlatih

  Apa upaya yang dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan? Tuliskan dalam tabel berikut!
   Upaya Untuk Mengisi Kemerdekaan

Kerukunan di Kampung Wonorejo, Papua

  Kampung Wonorejo, Arso Timur, Papua adalah salah satu kampung transmigran. Warganya berasal dari berbagai daerah padat penduduk di Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat warga di kampung Wonorejo memiliki perbedaan suku, agama, dan budaya.
  Di Kampung Wonorejo, posisi rumah warga bersebelahan. Semua warga akrab tak terkecuali anak-anak. Setiap hari anak-anak di Kampung Wonorejo pergi ke sekolah bersama. Itu sebabnya mereka sangat akrab. Mereka suka bermain bersama dan sering menghabiskan waktu di rumah satu sama lain.
  Meskipun berbeda suku, kebersamaan begitu kental terlihat dalam keseharian mereka. Setiap akhir minggu anak-anak Kampung Wonorejo berkumpul di balai utama kampung. Biasanya, mereka olahraga bersama atau sekadar bermain-main. Bagi anak-anak yang menginjak usia remaja akan mendapat penyuluhan tentang menjaga kebersihan diri saat pubertas dari tenaga kesehatan. Kadang-kadang mereka juga membantu orang tua yang sedang bekerja bakti membersihkan lingkungan.
  Semua warga di Kampung Wonorejo hidup rukun. Mereka menyadari bahwa para pahlawan telah meraih kemerdekaan dengan semangat perjuangan tinggi. Dalam meraih kemerdekaan, para pejuang tidak memandang per- bedaan daerah, agama, dan suku bangsa. Mereka bersatu padu untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Oleh sebab itu, semua warga Kampung Wonorejo ingin menjaga persatuan di daerah mereka sebagai wujud menjaga kesatuan NKRI. Mereka hidup rukun dalam perbedaan.
  Potret Kampung Wonorejo, Arso Timur, menunjukkan kepada kita tentang kerukunan dalam keragaman. Semua warga kampung hidup rukun walaupun berbeda asal usul suku bangsa, agama, dan budaya. Keragaman suku bangsa menjadi modal sosial dalam pembangunan. Keberadaan berbagai suku bangsa yang ada di Kampung Wonorejo ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah tentang transmigrasi. Program transmigrasi di mulai sejak pemerintahan Orde Baru pada tahun 1961. Pemerintah Orde Baru menggalakkan program transmigrasi sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Melalui program ini membuktikan bahwa setelah mengikuti transmigrasi, masyarakat memiliki rumah, lahan pertanian, dan keterampilan sebagai bekal hidup di lokasi transmigrasi. Program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini berlandaskan pada hak setiap warga negara untuk mendapat penghidupan dan pendidikan yang layak dari negara.
  Saat ini latar belakang kehidupan warga di Kampung Wonorejo sudah mengalami percampuran budaya dan agama. Sebagian warga Kampung Wonorejo sudah melakukan pernikahan antarsuku. Bagi warga Kampung Wonorejo, keragaman adalah kekayaan mereka.
  Dalam perkembangannya, ada beberapa yang harus diperhatikan antara Kampung Wonorejo dan kampung-kampung sekitarnya, misalnya Kampung Kibay. Penduduk asli Kibay terdiri atas 121 kepala keluarga. Sebagian dari mereka tersebar di Distrik Arso. Wilayah Kibay memiliki potensi sumber daya alam seperti hutan dan hasil pertanian. Warga di Kampung Kibay menanam sayur dan umbi-umbian untuk dikonsumsi sebagai makanan pengganti beras.
  Para wanita di kampung ini juga terampil menganyam noken dari kulit pohon. Sebagian warga bekerja serabutan penebang kayu, tukang bangunan, dan buruh harian di perkebunan sawit.
  Potret Kampung Kibay memberi gambaran kepada kita tentang mata pencaharian sebagian besar penduduk asli Papua dan para transmigran, seperti di Kampung Wonorejo. Di Kampung Wonorejo, kehidupan masyarakat cukup harmonis. Mereka hidup berdampingan dengan penduduk asli Papua. Apabila terjadi peristiwa yang menyangkut hukum, seperti pencurian atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akan diproses secara hukum. Akan tetapi, sebelumnya mereka harus menyelesaikan masalah tersebut melalui paguyuban adat. Jika ada kerusuhan di Kampung, paguyuban selalu berperan penting dalam proses penyelesaian masalah.
  Para perempuan di Kampung Wonorejo dan Kampung Kibay juga saling bertukar pengetahuan antara perempuan Papua dan perempuan transmigrasi yang berasal dari Jawa. Para perempuan Jawa mengajarkan perempuan Papua cara membuat kue dari bahan tepung singkong dan cara membuat sayur dari batang pohon pisang. Sebelumnya orang Papua, selalu membuang batang pohon pisang yang sudah ditebang. Berkat pengetahuan dari perempuan Jawa, kini mereka memanfaatkan batang pisang menjadi sayur yang lezat.
  Penduduk asli Papua dan warga transmigran saling bertoleransi. Mereka saling menghormati perbedaan agama maupun budaya. Mereka menganggap bahwa perbedaan budaya dan agama merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga. Para penduduk bisa hidup rukun berdampingan sebagai satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.
  Warga Kampung Kibay dan Kampung Wonorejo tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka juga menjaga persatuan dan kesatuan serta selalu menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam segala perbedaan yang ada. Mereka memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia yang beretika dan santun, serta mempunyai jiwa gotong royong, dan toleransi tinggi. Mereka ingin menciptakan kehidupan di bumi Indonesia yang damai, tenteram, hidup rukun berdampingan.
  Oleh: Nirwasita

Ayo Berlatih

  A. Jawablah pertanyaan di bawah ini secara lisan!
  1. Apa judul bacaan di atas?
  2. Apa kata kunci pada judul bacaan di atas?
  3. Apakah informasi dari bacaan berdasarkan kata kunci pada judul?
  B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menuliskan pada kolom tersedia!
  1. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai warga masyarakat dalam memaknai kemerdekaan?
  2. Bagaimana pelaksanaan kewajibanmu sebagai warga masyarakat?

PB                  : 4
Muatan           : SBdP, B. Indonesia, IPA


 Tangga nada pada lagu di atas adalah tangga nada C. Nada C dinyanyikan sebagai do atau C adalah do. Interval lagu berkaitan dengan tangga nada. Tahukah kamu jarak nada pada C mayor? Bacalah bacaan berikut. Mari kita ingat kembali tangga nada mayor berikut.
   Untuk memahami interval, kamu harus memahami tangga nada terutama berkaitan dengan pokok nada sebagai berikut.
  1. Deretan nada-nada (naik turun) dari setiap tangga nada. Sebagai contoh c - d - e - f - g - a - b - c             -  b - a - g - f - e - d - c.
  2. Jarak antara nada satu ke nada lainnya. Sebagai contoh jarak untuk tangga nada mayor c - d - e             -  f - g - a - b – c adalah: 1 1 ½ 1 1 1 ½
  3. Langkah dari nada satu dengan nada lainnya, misalnya dalam tangga nada C mayor nada c ke c             langkah ke 1, c ke d langkah ke 2, dan c ke e langkah ketiga.
  Interval adalah sebuah jangka ( langkah) dari nada ke nada lainnya. Jangka tersebut mempunyai nama tertentu yang disebut nama pangkat. Sebagai contoh jangka c’ ke d’ dalam tangga nada C mayor, d’ adalah langkah kedua. Langkah kedua mempunyai nada pangkat secondo. Interval selalu dibatasi oleh dua nada. Nada pertama disebut nada pangkal, nada kedua disebut nada selang. Sebagai contoh jika dalam tangga nada C mayor, nada c’ kita tetapkan sebagai nada pangkal, diperoleh nama-nama interval sebagai berikut.
  Urutan tangga nada C mayor c’ d’ e’ f’ g’ a’ b’ c’’ c’ ke c’ adalah langkah ke- 1 disebut prime. c’ ke e’ adalah langkah ke-3 disebut terts. c’ ke f’ adalah langkah ke-4 disebut kuart. c’ ke g’ adalah langkah ke-5 disebut kuin. c’ ke a’ adalah langkah ke-6 disebut sekst. c’ ke b’ adalah langkah ke-7 disebut septim. c’ ke c’’adalah langkah ke-8 disebut oktaf.

Bentuk Kepedulian Remaja terhadap Lingkungan

  Masa remaja adalah masa penyesuaian dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa. Masa remaja awal kira-kira masuk pada usia 10 hingga 12 tahun. Masa remaja berakhir kira-kira pada usia 18 hingga 22 tahun. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas anak sangat menonjol. Bagaimana menumbuhkan kepedulian remaja pada lingkungan?
  Salah satu langkah yang bisa ditempuh supaya para remaja peduli lingkungan adalah dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai contoh, melalui kegiatan pencinta alam. Kegiatan pencinta alam dapat meningkatkan kepedulian remaja terhadap lingkungan alam. Kecintaan remaja terhadap lingkungan alam tercermin pada sikap peduli terhadap lingkungan. Kegiatan pecinta alam untuk menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan di antaranya seperti berikut.
  1. Kegiatan reboisasi di lahan gundul.
  2. Pengadaan tempat pembuangan sampah secara bersama-sama.
  3. Penanaman pohon di sekitar pekarangan rumah.
  4. Berhemat air dalam kegiatan sehari-hari.
  Dengan demikian, generasi muda kita dapat menjadi generasi muda yang cinta alam dan tumbuh menjadi pemimpin yang berwawasan lingkungan. Dengan adanya kesadaran para remaja akan pentingnya penghijauan kembali, kelestarian hutan dan alam sekitar akan terjaga. Hutan-hutan di
  Indonesia terlihat hijau. Pinggir-pinggir jalan raya akan terdapat banyak pohon dan asri. Udara di sekitar lingkungan pun menjadi sejuk. Kesadaran remaja akan lingkungan biasanya diawali dari lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar.
  Kepedulian remaja terhadap lingkungan sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Coba perhatikan mengenai kondisi bumi saat ini. Terjadinya pemanasan global (global warming) dapat berdampak terhadap perubahan iklim/cuaca yang semakin ekstrim. Pola curah hujan berubah-ubah tanpa dapat diprediksi sehingga menyebabkan banjir di satu tempat, tetapi kekeringan di tempat yang lain. Topan dan badai tropis akan bermunculan dengan kecenderungan semakin lama semakin kuat. Selain itu, dampak dari pemanasan global akan mengancam ketersediaan air bersih sulit ditemukan. Oleh karena itu, partisipasi remaja untuk peduli dengan lingkungan hidup sangat diharapkan. Para remaja dapat mengajak masyarakat untuk sadar akan menjaga lingkungan hidup. Dengan demikian pemanasan global dan dampaknya terhadap masyarakat bisa dihindari. Para remaja menjadi motor penggerak pembangunan bangsa. Kepedulian remaja terhadap lingkungan akan berpengaruh positif bagi masyarakat untuk peduli lingkungan.
  

Ayo Berlatih

  Apa judul yang tepat untuk bacaan di atas? Coba temukan kata kunci pada judul teks! Lalu tuliskan kata kunci tersebut ke dalam kolom di bawah ini. Tuliskan juga informasi yang terdapat pada teks berdasarkan kata kunci yang kamu temukan.
  
Masa remaja adalah masa memasuki pubertas. Berapa usiamu saat ini? Apakah
usiamu sudah masuk masa remaja? Apakah kamu sudah mengalami pubertas?
Masa pubertas terjadi pada anak laki-laki dan juga anak perempuan. Ingatkah kamu
ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki?


Ayo Mengamati

  Amatilah gambar di atas. Gambar manakah yang menunjukkan masa remaja? Berdasarkan gambar di atas, ingat kembali ciri-ciri pubertas pada anak laki- laki. Kemudian, tuliskan pada kolom berikut.
  Ciri-ciri pubertas anak laki-laki: Sama halnya dengan anak laki-laki, anak perempuan pun juga mengalami masa puber. Pubertas pada anak perempuan umumnya terjadi lebih dahulu daripada anak laki-laki. Pubertas anak perempuan pada umumnya terjadi antara usia 10-15 tahun. Bagaimana ciri-ciri pubertas pada anak perempuan dilihat dari fisiknya?

Ayo Berdiskusi

  Bentuklah kelompok terdiri atas lima anak. Kemudian, diskusikan mengenai ciri-ciri pubertas pada anak perempuan. Tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut.
  

  Kerja Sama dengan Orang Tua

  Apakah kamu sudah memasuki masa puber? Apa yang harus kamu lakukan saat mengalami masa puber? Diskusikan bersama orang tuamu. 


Minggu, 05 Januari 2020

Tema 6 subtema 1 pb 1

RINGKASAN MATERI PEMBELAJARAN
Hari/Tanggal : Senin, 6 Januari 2020
Tema 6 : Menuju Masyarakat Sejahtera
Sub Tema 1 : Masyarakat Peduli Lingkungan
Pembelajaran : 1 (satu)
Muatan PB : PKN, IPS, Bhs Indonesia

Materi PKN
Sebagai warga negara, kita memiliki kewajiban yang harus dilakukan.
Kita berkewajiban untuk menaati peraturan yang ada. Selain itu, kita
berkewajiban untuk menghargai orang lain. Kita juga berkewajiban
mewujudkan serta memelihara ketertiban, keamanan, keindahan, dan
kebersihan.
Peduli lingkungan juga menjadi kewajiban kita sebagai warga negara.
Kita bisa menunjukkan rasa peduli lingkungan dengan melakukan
tindakan sederhana. Misalnya, membuang sampah pada tempatnya.
Dengan membuang sampah pada tempatnya, kita ikut menjaga
kebersihan lingkungan.


Materi IPS
Sebagai warga negara Indonesia yang baik kita harus peduli terhadap
lingkungan. Misalnya, ikut membantu membersihkan lingkungan, menjaga
keamanan lingkungan, dan mematuhi peraturan yang ada di lingkungan.
Apakah kamu sudah mematuhi peraturan yang ada di lingkungan sekolahmu?
Kamu hendaknya selalu mematuhi peraturan yang ada di lingkungan sekolah
seperti memakai seragam sekolah sesuai ketentuan, tiba di sekolah sebelum
bel tanda masuk berbunyi, menjaga ketenangan dan ketertiban di lingkungan
sekolah, serta membuang sampah di tempat sampah.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan kewajiban siswa sebagai
warga masyarakat dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan
yang positif. Bangsa Indonesia telah merdeka sejak tahun 1945. Kemerdekaan
bangsa Indonesia diperoleh dengan perjuangan penuh pengorbanan. Oleh
karena itu, kemerdekaan bagi bangsa Indonesia merupakan sesuatu yang tidak
ternilai harganya, sehingga untuk meraihnya, bangsa Indonesia harus berjuang
dengan penuh pengorbanan. Bagaimana kamu memaknai kemerdekan bangsa
ini?