Rabu, 12 Agustus 2026

Materi Ajar, Kamis 13 Agustus 2026

IDENTITAS:

Hari/Tanggal : Kamis / 13 Agustus 2026

Nama Guru : Yuyun Estika, S.Pd.

Kelas / Fase : 5 / C

Mata Pelajaran :
1.Seni Rupa : Menggambar dengan Unsur dan Prinsip Seni Rupa
2.Pendidikan Pancasila : Sikap Para Perumus Pancasila

Pertemuan ke: 7 tujuh

Apersepsi:
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia dan semangat selalu. Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak. Dimana shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Dimana Allah sudah sangat baik dengan kita, dengan segala kebesaranNya. Allah Maha Khaliq, zat yang menciptakan kita, Allah juga Maha Malik, zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

CP Seni Rupa :

Mengalami (Experiencing)

Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.


CP Pendidikan Pancasila :

1. Pancasila

Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa dan negara.


TP Seni Rupa :
Murid dapat menjelaskan proses pembuatan, kelebihan, dan tantangan saat membuat karya seni rupanya sendiri di depan kelas.

TP Pendidikan Pancasila :
Murid dapat meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat.

ATP:
Seni Rupa
  • Peserta didik memilih paduan unsur rupa (warna, garis, tekstur) yang sesuai dengan gagasan atau tema.
  • Peserta didik merencanakan komposisi karya dengan menerapkan prinsip seni rupa (keseimbangan, irama, kesatuan). 
  • Peserta didik mengeksplorasi alat dan bahan dalam pembuatan karya dua atau tiga dimensi.
  • Peserta didik mewujudkan karya seni rupa murni atau terapan yang menerapkan unsur dan prinsip seni rupa secara terpadu.
Pancasila:
  • Mengidentifikasi sikap positif para perumus seperti kerja keras, rela berkorban, dan cinta tanah air.
  • Mendiskusikan makna musyawarah mufakat yang dilakukan oleh para pendiri bangsa.
  • Memberikan contoh sikap menghargai perbedaan pendapat dalam proses perumusan. 

  • Alokasi Waktu : 2 JP x 35 Menit

    Model Pembelajaran : Contextual Teaching Learning (CTL)

    Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video Pembelajaran, Foto Tokoh Perumus Pancasila, Gambar Unsur dan Prinsip Seni Rupa



    Apa kabar anak sholih sholihah.........
    semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

    SENI RUPA



    1.  Menggambar Objek (Unsur Seni Rupa)

    Sebelum menggoreskan pensil, kamu perlu tahu 4 unsur penting yang membuat sebuah gambar objek terlihat menarik:

    • 1. Garis: Goresan dasar yang menghubungkan titik. Garis bisa berbentuk lurus, lengkung, zig-zag, atau putus-putus. Garis berfungsi membentuk batas luar objek.

    • 2. Bentuk: Hasil dari garis-garis yang saling bertemu. Ada bentuk dasar 2 dimensi (lingkaran, persegi, segitiga) dan bentuk 3 dimensi/volume (bola, kubus, tabung).

    • 3. Warna: Memberikan jiwa pada gambarmu! Warna dibagi menjadi warna primer (merah, kuning, biru) dan warna sekunder (hijau, jingga, ungu).

    • 4. Tekstur: Sifat permukaan objek yang terlihat atau terasa pada gambar, misalnya kesan halus (pada buah apel), kasar (pada batang pohon), atau licin (pada gelas kaca).

    Langkah-Langkah Menggambar Objek Secara Sistematis

    Agar gambarmu rapi dan tidak sering dihapus, ikuti 3 tahapan utama berikut:

    [1. Buat Sketsa Tipis] ➔ [2. Tebalkan Garis Utama] ➔ [3. Mewarnai & Finishing]
    
    TahapanKegiatanTips Penting
    1. Sketsa (Sketching)Menggambar bentuk dasar objek menggunakan pensil.Goreskan pensil secara tipis saja agar mudah dihapus jika ada kesalahan.
    2. Penegasan (Outlining)Menebalkan garis-garis sketsa yang sudah benar.Gunakan pensil tebal (2B) atau drawing pen agar bentuk objek terlihat tegas.
    3. Mewarnai (Coloring)Mengisi bentuk dengan warna dan memberi efek gelap-terang.Warnai secara searah dan buat teknik gradasi agar objek terlihat bervolume/3D.

    3. Mari Mempraktikkan: Menggambar Objek Cangkir & Buah 🍎☕

    Sekarang, mari kita coba menggambar gabungan dua objek sederhana dengan memperhatikan bentuk dan proporsi (perbandingan ukuran yang pas).

    Apa itu Proporsi?

    Proporsi adalah perbandingan ukuran antarbagian benda. Contohnya, ukuran cangkir tidak boleh dibuat jauh lebih besar daripada meja tempatnya berdiri, atau buah apel tidak boleh lebih besar dari cangkirnya.

    Panduan Langkah demi Langkah:

    1. Amati Objek: Letakkan cangkir dan buah apel di atas meja di depanmu.

    2. Tentukan Bentuk Dasar (Sketsa):

      • Gambarlah bentuk tabung/silinder tipis untuk cangkir.

      • Gambarlah bentuk lingkaran tipis di sebelah cangkir untuk buah apel.

    3. Detailkan Bentuk:

      • Tambahkan gagang lengkung pada cangkir dan cerukan di atas buah apel beserta tangkainya.

      • Pastikan ukuran apel seimbang bersanding dengan cangkir (perhatikan proporsinya!).

    4. Tebalkan Garis: Hapus garis-garis bantu yang tidak terpakai, lalu tebalkan bentuk pasti cangkir dan apel tersebut.

    5. Pewarnaan: Warnai cangkir dan buah apel sesuai warna aslinya.

    4. Tips Agar Karyamu Makin Kreatif dan Menarik ✨

    Ingin gambarmu dipuji teman-teman dan gurumu? Terapkan 3 rahasia ini:

    • Komposisi yang Seimbang: Letakkan objek di tengah bidang gambar. Jangan terlalu ke pinggir, terlalu atas, atau terlalu bawah.

    • Sentuhan Gelap-Terang (Bayangan): Tentukan arah datangnya cahaya (misal dari kiri). Bagian objek yang terkena cahaya diberi warna lebih terang, sedangkan bagian yang membelakangi cahaya diarsir/diwarnai lebih gelap.

    • Kreativitas Latar Belakang: Jangan biarkan kertas polos! Tambahkan latar belakang sederhana seperti garis meja, pola tapak meja, atau warna latar lembut agar gambarmu semakin hidup.

    PENDIDIKAN PANCASILA

    Peristiwa Lahirnya Pancasila

    Gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir dari satu tokoh saja, melainkan merupakan hasil perumusan dan diskusi dari beberapa tokoh penting, terutama Ir. Soekarno, yang dikenal sebagai "Bapak Bangsa" dan pada tanggal 1 Juni 1945 mengemukakan pidatonya tentang konsep awal Pancasila dalam sidang BPUPKI, serta Mohammad Yamin dan Soepomo yang juga menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI. 
    Peran Tokoh-tokoh :
    • Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato "Lahirnya Pancasila" yang mengusulkan lima prinsip dasar negara, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan. 
    • Pada sidang pertama BPUPKI, Mohammad Yamin mengusulkan lima prinsip dasar negara yang meliputi Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan. 
    • Pada 31 Mei 1945, Soepomo menyampaikan usulannya tentang dasar negara yang menekankan pada Persatuan (Unitarisme), Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat. 
    Peran Panitia Sembilan:
    Setelah usulan-usulan tersebut disampaikan, dibentuklah Panitia Sembilan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila. Tokoh-tokoh dalam Panitia Sembilan ini antara lain Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Mr. Muhammad Yamin, Achmad Soebardjo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkar, H. Agus Salim, dan K.H. Abdul Wahid Hasyim. 
    Pengesahan Pancasila:
    Pancasila akhirnya disahkan sebagai dasar negara Indonesia pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, yang tercantum dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945. 
    Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 JuniPeringatan ini merujuk pada momen penting ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. 
    Peringatan Hari Lahir Pancasila bertujuan untuk mengingat dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara, serta untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 
    Latihan 
    1. Pada masa penjajahan Jepang pernah dibentuk sebuah lembaga bernama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh .....
    A. Ir Soekarno
    B. Drs Muhammad Hatta
    C. Dr Radjiman Widyadiningrat
    D. Mr Muh Yamin

    2. Perhatikan peristiwa berikut:

    1. Ir Soekarno dan Moh Hatta dipilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia
    2. Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta
    3. Ir Soekarno mengusulkan lima dasar negara
    4. Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai

    Urutan yang benar sesuai waktu terjadinya peristiwa penting di atas adalah....
    A. 1, 2, 4, 3
    B. 4, 3, 2, 1
    C. 4, 3, 1, 2
    D. 1, 3, 4, 2

    3. Istilah Pancasila sebagai dasar negara untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Ir Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal...

    A. 29 Mei 1945
    B. 1 Juli 1945
    C. 17 Agustus 1945
    D. 1 Juni 1945

    4. Perhatikan rumusan berikut!

    1. Nasionalisme dan kebangsaan Indonesia
    2. Internasionalisme dan perikemanusiaan
    3. Mufakat dan demokrasi
    4. Kesejahteraan sosial
    5. Ketuhanan Yang Maha Esa
    Perumus cikal bakal Pancasila tersebut adalah.....

    A. Mr Muh Yamin
    B. Mr Soepomo
    C. Ir Soekarno
    D. Drs Moh Hatta

    5. Piagam Jakarta berhasil dirumuskan dan disepakati sebagai rumusan yang akan disahkan sebagai dasar negara. Akan tetapi, terdapat warga yang tidak setuju dengan salah satu bunyi isi rumusan tersebut. Rumusan yang dimaksud adalah.....

    A. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
    B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
    C. Persatuan Indonesia
    D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

    Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

    Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah.

    Wassalamualaikum wr. wb.


    Senin, 10 Agustus 2026

    Materi Ajar, Rabu 12 Agustus 2026



    Guru Kelas : Yuyun Estika, S. Pd

    Hari/Tanggal : Rabu, 12 Agustus 2026
    Kelas : 5 
    Kegiatan : Lomba memperingati HUT RI ke- 81




    Apa kabar anak sholih sholihah.........
    semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
    Anak-anak dalam rangka HUT RI ke-81, sekolah kita akan mengadakan lomba tujuhbelasan yang akan diikuti oleh siswa siswi sd al azhar 1 Bandar Lampung.

    Berikut adalah mata lomba yang akan diikuti oleh peserta pada setiap rombel:

    🍇Rombel 1 dan 2
    1. Estafet cup (PA, PI)
    2. Estafet bola (PA, PI)
    Peserta:
    putra 8
    Putri 8

    🍇rombel 3 dan 4
    1. Pindah cup (PA, PI)
    2. Menggiring bola (PA, PI)
    Peserta:
    Putra 7
    Putri 7

    🍇 rombel 5 dan 6
    1. Mengisi air (PA, PI)
    2. estafet 2 cup (PA, PI)
    Peserta:
    Putra 8
    Putri 7

    🍇lomba kebersihan dan keindahan kelas
    Rombel 1-6

    Selamat mengikuti lomba, semoga anak-anak bu guru semangat mengikuti kegiatan ini dan menang membawa banyak hadiah .....

    Refleksi :
    Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan baik dan lancar.
    Rombel kelas 5 mendapat :
    Juara 1 Lomba Balap Kelereng

    Materi Ajar, Selasa 11 Agustus 2026



    Guru Kelas : Yuyun Estika, S. Pd

    Hari/Tanggal : Selasa, 11 Agustus 2026
    Kelas : 5 
    Kegiatan : Lomba memperingati HUT RI ke- 81




    Apa kabar anak sholih sholihah.........
    semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
    Anak-anak dalam rangka HUT RI ke-81, sekolah kita akan mengadakan lomba tujuhbelasan yang akan diikuti oleh siswa siswi sd al azhar 1 Bandar Lampung.

    Berikut adalah mata lomba yang akan diikuti oleh peserta pada setiap rombel:

    🍇Rombel 1 dan 2
    1. Estafet cup (PA, PI)
    2. Estafet bola (PA, PI)
    Peserta:
    putra 8
    Putri 8

    🍇rombel 3 dan 4
    1. Pindah cup (PA, PI)
    2. Menggiring bola (PA, PI)
    Peserta:
    Putra 7
    Putri 7

    🍇 rombel 5 dan 6
    1. Mengisi air (PA, PI)
    2. estafet 2 cup (PA, PI)
    Peserta:
    Putra 8
    Putri 7

    🍇lomba kebersihan dan keindahan kelas
    Rombel 1-6

    Selamat mengikuti lomba, semoga anak-anak bu guru semangat mengikuti kegiatan ini dan menang membawa banyak hadiah .....

    Refleksi :
    Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan baik dan lancar.
    Kelas 5 Khadijah mendapat :
    Juara 1 Memindahkan Air (Pa) dan (Pi)
    Juara 1 dan 3 Estafet 2 Cup (Pi) Juara 3 (Pa)

    Minggu, 09 Agustus 2026

    Materi Ajar, Senin 10 Agustus 2026

    Nama Guru : Yuyun  Estika, S.Pd.

    Mata Pelajaran :
    1. Matematika : Operasi Hitung Bilangan Cacah sampai 100.000
    2. Bahasa Indonesia : Imbuhan Pe-
    3. Seni Rupa : Menggambar dengan Unsur Seni Rupa

    Hari/Tanggal : Senin / 10 Agustus 2026

    Kelas / Fase : 5 / C

    TP Matematika :
    Murid dapat melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

    TP Bahasa Indonesia :
    Murid dapat menelaah makna awalan pe-

    TP Seni Rupa :
    Menjelaskan proses pembuatan, kelebihan, dan tantangan saat membuat karya seni rupanya sendiri di depan kelas.



    Apa kabar anak sholih sholihah.........
    semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

    Matematika




    Operasi Hitung Penjumlahan

    Penjumlahan bilangan cacah besar dilakukan dengan metode bersusun pendek dengan memperhatikan teknik menyimpan.

    Contoh Soal:

    Sebuah perkebunan memanen 48.256 kg kelapa sawit di bulan pertama dan 33.917 kg di bulan kedua. Berapa total hasil panen selama dua bulan?

    Penyelesaian Bersusun:



    Operasi Hitung Pengurangan

    Pengurangan dilakukan dengan metode bersusun pendek menggunakan teknik meminjam jika angka yang dikurangi lebih kecil dari pengurang.

    Contoh Soal:

    Pemerintah daerah menyediakan 75.430 dosis vaksin. Sebanyak 28.165 dosis telah digunakan. Berapa sisa dosis vaksin yang belum terpakai?

    Penyelesaian Bersusun:



    Operasi Hitung Perkalian

    Perkalian bilangan sampai 100.000 umumnya melibatkan perkalian bilangan ribuan atau ratusan dengan bilangan puluhan/satuan.

    Contoh Soal:


    Sebuah toko grosir memesan 36$dus minyak goreng. Jika setiap dus berisi 1.425 ml minyak, berapa total volume minyak dalam toko tersebut?

    Penyelesaian (Metode Bersusun):




    Operasi Hitung Pembagian (Porogapit)

    Pembagian bilangan cacah dilakukan dengan teknik pembagian bersusun (porogapit).


    BAHASA INDONESIA



    Apa Itu Awalan "Pe-"?

    Awalan pe- adalah huruf-huruf yang ditambahkan di bagian depan sebuah kata dasar. Ketika awalan "pe-" menempel pada kata dasar, ia akan membentuk kata baru yang memiliki arti atau makna yang berbeda dari kata aslinya.

    Kadang-kadang, awalan "pe-" bisa berubah bentuk menjadi peny- saat diucapkan. Tapi tenang saja, maknanya tetap sama, kok!

    Makna Utama Awalan "Pe-"

    Ternyata, awalan "pe-" tidak hanya punya satu arti, lho. Ada tiga makna utama yang paling sering kita temui sehari-hari. Mari kita bedah satu per satu!

    1. Orang yang Melakukan Pekerjaan (Pelaku/Profesi)

    Makna pertama dari awalan "pe-" adalah menunjuk kepada orang yang melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.

    • Tulis + pe- ➡️ Penulis (Orang yang pekerjaannya menulis)

    • Baca + pe- ➡️ Pembaca (Orang yang sedang membaca)

    • Lari + pe- ➡️ Pelari (Orang yang melakukan olahraga lari)

    2. Alat untuk Melakukan Sesuatu

    Makna kedua digunakan untuk menyebutkan benda atau alat yang membantu kita melakukan suatu pekerjaan.

    • Hapus + pe- ➡️ Penghapus (Alat untuk menghapus tulisan)

    • Garis + pe- ➡️ Penggaris (Alat untuk membuat garis)

    • Potong + pe- ➡️ Pemotong (Alat untuk memotong, misalnya pemotong kuku)

    3. Orang yang Memiliki Sifat Tertentu

    Makna yang ketiga ini digunakan untuk menyebutkan karakter atau sifat yang menonjol pada diri seseorang.

    • Malu + pe- ➡️ Pemalu (Orang yang memiliki sifat mudah malu)

    • Marah + pe- ➡️ Pemarah (Orang yang memiliki sifat mudah marah/lekas marah)

    • Malas + pe- ➡️ Pemalas (Orang yang memiliki sifat malas)

    🕵️‍♂️ Waktunya Berlatih: Detektif Bahasa!

    Sekarang giliran kalian untuk menelaah makna awalan "pe-". Coba baca kalimat di bawah ini, lalu tebak apa makna kata yang dicetak tebal!

    1. Paman Andi bekerja sebagai seorang pelaut yang hebat.

    2. Adik meminjam penyerut pensil milikku.

    3. Rina sering terlambat ke sekolah karena ia seorang petidur.

    diucapkan. Tapi tenang saja, maknanya tetap sama, kok!

    3 Makna Utama Awalan "Pe-"

    Ternyata, awalan "pe-" tidak hanya punya satu arti, lho. Ada tiga makna utama yang paling sering kita temui sehari-hari. Mari kita bedah satu per satu!

    1. Orang yang Melakukan Pekerjaan (Pelaku/Profesi)

    Makna pertama dari awalan "pe-" adalah menunjuk kepada orang yang melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.

    • Tulis + pe- ➡️ Penulis (Orang yang pekerjaannya menulis)

    • Baca + pe- ➡️ Pembaca (Orang yang sedang membaca)

    • Lari + pe- ➡️ Pelari (Orang yang melakukan olahraga lari)

    2. Alat untuk Melakukan Sesuatu

    Makna kedua digunakan untuk menyebutkan benda atau alat yang membantu kita melakukan suatu pekerjaan.

    • Hapus + pe- ➡️ Penghapus (Alat untuk menghapus tulisan)

    • Garis + pe- ➡️ Penggaris (Alat untuk membuat garis)

    • Potong + pe- ➡️ Pemotong (Alat untuk memotong, misalnya pemotong kuku)

    3. Orang yang Memiliki Sifat Tertentu

    Makna yang ketiga ini digunakan untuk menyebutkan karakter atau sifat yang menonjol pada diri seseorang.

    • Malu + pe- ➡️ Pemalu (Orang yang memiliki sifat mudah malu)

    • Marah + pe- ➡️ Pemarah (Orang yang memiliki sifat mudah marah/lekas marah)

    • Malas + pe- ➡️ Pemalas (Orang yang memiliki sifat malas)

    🕵️‍♂️ Waktunya Berlatih: Detektif Bahasa!

    Sekarang giliran kalian untuk menelaah makna awalan "pe-". Coba baca kalimat di bawah ini, lalu tebak apa makna kata yang dicetak tebal!

    1. Paman Andi bekerja sebagai seorang pelaut yang hebat.

    2. Adik meminjam penyerut pensil milikku.

    3. Rina sering terlambat ke sekolah karena ia seorang petidur.

    Seni Rupa 



    1.  Menggambar Objek (Unsur Seni Rupa)

    Sebelum menggoreskan pensil, kamu perlu tahu 4 unsur penting yang membuat sebuah gambar objek terlihat menarik:

    • 1. Garis: Goresan dasar yang menghubungkan titik. Garis bisa berbentuk lurus, lengkung, zig-zag, atau putus-putus. Garis berfungsi membentuk batas luar objek.

    • 2. Bentuk: Hasil dari garis-garis yang saling bertemu. Ada bentuk dasar 2 dimensi (lingkaran, persegi, segitiga) dan bentuk 3 dimensi/volume (bola, kubus, tabung).

    • 3. Warna: Memberikan jiwa pada gambarmu! Warna dibagi menjadi warna primer (merah, kuning, biru) dan warna sekunder (hijau, jingga, ungu).

    • 4. Tekstur: Sifat permukaan objek yang terlihat atau terasa pada gambar, misalnya kesan halus (pada buah apel), kasar (pada batang pohon), atau licin (pada gelas kaca).

    2. Langkah-Langkah Menggambar Objek Secara Sistematis

    Agar gambarmu rapi dan tidak sering dihapus, ikuti 3 tahapan utama berikut:

    [1. Buat Sketsa Tipis] ➔ [2. Tebalkan Garis Utama] ➔ [3. Mewarnai & Finishing]
    
    TahapanKegiatanTips Penting
    1. Sketsa (Sketching)Menggambar bentuk dasar objek menggunakan pensil.Goreskan pensil secara tipis saja agar mudah dihapus jika ada kesalahan.
    2. Penegasan (Outlining)Menebalkan garis-garis sketsa yang sudah benar.Gunakan pensil tebal (2B) atau drawing pen agar bentuk objek terlihat tegas.
    3. Mewarnai (Coloring)Mengisi bentuk dengan warna dan memberi efek gelap-terang.Warnai secara searah dan buat teknik gradasi agar objek terlihat bervolume/3D.

    3. Mari Mempraktikkan: Menggambar Objek Cangkir & Buah 🍎☕

    Sekarang, mari kita coba menggambar gabungan dua objek sederhana dengan memperhatikan bentuk dan proporsi (perbandingan ukuran yang pas).

    Apa itu Proporsi?

    Proporsi adalah perbandingan ukuran antarbagian benda. Contohnya, ukuran cangkir tidak boleh dibuat jauh lebih besar daripada meja tempatnya berdiri, atau buah apel tidak boleh lebih besar dari cangkirnya.

    Panduan Langkah demi Langkah:

    1. Amati Objek: Letakkan cangkir dan buah apel di atas meja di depanmu.

    2. Tentukan Bentuk Dasar (Sketsa):

      • Gambarlah bentuk tabung/silinder tipis untuk cangkir.

      • Gambarlah bentuk lingkaran tipis di sebelah cangkir untuk buah apel.

    3. Detailkan Bentuk:

      • Tambahkan gagang lengkung pada cangkir dan cerukan di atas buah apel beserta tangkainya.

      • Pastikan ukuran apel seimbang bersanding dengan cangkir (perhatikan proporsinya!).

    4. Tebalkan Garis: Hapus garis-garis bantu yang tidak terpakai, lalu tebalkan bentuk pasti cangkir dan apel tersebut.

    5. Pewarnaan: Warnai cangkir dan buah apel sesuai warna aslinya.

    4. Tips Agar Karyamu Makin Kreatif dan Menarik ✨

    Ingin gambarmu dipuji teman-teman dan gurumu? Terapkan 3 rahasia ini:

    • Komposisi yang Seimbang: Letakkan objek di tengah bidang gambar. Jangan terlalu ke pinggir, terlalu atas, atau terlalu bawah.

    • Sentuhan Gelap-Terang (Bayangan): Tentukan arah datangnya cahaya (misal dari kiri). Bagian objek yang terkena cahaya diberi warna lebih terang, sedangkan bagian yang membelakangi cahaya diarsir/diwarnai lebih gelap.

    • Kreativitas Latar Belakang: Jangan biarkan kertas polos! Tambahkan latar belakang sederhana seperti garis meja, pola tapak meja, atau warna latar lembut agar gambarmu semakin hidup.

    Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

    Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah.

    Wassalamualaaikum. 

    Refleksi :
    Alhamdulillah pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk mata pelajaran Matematika dari 23 peserta didik ada 4 peserta didik yang masih kesulitan dalam operasi hitung bilangan cacah